Selasa, 10 Februari 2026

Halo

Apa kabar?
Kurasa baik-baik saja
Jika kamu membaca ini, artinya kamu sedang bingung
Aku tau, membaca setiap bulannya tidak ada sebuah jawaban bagimu
Tapi terimakasih untuk semuanya
Kuharap sehat selalu dan selalu bahagia
Meski kenytaannya hidup tidak selalu begitu
Sakit dan sedih menjadi pemanis hidupmu
Tapi aku tetap berdoa semoga kebaikan selalu mengiringimu
Kuharap kau tetap menjadi orang yang baik seperti dulu
Walaupun jalannya berbeda, jalani dengan penuh syukur agar hidup terus berjalan dengan ringan
Jangan lupa jaga kesehatan, jaga makanan dan jaga olahraga
Semoga hidupmu selalu penuh dengan keberkahan
Hidup baik dan sehat dengan keluargamu :)

Sabtu, 07 Februari 2026

Menghitung Hari

Sadar atau tidak, merasa hidup ada diujung akhir
Entah dunia kapan berakhir, yang jelas semakin dekat
Tanda-tanda akhir yang begitu terlihat jelas
Manusia banyak yang semakin abai
Manusia banyak yang semakin terang-terangan melakukan kerusakan
Manusia banyak yang semakin tidak tau diri
Manusia banyak yang semakin rakus
Berita korupsi yang hampir setiap hari berbeda pelaku
Berita pelecehan seksual
Berita penyalahgunaan wewenang
Berita program-program negara yang semakin aneh dan kurang penting demi memenuhi keinginan seseorang
Berita kerusakan alam dan banjir yang diabaikan negara
Berita perluasan hutan sawit
Dan yang paling gong berita anak 10th dari NTT yang bunu*h dir* karena tidak bisa membeli alat tulis yang harganya dibawah 10rb
Dunia kini terlihat sedang diam, entah kapan waktunya tiba hingga alam membalasnya
Padahal 2-3 tahun lalu manusia bertingkah salah, alam terlihat begitu responsif
Tapi kini, terlihat senyap nan menakutkan
Balasan seperti apa yang akan dibuat
Yang jelas sudah saatnya mempersiapkan hal-hal yang tanpa aba-aba itu datang
Prepare for worst case

Rabu, 07 Januari 2026

Secure

Rasa yang hadir ketika didekatnya merasa aman
Tanpa rasa takut dan terintimidasi dengan hal-hal yang dianggap "wajar"
Padahal ada rasa ingin "dianggap" oleh sekitar tanpa memperdulikan apa yang sebenarnya kita butuhkan
Sebenarnya kebutuhan itu hanya ada kata "cukup",tapi keinginan lah yang merenggut kata "cukup" menjadi "kurang"
Karena komitmen dilandaskan pada tujuan yang fokus untuk "kita" bukan pandangan "mereka"
Budaya yang terkadang mengkuliti apa yang sebenarnya bukan kehendak kita, tapi mereka yang seakan mendikte
Padahal bukan "ranah" kita untuk menentukan, semua sudah ada yang mengatur
Bukankah baiknya kita fokus yang bisa kita perbaiki?
Bukan fokus kepada hal-hal yang bukan "ranah" kita untuk mengatur
Yang bisa kita atur, sedemikian baiknya diusahakan untuk bisa terwujud, tapi ada hal-hal yang diluar kendali" Memaksa pun akan berakhir pada ketidaknyamana dan ketidakamanan sebagai "kita"
Lantas pantaskah kita mengabaikan tujuan hidup di dunia yang sebenarnya?
Apa yang kita kejar dan kita perjuangkan?