Rabu, 13 November 2019

NovembeRide



Dirasa bulan November adalah bulan dimana menjadi sebuah titik
Entah titik apa, yang jelas banyak rintangannya
Titik balik, titik mulai dan titik akhir
Entah tahun ini jatuh pada titik yang mana
Dirasa bulan November terlalu banyak drama
Hingga diri yang menyusuri bingung
Alur ceritanya susah ditebak
Membingungkan dan menyedihkan
Kenapa banyak pahit dan tangisnya
Hanya saja kali ini,tidak terlalu nampak
Karena sibuk dengan hal lain
Tidak mau terlalu fokus dengan banyaknya drama yang dijalani
Hanya ingin fokus pada suatu hal yang nanti membawa ke arah yang lebih baik
Apalah daya, hanya manusia yang lemah tanpa daya
Hidup memang antara sabar dan syukur
Sabar untuk ujian
Dan syukur untuk nikmat
Pesanku..jangan menyerah 
Kendalikan diri yang kini terlampau jauh dari kendali


Selasa, 22 Oktober 2019

Prinsip, Ego dan Nafsu


Prinsip yang sudah dibangun sekian lama akan pudar jika tidak terjaga, pudar dengan keterpaksaan karena pengaruh. Bukannya menyalahkan pengaruh, hanya saja menyesal karena pertahanan diri yang mulai lemah. Bukan aku yang ingin, tapi kadang nafsu lebih menggiurkan disaat lengah dan setelah itu meyesal karena sifatnya hanya sesaat.  Menyadari kadang juga terlambat setelah melangkah mengikuti hawa nafsu yang pandai mengajak diri untuk mengikutinya.

Kadang terusik dengan lingkungan yang kurang mendukung sebuah prinsip, tapi mungkin inilah cara Allah agar aku tidak hanya hidup dengan sisi yang menurutku baik. Banyak hal yang harus dipelajari dan dipahami, tidak serta merta teguh pada ego diri. Ya, kadang egoku mendominasi sampai membutakan kemana emosi harus pergi. Mungkin dengan berbagai kondisi di sekitar mampu mengajarkan untuk memanajemen ego yang menjadi alasan.

Tapi dengan segala masalah yang ada, prinsip vs nafsu menjadi sebuah dilematika yang mengantarkan pada diri sendiri agar terukur seberapa kuat prinsip dan seberapa kuat diri menahan nafsu. Benar adanya kalau ada yang mengatakan, lawan terberat adalah diri sendiri. Semakin diri ini melawan semakin pula pergolakan di dalam diri sendiri memanas, kadang sampai bingung apa yang sebenarnya terjadi seperti ada masalah tapi tidak nampak. Mungkin pergolakan batin dan perang melawan diri sendiri adalah suatu hal yang melelahkan, jika tidak mengalah dengan ego lalu berdamai dengan diri sendiri.

Semoga tetap berjalan dengan semestinya, berpegang pada prinsip dan tidak ada yang tersakiti. Jika diri terluka, maka ikhlaskan karena disitu masih ada hikmah yaitu belajar dan jangan menyakiti setelahnya. Tidak ada salahnya belajar dari luka. Dan jika langkah ini membawa pada tujuan yang semestinya, semoga Allah tetap melindungi dan meridhoi.


Selasa, 24 September 2019

Fase Perjuangan


Setelah merasakan dan berfikir..

Kini mulai menyadari, bahwa semua yang kita dapatkan harus melewati proses dan juga kerja keras. Hasil akan mustahil jika didapatkan dengan serta merta gratis tanpa usaha. Konyol, jika menginginkan suatu hal  tanpa bersusah payah. Mungkin ada banyak diluar sana yang mendapatkan keinginannya dengan mudah dan ada yang dengan mudahnya menuruti liarnya hawa nafsu yang tak pernah ada habisnya.

Tapi..
Jika tanpa kerja keras, usaha, komitmen, niat, sabar, ikhlas dan doa maka hasilnya akan menjadi suatu hal yang kurang berharga. Keinginan yang hanya sekedar keinginan tak bernilai, setelah mendapatkan ingin mengacuhkan atau membuang karena sudah merasa puas dan mudah mendapatkannya. Justru sesuatu yang berharga itu didapat dengan kesulitan, luka, rasa bosan, pedih, tersiksa, kerja keras dan menahan sesuatu hal yang sebenarnya bisa dilakukan tetapi harus menahan karena perihal waktu atau kesempatan.

Perihal waktu

Sabar adalah erat kaitannya dengan waktu, begitupun usaha yang tak luput dengan hasil. Hasil yang diusahakan tidak selalu cepat, tetapi pasti tiba di waktu yang tepat. Usaha keras, sabar dan ikhlas serta doa akan menjadi jawaban terindah jika diiringi dengan syukur. Akan tiba masanya kerja keras yang diusahakan selama berjuang akan terbayar lunas selagi komitmen dan tidak goyah. Sesuatu yang berharga diperoleh dengan cara yang tidak mudah, harus bersusah payah bahkan sampai berdarah-darah. Seperti layaknya emas dan permata yang mendapatkannya harus menggali jauh di dasar bumi setelah itu harus diolah kembali agar menjadi sesuatu yang berharga.

Memaknai sebuah perjuangan adalah agar paham tentang sebuah hasil. Hasil yang dinikmati tidak lagi menjadi milik sendiri tetapi juga tidak segan untuk berbagi..karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama.

Rabu, 04 September 2019

Sibuk Dengan Kalian

Lama tak bersua
Semua terjadi karena mereka yang mewarnai selama 45 hari
Mereka yang memberi warna tawa dan tangis
Mereka yang membuat lupa semua tentang beban yang selama ini
Mereka yang menyadarkan tentang berbagai sisi kehidupan
Dan lewat mereka Allah menitipkan kerinduan yang sudah terjalin mulai sekarang
Sekian detik berpisah sudah merasakan kerinduan
Entah bagaimana nanti jika berpisah
Benar, jika ini hanya kegiatan yang akan berlalu
Tapi, bagiku lebih dari sekedar itu
Sudahlah...
Kita nikmati masa-masa ini sebelum berpisah
Seberapa susah, seberapa berat
Semua itu mudah jika kita bersama dan saling menguatkan


Sabtu, 20 Juli 2019

Sampai Kapan Laga Perang Dagang Akan Berakhir?


Perang dagang yang di mulai oleh Donald Trump masih berlanjut hingga saat ini. Pada tanggal 31 Mei 2019 Donald Trump mengumumkan tarif impor dari Meksiko sebesar 5 persen yang berlaku mulai 10 Juni 2019. Hal ini juga terjadi sebelumnya oleh China yang mendapat tarif 25 persen atau senilai USD 200 miliar pada bulan Mei lalu. China juga menyayangkan keputusan yang diambil Amerika, tapi China juga membalas dengan menaikkan tarif impor untuk barang-barang asal AS yang senilai US$60 miliar pada 1 Juni 2019. Perang dagang yang dipelopori oleh Donald Trump ini tentu membawa dampak perekonomian global, bukan sekedar negara-negara yang dikenakan kenaikan tarif impor yang merasakan dampaknya. Mengingat Amerika dan China adalah negara adidaya dengan perekonomian yang kuat maka kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan akan secara langsung berpengaruh pada negara-negara lain. Donald Trump sampai saat ini masih mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang cukup mengkhawatirkan bagi negara-negara lain.
Lalu apakah dampaknya perang dagang bagi perekonomian Indonesia? Dalam hal ini tentu saja yang berdampak secara langsung adalah ekspor yang kini tidak lagi bisa menjadi andalan karena Amerika adalah mitra dagang Indonesia kedua yang menyumbang total ekspor Indonesia. Selain itu, Indonesia termasuk negara yang melakukan ekspor bahan mentah diantara dua negara yaitu Amerika dan China, inilah alasan mengapa Indonesia terkena dampak secara langsung perihal ekspor. Defisit neraca perdagangan Indonesia kini semakin melebar, hingga pada April 2019 BPS menyebutkan defisit tembus US$ 2,5 miliar.
Seiring dengan defisit nya neraca perdagangnya, juga disusul dengan naiknya neraca anggaran karena turunnya Pph migas dan perlambatan penerimaan pajak sedangkan realisasi belanja tidak beda jauh dengan tahun lalu. Menurut menteri keuangan “Perang dagang ini akan berlangsung lama karena, sehingga Indonesia harus hati-hati dan waspada dalam menjaga ekonomi global”.

Selasa, 18 Juni 2019

Sebuah Rasa



Sudah lama rasa ini bersembunyi di relung yang dalam
Bersemayam penuh dengan kedamaian
Tak peduli akan puisi atau ungkapan
Tak juga mengenal rindu yang menyakitkan
Entah,
Semenjak itu..
Kembali kepada kenangan dan harapan
Kini rasa itu kembali
Takut..jika rasa itu mengusik sampai dalam
Memang hanya diri sendiri yang bisa menghentikan
Bodohnya..terkadang menuruti bisikan-bisikan dari rasa itu
Ingin saja menghapusnya, karena tak pandai mengobati jika terluka
Kesalahan ini adalah rasa yang tidak tepat pada waktunya
Rasa yang mampu dilukai oleh takdir
Bukan salah takdir tapi salah diri sendiri
Salah diri sendiri yang dengan mudahnya menghadirkan tanpa berfikir
Sulit rasanya mencari kedamaian itu kembali
"Kedamaian yang tanpa rasa"
Seandainya..
Rasa itu mengerti akan waktu
Ingin sekali memperjuangkannya
Berharap rasa ini tidak menjadi luka
Dear (titik titik)
Tinggalkan diri ini sejenak, berjuanglah untuk dirimu
Untuk kebaikanmu, jangan biarkan dirimu juga terluka
Jaga diri baik baik
Jangan lupa terus berdoa kepada Sang pemilik waktu
Jangan lupa meminta pentunjuk kepada Sang pemilik hati
Dan jangan lupa untuk kembali
Di waktu yang tepat saat rasa itu masih terikat
Tapi..
Jika takdir yang menghapus rasa, maka jangan ragu untuk pergi
Jika waktu yang mendahului menjawab takdir yang ditunggu, maka mari kita ikhlaskan


Dari,
Sebuah rasa yang menunggu


Sabtu, 08 Juni 2019

Sharing is Caring: Menuju Pernikahan



Sebenernya udah lama mau nulis ini, waktu pertama lihat video you tube nya gita savitri yang membahas tentang menikah. Doi belum menikah pada waktu itu, dan sekarang sudah menikah. Di video itu dia membahas perihal latah menikah. Latah menikah adalah seputar menikah karena tuntutan usia, sebuah trend atau gara-gara di bully teman. Fenomena latah menikah ini menurutnya hanya sekedar ikut-ikutan menikah karena lingkungan mendukung peristiwa itu, bukan karena kesiapan dari seseorang yang melakukan latah menikah tadi. Itu gambaran kasarnya, mereka yang mengikuti latah menikah ini kebanyakan orang-orang yang sensitif perihal status sosial di lingkungannya, menganggap dirinya berbeda (belum menikah) adalah hal yang kurang wajar dan mungkin tidak nyaman saat berada di lingkungan. Untuk menutup hal itu, latah menikah adalah jawaban yang menurutnya tepat.

Disini, bukan menjudge mereka yang menikah muda adalah yang latah menikah. Tetapi lebih kepada orang-orang yang menikah hanya sekedar alasan untuk menutup atau membungkam mulut-mulut mereka yang membully atau alasan diri sendiri yang risih pada status sosial. Padahal menikah adalah suatu perjalanan yang butuh bekal dan kesiapan lahir batin. Menikah akan sangat berat, jika hanya bebekal suatu teori atau hanya berbekal ego diri karena dibully. Menikah akan mudah, jika seseorang menjadi pembelajar yang ulung. Pembelajar disini dimulai dari sebelum menikah, ketika diri sudah mulai dewasa dan menyadari bahwa menikah itu perlu maka lebih baik bersegera mencari tau apa saja bekal untuk menikah. Bukan hanya perihal akad atau resepsi yang dipersiapkan tetapi lebih kepada kematangan ego dan kesiapan diri. Mungkin lebih tepatnya mencari informasi kepada mereka yang sudah menjalaninya, jadi dapat menggali informasi dari yang sudah berpengalaman. Lebih banyak ngobrol dengan mereka-mereka yang sudah menikah agar kelak ketika dihadapkan dengan permasalahan rumah tangga tidak begitu kaget. Berlatih selagi sigle, berlatih dengan menghadapi permasalahan-permasalahan saat ini agar ketika menghadapi permasalahan yang akan datang lihai mengatasinya, bukan mudah tapi lebih karena terbiasa. Semoga tidak bosan menjadi pembelajar yang ulung, entah jodoh atau maut yang mendahului. Niat awal hidup hanya mencari RidhoNya, maka menikah adalah salah satu tuntunan yang mendekatkan kita dengan RidhoNya.