Tampilkan postingan dengan label #motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2019

Sharing is Caring: Menuju Pernikahan



Sebenernya udah lama mau nulis ini, waktu pertama lihat video you tube nya gita savitri yang membahas tentang menikah. Doi belum menikah pada waktu itu, dan sekarang sudah menikah. Di video itu dia membahas perihal latah menikah. Latah menikah adalah seputar menikah karena tuntutan usia, sebuah trend atau gara-gara di bully teman. Fenomena latah menikah ini menurutnya hanya sekedar ikut-ikutan menikah karena lingkungan mendukung peristiwa itu, bukan karena kesiapan dari seseorang yang melakukan latah menikah tadi. Itu gambaran kasarnya, mereka yang mengikuti latah menikah ini kebanyakan orang-orang yang sensitif perihal status sosial di lingkungannya, menganggap dirinya berbeda (belum menikah) adalah hal yang kurang wajar dan mungkin tidak nyaman saat berada di lingkungan. Untuk menutup hal itu, latah menikah adalah jawaban yang menurutnya tepat.

Disini, bukan menjudge mereka yang menikah muda adalah yang latah menikah. Tetapi lebih kepada orang-orang yang menikah hanya sekedar alasan untuk menutup atau membungkam mulut-mulut mereka yang membully atau alasan diri sendiri yang risih pada status sosial. Padahal menikah adalah suatu perjalanan yang butuh bekal dan kesiapan lahir batin. Menikah akan sangat berat, jika hanya bebekal suatu teori atau hanya berbekal ego diri karena dibully. Menikah akan mudah, jika seseorang menjadi pembelajar yang ulung. Pembelajar disini dimulai dari sebelum menikah, ketika diri sudah mulai dewasa dan menyadari bahwa menikah itu perlu maka lebih baik bersegera mencari tau apa saja bekal untuk menikah. Bukan hanya perihal akad atau resepsi yang dipersiapkan tetapi lebih kepada kematangan ego dan kesiapan diri. Mungkin lebih tepatnya mencari informasi kepada mereka yang sudah menjalaninya, jadi dapat menggali informasi dari yang sudah berpengalaman. Lebih banyak ngobrol dengan mereka-mereka yang sudah menikah agar kelak ketika dihadapkan dengan permasalahan rumah tangga tidak begitu kaget. Berlatih selagi sigle, berlatih dengan menghadapi permasalahan-permasalahan saat ini agar ketika menghadapi permasalahan yang akan datang lihai mengatasinya, bukan mudah tapi lebih karena terbiasa. Semoga tidak bosan menjadi pembelajar yang ulung, entah jodoh atau maut yang mendahului. Niat awal hidup hanya mencari RidhoNya, maka menikah adalah salah satu tuntunan yang mendekatkan kita dengan RidhoNya. 

Rabu, 15 Mei 2019

Yuk Jadi Generasi Outlier Millenial



Terinspirasi dari Rahmat Dwi Putranto (CEO Legal Go) di start up and youth empowerment talks Indonesia Scholarship Festival 2019. 
Outlier Milenial adalah generasi milenial yang berbeda dengan generasi milenial pada umumnya. Yang dimaksud pada umumnya adalah mereka yang melek teknologi tapi hanya sebatas untuk kepentingan sosial media atau game, mereka yang menjadi malas karena ketergantungan teknologi, mereka yang anti sosial karena mengandalkan sosial media untuk berkomunikasi, dan lain sebagainya. Outlier yang dimaksud disini adalah keluar dari zona nyaman dibalik pandangan-pandangan secara umum generasi milenial itu sendiri, misalnya memanfaatkan teknologi untuk membantu suatu karya yang sesuai dengan passion/kegemaran nya dan tidak ketergantungan pada sosial media yang mengakibatkan enggan bersosialisasi secara langsung. Outlier milenial cenderung menggantungkan segala hal pada usaha-usaha dan proses yang dilakukan, tidak bergantung pada suatu hal yang membuatnya tidak mandiri. Dengan tetap memanfaatkan teknologi, bahkan perlu tetapi hanya sebatas untuk membantu karena efisiensi dan mengikuti perkembangan jaman yang semakin canggih. Oleh karena itu outlier milenial juga tidak boleh tertinggal oleh teknologi, karena pemanfaatan teknologi ini selalu berkembang dan mampu merubah pola kehidupan yang ada di masyarakat.
Dibalik pandangan secara umum generasi milenial tentu ada ketakutan-ketakutan yang dirasakan generasi milenial pada umumnya, yaitu:
1.      Merasa pencapaiannya tidak dihargai atau diapresiasi orang lain. Ketakutan ini merupakan suatu penyakit karena kurang menghargai diri sendiri, potensi yang ada bisa hilang karena tidak percaya diri dan terlalu merendahkan diri sendiri.
2.      Terlalu fokus pada pencapaian orang lain. Hal ini dapat memecah fokus pada tujuan dari impian dan membandingkan pencapaian diri sendiri dan orang lain. Padahal proses kesuksesan dari masing-masing orang itu berbeda.    
3.      Shame, guilt and hatred. Tiga hal yang harus di delete dari pemikiran generasi millenial, karena ketiganya adalah toxic yang mampu menghambat tujuan yang akan di raih. tapi, ketiganya juga perlu dalam kadar dan situasi tertentu agar semuanya seimbang. contohnya: ketika menghadapi suatu kegagalan adakalanya kita malu untuk membangun rasa bersalah dan akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

The can do, will do generationGenerasi milenial harus dapat melakukan hal-hal yang dapat dijadikan bekal dalam menghadapi masa depan yang serba canggih dan menjadikan kemampuannya untuk melahirkan suatu karya yang bermanfaat, selain itu dapat menakhlukan ketakutan-ketakutan generasi milenial seperti banyak ide tapi tanpa eksekusi dan kurang menghargai pencapaian diri sendiri.
Tips untuk menjadi Outlier Milenial:
1.      Generalist & Spesialist they both needed in this world
Menjadi seseorang yang generalis (cakap dalam berbagai bidang) atau menjadi seseorang yang spesialis (ahli dalam satu bidang) keduanya sama sama dibutuhkan di dunia ini. Untuk menjadi generalis harus pandai mengatur atau memanajemen waktu dan tenaga sesuai dengan kemampuan sedangkan untuk menjadi spesialis harus fokus pada satu bidang untuk lebih pintar dalam menggali potensi yang sesuai dengan kemampuan.
2.      Mix your passion with practicality into a real work
Setiap orang pasti mempunyai passion masing-masing. Sebuah passion harus dapat menghasilkan suatu karya yang bermanfaat untuk masyarakat atau minimal bermanfaat untuk diri sendiri.
3.      At the end of the day it’s all
Tentang sebuah usaha untuk mengeksukusi ide. Ide itu sangat murah bahkan tak ternilai jika hanya sekedar di pikiran saja, berbeda dengan suatu ide yang diusahakan atau dieksekusi dengan terencana dan menghasilkan sebuah karya. Yang terpenting adalah mewujudkan sebuah ide menjadi nyata.
4.      Nothing in life comes easy so why do you expect something out of a quote
Sebagai generasi milenial tentu seringkali menemukan quote-quote yang laur biasa dari sosial media, tetapi quote-quote itu jangan hanya dijadikan sebuah acuan dalam hidup. Boleh saja kata-kata mutiara itu dijadikan motivasi, tetapi yang lebih penting adalah melakukan sebuah usaha untuk menggapai impian atau tujuan.

Yuk, jadi generasi outlier millennial yang ngga sekedar menggila di medsos tapi juga menggila dalam berproses. Semangat ! semoga Allah meridhoi dan memberikan taufiq untuk tujuan dan mimpi baik kita J

Rabu, 10 April 2019

Sebuah Titik



Kini aku sedang berada di persimpangan. Tentang semua kehidupan, entah apa yang terjadi kadang aku lewatkan. Yang urgent adalah sampai pada kelalaian yang kadang aku terlena dengan kelalaianku. Aku merasa gelisah dengan titik sekarang. Gelisah itu terus menuntunku sampai berdampak pada kesehatan entah jiwa sampai fisik. Ketenangan pun jarang aku peroleh, yang sering adalah ketenangan yang kuundang lewat “let’s take a deep breath” huh hah. Setiap kali terpikir akan suatu kekhawatiran disetiap sudut hidup yang sebenarnya aku sudah tau konsepnya, tapi aku masih bingung dan gelisah mendalam. Sungguh, kegalauan yang kalau ditimbang jomplang dengan keimanan ku yang ku akui sedang diambang batas. Kritis, miris dan makin teriris setiap harinya. Kalau aku memilih, aku ngga mau berada di titik ini. Tapi aku percaya, ini semua sudah digariskan, ini semua adalah sebuah ujian seberapa sih aku percaya dan yakin sama takdir Allah. Keikhlasan ku di uji, nafsu dunia ku di uji dan komitmen ku pun juga diuji.
Sampai pada titik persimpangan, aku harus cerita dengan seseorang yang menurutku aku percaya. Beliau bilang “berada di posisi persimpangan itu tidak menyenangkan, maka ketika Allah telah menurunkan hidayahNya, bersegeralah mengambil keputusan jalan atau arah mana yang kita pilih, tanpa NANTI dan tanpa TAPI. Jangan kau biarkan hidayahNya menguap seiring hembusan angin yang melenakan, bisikan yang menggiurkan, ajakan yang menyesatkan. Keep spirit untukmu dan kamu bisa kok mengambil keputusan itu”. Banyak nasihat dan motivasi untuk aku terus berjuang karena hakikat hidup memang seperti itu. Allah terus menguji hamba-hambanya, imannya naik atau turun juga tetap diuji. Tergantung kita sebagai hamba menyambutnya seperti apa, tinggal kita sebagai hamba harus berbuat apa, tinggal kita sebagai hamba harus memutuskan untuk tetap taat atau memilih untuk menjauh. Menjauh dan menuruti hawa nafsu adalah bukan keputusan yang tepat, taatlah yang membuat dirimu lebih baik dan kembali memulihkan iman.
Tetap semangat untuk kita semua yang dihadapakan sebuah masalah dan harus mengambil keputusan. Keputusan itu yang menentukan kita bagaimana dan akan menjadi siapa kita nanti di masa depan. Yang diutamakan dunia atau akhirat, hati-hati dalam memilih dan memutuskan. Bersegera untuk hal-hal baik itu HARUS dan kamu bisa J

Senin, 01 April 2019

Antara Fajar dan Senja


Fajar kadang tak selalu nampak pada kata-kata puitis romantis, tetapi terkadang ia nampak pada kata-kata motivasi yang identik dengan pagi karena harus bersemangat.
Berbicara soal senja, banyak pujangga cinta yang menyelipkan kata senja dalam puisi nya. 
Mari berbicara tentang fajar dan senja dengan sisi lain. Bukan untuk memilih fajar atau lebih memilih senja tetapi lebih pada memaknai akan hadirnya keduanya.



Fajar…

Secara nyata, hadirnya fajar jatuh pada pagi hari dimana petangnya malam dihapus perlahan dengan diawali datangnya waktu subuh dan diakhiri dengan terbitnya matahari. Diantara keduanya terdapat fajar yang menyingsing, menyambut pagi dengan udara yang segar karena bekas tetesan embun. Sang mentari mengawali kehidupan, orang-orang terbangun dari lelapnya tidur dan langit berubah menjadi cerah.
Secara makna, ibarat fajar diartikan sebagai semangat dalam berusaha untuk menghapus kegagalan-kegagalan dimasa yang akan datang. Ibarat petang sebagai kegagalan, fajar ibarat usaha dan langit yang  cerah ibarat masa depan yang cerah. Ketiganya membawa kepada kehidupan yang baik dari sebelumnya, menghapus yang buruk dan mendatangkan yang indah.



Senja...
Secara nyata, senja menutup langit yang cerah dengan kegelapan. Menghapus perlahan langit yang cerah berganti dengan malam. Diiringi semilir angin yang dingin pertanda malam tiba, pertanda berakhirnya sore hari. Warnanya jingga cenderung gelap, indah dimata sejuk di hati.
Secara makna, dapat saja senja dimakanai sebagai ikhlas karena kecerahan langit dihapus dengan gelapnya malam.  Ibarat kata, kita harus mengikhlaskan semua yang terlihat indah dimata kita yang belum tentu indah dimata Sang Pencipta, boleh saja yang terlihat gelap indah untuk kita. Malam adalah waktu kita untuk istirahat, banyak orang yang menginginkan waktu malam untuk beristirahat, banyak orang yang menantikan waktu malam karena untuk segera bertemu keluarga setelah lelahnya bekerja dan banyak orang menantikan waktu malam untuk bermunajat kepada Sang Pencipta. Banyak makna untuk senja sebagai penghantar di malam hari, maknai malam untuk istirahat dengan kehidupan yang memberatkan dan maknai senja sebagai penghantar untuk ikhlas di setiap proses kehidupan.

Dalam memaknai fajar dan senja seperti peng-ibaratan diatas maka kita sebagai manusia tidak untuk selalu memilih fajar atau memilih senja dalam kehidupan. Seperti langit, kita butuh keduanya. Selayaknya kehidupan, kita juga butuh keduanya. Memilih diantaranya, bukan keputusan yang tepat tetapi memilih keduanya sesuai dengan keadaan adalah keputusan yang bijak. Adakalanya kita berusaha untuk memperbaiki masa depan, karena kata Ibrahim malik (santri alumni pondok modern Gontor yang mendapat beasiswa Australia Awards Scholarship) “usahamu di masa sekarang adalah akumulasi masa yang akan datang”. Beliau sering menekankan kata-kata motivasi itu, menyemangati generasi-generasi muda untuk terus berusaha dan bersakit-sakit dahulu agar di masa yang akan datang dapat memperoleh hasilnya. Rasional, karena hasil yang besar tidak akan datang dengan serta merta, tanpa usaha keras. Tetapi, disamping itu kita juga harus pintar membaca kondisi karena tidak selamanya kita berusaha dan berusaha, ada saatnya untuk beristirahat atau bahkan berhenti dan sampai pada menghadirkan rasa keikhlasan dalam hati untuk terus melanjutkan kehidupan. Kita punya batas dalam menjalani kehidupan, tidak selamanya berjalan sesuai dengan keinginan. Kita terbatas dan Sang pencipta yang tidak mempunyai batas lah yang mempunyai kehendak dalam kehidupan kita. Usah mencampuri urusan Nya, karena kita lemah dan tidak tau apa-apa tentang masa depan kita. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha dan ikhlas di waktu yang tepat.  

Rabu, 06 Maret 2019

Love the game



Jatuh..bangkit lagi…jatuh..bangkit lagi,  terus seperti itu sampai kita menikmati ritme nya dan mencintai permainannya. Rule nya ngga boleh sampai hilang rasa. Jika hilang rasa bisa menanggalkan kepedulian..

Semua jatuh itu penuh konsekuensi, termasuk yang disukai banyak orang yaitu jatuh cinta, tapi disini ngga lagi bahas jatuh cinta. Bahas jatuh yang sesungguhnya: menyerah, putus asa, hilang arah, sedih, sakit, pilu dan sejenisnya. Apasih yang membuat kita sampai jatuh… Lupa? Khilaf?  Kufur?
Lupa, khilaf dan kufur memang benar membuat kita jatuh dan tersungkur, parahnya ya sampai tidak sadar bahwa sedang lupa, khilaf dan kufur. Kesadaran disaat jatuh itu penting, kalau sampai hilang diri ini akan terbawa oleh keterpurukan semakin terpuruk dan akan menyapu semangat untuk bangkit, yang ada semangat untuk semakin terpuruk. Energi yang buruk akan menuntun tuannya untuk berbuat kebodohan atau keteledoran dalam hidup, apapun itu. Sungguh amitamit..

Yuk, berdoa agar kita diberikan “pepeling”/pengingat/alarm…jangan jauh-jauh sama Allah. Allah hanya mau kita sabar dan berdoa, di surah Al-Baqarah 153 juga sudah disebutkan “Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu”…kalau jatuh sabar dulu, sabar lagi sabar terus baru deketin diri dan hati nya dengan Allah: sholat, tilawah, datang ke majlis ilmu dan berkumpul dengan orang-orang sholih. Kumpul dengan orang-orang sholih ini supaya kita ngga gampang lupa sama Allah, karena kita lagi di posisi butuh Allah kalau sampai jauh bisa bahaya..gitu. seringkali ya kita kalau pas kena ujian dan curhat ke orang, pasti jawabannya yang pertama dan utama adalah SABAR, karena kita memang disuruh sabar dulu ikhlas dan menerima apa yang terjadi dan sadar kalau Allah sebaik-baik penolong, baru deh kita sholat dan tilawah mengusir kepenatan sekaligus mengusir masalah yang ada. Masalah yang terjadi kita serahkan yang punya kehidupan ini, masalah itu kecil dan kita punya Allah yang Maha Besar Maha segalanya..

Semangat menjalani kehidupan dengan penuh syukur, sabar dan ikhlas… Jika ada ujian mungkin memang kita yang salah dalam perbuatan atau jauh sama Allah. Semoga kita dapat melewatinya dan menjalani prosesnya untuk lebih bertaqwa ^^