Sabtu, 21 Juni 2025

Luas

Apa yang kita lihat dan alami terkadang membuat kita sadar
Sesuatu hal yang sederhana atau bahkan sepele
Membuat kita luluh, ikhlas dan mudah memaafkan
Hati yang luas adalah bermula dengan kepedihan atau kepahitan
Terkadang bisa menjadi dendam atau maaf itu tergantung pillihan
Jika memilih untuk dendam maka hidup terasa dua kali lebih berat
Tetapi jika kita memilih maaf untuk mereka yang menyakiti dan mengikhlaskannya
Maka kita termasuk orang-orang yang menang

Kemanapun kehidupan ini akan bermuara, sejatinya akan kembali
Entah kita ingin kembali seperti apa, dalam wujud apa, dalam kepribadian yang seperti apa
Pilihan yang kurang tepat jika hati sesak penuh amarah, iri dan benci
Karena yang seperti itu akan sangat merugi
Lepaskan yang membuat kita sakit dan pedih
Kita berhak bahagia dan akan kembali bersyukur
Hidup ini hanya sekali maka usahakan yang terbaik, bukan yang terugi

Minggu, 08 Juni 2025

Hati dan Jiwa

"Memaafkan dan memahami adalah hal yang memerdekakan hati"- mestyariotedjo
Kutipan kalimat yang patut dipegang dalam menjalani kehidupan
Ini berlaku untuk kehidupan pribadi sehari-hari
Tidak berlaku untuk kesalahan atau penyimpangan secara umum
Kenapa pribadi? karena dalam kehidupan ini banyak bertemu hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan
Padahal hal itu wajar, rejected is normal
Tapi jika hati kita tidak menerimanya, kita akan tenggelam
Tenggelam dalam amarah, bahkan dendam yang merugikan diri sendiri
Mungkin dendam bisa sampai merugikan orang lain, tapi sebenarnya dendam justru lebih menghancurkan diri sendiri
Emosi terpendam yang ada di hati akan merusak jiwa yang tanpa sadar jauh dari jiwa yang sebenarnya

Seiring berjalannya waktu, jika mau menyadari
Akan sadar segala muara kepenatan berasal dari hati yang tidak tenang, berasal dari dendam
Berasal dari emosi yang terpendam
Berasal dari susahnya kita menuruti ego untuk mengeraskan hati
Padahal hanya butuh hati yang ikhlas untuk memaafkan dan menerima apa yang terjadi
Mungkin mudah untuk menuliskan atau mengucapkan, tapi mari kita coba untuk memaafkan segala hal yang menyakitkan
Mari mencoba untuk mengendalikan emosi sesaat yang banyak merugikan diri
Mari mencoba untuk berpikir jernih dan mengundang kesadaran agar tenang senantiasa hadir untuk meredam kekalutan
Mari belajar untuk terus sadar akan segala hal yang rumit butuh untuk diurai.