Rabu, 28 Oktober 2026

I'm Safe

Ternyata suatu hal yang bikin kita merasa sakit karena kemelekatan itu benar adanya
Padahal "what we have in this dunya doesn't belong to us"
Sadar atau tidak, semua yang di dunia memang benar bukan milik kita
Seringkali kata milik menjadikan kemelekatan diri kepada suatu hal tertentu
Entah seseorang atau barang sekalipun
Kita sering mendengar "semua milik Allah"
Tapi apakah kita sudah benar-benar paham?
Apakah kita sudah benar-benar lepas dari kemelekatan di dunia?
Mungkin belum sepenuhnya
Karena ketika kehilangan rasa sakit akan bersemayam, entah berapa lama, mungkin tergantung tingkat kedalaman rasa kemelekatan
Tapi ada sebuah paradoks juga, kalau bagaimana bisa mencintai kalau kita tidak punya rasa kemelekatan?
Mungkin itulah kenapa semua hal yang kita cintai harus didasarkan pada cinta Allah
Kembali lagi, karena "semua milik Allah"
Lalu apakah selama ini kita paham akan hal itu?
Padahal jika kita paham dan melepas kemelekatan dengan selain Allah
Hidup akan dekat dengan ketenangan dan ketentraman
Allah hadirkan rasa syukur dan kesabaran yang sesuai porsi kebutuhan
Kita tidak pernah tahu, rencana indah yang Allah berikan
Ketidaktahuan itulah yang membuat kita merasa butuh akan RidhoNya dan kasih sayangNya

Minggu, 18 Oktober 2026

Melepas

Jika semua kembali asing, maka itu juga yang terbaik
Jika semua terasa hanya saling tau, itupun juga bagian dari takdir
Maka semuanya akan kembali pada-Nya
Ridho atas takdir dan rencana-Nya
Semua yang ada di benak, mungkin akan hilang dengan seiring waktu
Tapi keteguhan ini akan selalu menemani setiap langkah
Dan yakin bahwa langkah ini terus dibersamai oleh-Nya
Selama kita hadir dan terus mengingat, bahwa ketidakberdayaan ini akan terus bersama
Dan kekuatan ini hanyalah dari-Nya
Kemampuan ini semata menunjukkan kuasa-Nya
Tanpa kita tanpa kamu
Hidup selayaknya hidup
Dan akan mati selayaknya mati
Kembali adalah jalan satu-satunya untuk pilihan yang berada diujung
Maka pulang juga jalan satu-satunya untuk berakhir

Senin, 21 September 2026

Berubah

Dulu memandang mereka nyaris sempurna kasih sayangnya
Tapi seketika berubah karena beberapa dari mereka tiba pada dusta yang tidak pernah terpikirkan
Layaknya terbalik dan mungkin semua akan tidak akan sama seperti semula
Hanya saja enggan untuk bersama lebih intens lagi
Tak apa, dunia memang seperti ini
Tapi semua tidak hilang begitu saja, gantinya pastilah ada
Walau tak sempurna, tapi kita bisa menerima
Menerima baik buruk perangainya
Tapi buruk perangai juga bukan sepenuhnya buruk
Mereka masih punya setitik kebaikan yang siapa sangka nanti akan menjadi kebaikan yang titik-titik tak ada habisnya
Paradoks, memang dunia ini penuh dengan keanehan, keunikan dengan segala cara
Relax..it's just a dunya

Sabtu, 29 Agustus 2026

Penghujung Dunia

Pagi ini baca story instagramnya asa living
Membahas tentang parenting anak, bagaimana mendidik anak laki-laki
Lalu ada kata-kata penghujung dunia ketika membahas cara mendidik
Bukan cara terbaik apa untuk mendidik anak, tapi lebih ke menjawab kegelisahan yang sering tersembunyi
"Apakah sanggup mendidik diri sendiri, belajar dari kesalahan, masa lalu dan mengevaluasi diri, sambil mendampingi anak tumbuh dengan dunianya?"
Lebih sering menanyakan "Apa yang harus ku perbaiki lagi?"
Mungkin terasa biasa saja atau klise, tapi hal-hal itu yang membuat perubahan dan awal dari generasi yang bertumbuh
Di masa dunia yang ada di ujung ini, mensederhanakan dunia yang begitu rumit dan cepat ini salah satunya adalah mensederhanakan masalah
Jika kita cemas dan khawatir akan semua yang ada di masa depan, tentu kita akan sibuk mencari cara
Dan menjadi sering luput akan diri sendiri dulu yang perlu diperbaiki sebelum mendidik anak dengan cara yang mutakhir
Padahal evaluasi dengan memperbaiki diri sendiri sebagai orang tua jauh lebih penting
Sambil belajar dan memaafkan, serta mendampingi tumbuh kembangnya menjadi bekal ilmu yang bisa kita bawa nanti
Insight sederhaa seperti ini justru perlu diketahui dan disadari tanpa penghakiman
Dunia ini sudah di ujung tentu benar, tapi jika kita masih disini tentu kita wajib berjuang sebaik mungkin sampai pada garis finish dunia yaitu kematian

Senin, 17 Agustus 2026

Sini Kini

Kalau baca "Selaras" karya Reza Gunawan dan Dewi Lestari yang tertinggal di memori adalah "sini kini"
Tentu masing-masing pembaca punya preverensi apa yang tertinggal di memori ketika baca buku
Kenapa sini kini? karena era ini merasa semua hal banyak yang terburu-buru
Sini kini mengajarkan bahwa kita senantiasa hadir dan menikmati apa yang sekarang ada dan terjadi
Tanpa khawatir dan cemas akan masa lalu atau masa yang akan datang
Bukan berarti kita bodo amat dengan kedua masa itu
Tapi lebih bersyukur dan ingat bahwa ada masa kini yang butuh keberadaan kita secara utuh
Bercengkrama tanpa gadget, bekerja dengan fokus, menikmati waktu istirahat
Semua itu mungkin diselanya kita sempatkan untuk domn scrolling
Tapi coba sesekali untuk menikmati kegiatannya tanpa menyempatkan hal lain dan tanpa terburu-buru
Karena dari suatu kegiatan itulah yang masih membuat kita mampu benar-benar bernafas seutuhnya dengan tetap menjalani era yang serba serbi ini

Selasa, 04 Agustus 2026

Meet?

I hope we meet in this season.
No matter how, I believe we'll find a way.
I just believe that we're meant to meet.
Oh God, please make it come true.
I don't know why, but I truly believe.
Please guide my heart and my feelings.
If this hope is good for me,
let our paths cross in Your perfect time.
If not,
please grant me the strength to let it go with peace.

Rabu, 01 Juli 2026

Setiap Bulan

Merasakan hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya
Waktu begitu cepat berlalu
Banyak kejadian yang dilewati, banyak tapi entah sekedar lewat padahal momentumnya juga banyak
Hampir setiap bulan gebrakannya selalu ada
Kalau semua dirasakan mungkin penyakit banyak bersarang di tubuh
Bijak dalam menanggapi semua yang terjadi dengan tidak semua diizinkan untuk dirasakan
Ada banyak yang harus diacuhkan jika kita tidak sanggup
Bukan menghidar, tapi menyelamatkan diri sendiri
Kalau diri sendiri tidak selamat, bagaimana menghadapi?
Selama kita memilih keselamatan diri sendiri, tanpa menyakiti orang lain
Ada jalan yang kita pilih, sebagai alternatif menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain dari ketidaksanggupan kita
Mungkin tidak semua paham, tapi cukuplah diri sendiri yang mengerti
Ada banyak yang sungkar untuk dijelaskan dengan kata, tapi dengan sikap pun mungkin bisa tercermin
Begitulah era sekarang, waktu seperti berlari
Tak terasa apa yang kita lakukan sebenarnya seperti apa
Benar salah terlihat hanya sepintas