Selasa, 30 September 2025

Syukur

September ini luar biasa
Banyak syukur yang senantiasa terpanjat
Keputusan yang menjadikan awal perjalanan baru
Banyak pihak yang mendoakan
Bersyukur atas segala perjalanan yang tidak mudah
Melalui berbagai momen membawa banyak hikmah dan berkah
Dan seiring berjalannya waktu
Ada kabar yang membahagiakan dan mengharukan dari sahabatku
Dengan segala keyakinannya melalui segala kebaikannya
Kejadiannya begitu singkat tapi mengena
Begitu jelas dan sangat bijak
Perjalanannya menginspirasi dan layak untuk didapat
Dijaga dengan kehormatannya hingga bermuara
Doaku terus terpanjat mengiringi perjalananmu kelak
Kemudian melanjutkan juga perjalananku yang kini bagai sungai yang mengalir nan terlihat ikan didalamnya

Sabtu, 30 Agustus 2025

30 Agustus 2025

Hanya ingin mengeluarkan isi kepala dan hati nurani yang masih ada
Kepedulian yang tersisa untuk negeri tercinta yang kini sedang merintih sakit karena ulah pemerintah yang korupsi
Situasi terkini yang ada adalah kenyataan pahit setelah 10 tahun terakhir bertumpuk
Butuh waktu lumayan lama untuk menyadarkan masyarakat sampai pada puncaknya yang memang sudah tidak lagi dibendung
Mereka yang berkuasa tidak ada lagi urat malu dan "sungkan" untuk terus menindas rakyat dengan pajak tinggi yang digunakan untuk kepentingan pribadi
Untuk kepentingan "mereka" yang membantu menyukseskan pemilu yang lalu
Jabatan dan kekuasan dibagi rata agar kekuasaan terus berjalan dengan membabi buta menggerus kepentingan rakyat
Rasa marah dan kecewa ini tersulut karena mereka bertingkah arogan dan menganggap rakyat sama sekali tidak penting dan bodoh
Mereka tidak sadar bahwa fasilitas yang dinikmati ada bagian uang rakyat yang kerja siang dan malam untuk membayar pajak bermuara pada gaji dan tunjangan sampai milyaran
Aksi demi aksi yang berawal di tanggal 28 Agustus 2025 ini karena ulah wakil rakyat yang arogan dan merendahkan rakyat
Gaji dan tunjangan yang meroket tidak masuk akal itu menyulut amarah karena disaat yang sama banyak masyarakat kini yang hidup dengan keprihatinan
Bahan pokok yang semakin hari semakin mahal dan proyek-proyek pemerintah yang jauh dari keta berhasil
Gaji guru yang kecil dan dianggap beban
Fasilitas umum yang begitu-begitu saja
Transportasi umum yang kurang memadai dan terbatas
Pendidikan tinggi mahal
Pengangguran masih tinggi
Kebijakan proyek asing yang longgar
Hutan-hutan dirusak demi proyek fantastis
Masyarakat adat tergusur
Diantara kondisi yang sulit ini, pejabat-pejabat dengan mudahnya bertutur ngelantur dan berjoget ria diatas penderitaan rakyat
Yang dilabeli wakil rakyat yang sama sekali tidak mewakili rakyat dan tidak pro-rakyat juga memberikan statement yang mengundang kontroversi
Mereka hidup dengan kemewahan dari uang rakyat yang diperas terus menerus
Semua yang terjadi hari ini atas aksi-aksi masyarakat sipil yang murni tanpa ditunggangi pihak manapun, pantas dan layak dilakukan
Suara-suara mereka yang turun dijalan ataupun di media apapun adalah kebenaran yang harus dilakukan
Diam itu bukan pilihan, semua rakyat normalnya harus bersuara
Diam hanya membawaa kita pada penderitaan yang akan terus dilanggengkan penguasa
Mereka akan terus menindas dan memeras uang rakyat
Korupsi akan terus berbudaya
Sampai kapan penderitaan ini berakhir, jika rakyat hanya tunduk dan diam?
Melawan adalah jalan untuk mengawali pemberantasan pemerintah korupsi dan mengakhiri penderitaan
Tanggal 28 Agustus 2025 aksi dimulai dari gedung DPR dan terdapat korban driver ojol dari goj*k yang meninggal karena terlindas mobil baracuda
Tanggal 29 Agustus berita meledak karena rakyat marah atas tindakan pol*s* yang dianggap melewati batas
Atas kejadian itu presiden merilis video ucapan bela sungkawa, tidak dengan permintaan maaf atas gagalnya pemerintah selama ini
Tidak ada menyinggung soal "kenapa rakyat melakukan aksi demonstrasi di gedung DPR?"
Sebatas pernyataan bahwa akan menindak tegas aparat yang terlibat dan membantu keluarga korban
So far kita tahu bagaimana sikap pemimpin kita yang tidak perlu dijelaskan ditulisan ini karena bertujuan hanya menuliskan keadaan dan situasi terkini
Kota-kota lain menyusul demo sampai membakar gedung DPR
Tanggal 30 Agustus 2025 ini update dari berita yang beredar mulai banyak provokator ditengah aksi ini
Dari instagram Ferry Irwandi yang ikut berdemonstrasi menghimbau untuk "saling jaga sesama warga" Halte GBK yang terbakar dan fasilitas-fasilitas umum murni bukan tindakan demonstran yang murni menyampaikan aspirasi mereka
Mereka yang merusak bagian dari "oknum" yang bertujuan untuk mengecoh rakyat dan melabeli demonstran sebagai perusak fasiliats umum
Dari Instagram Malaka Project (komunitas revolusi) menghimbau untuk menahan demo karena banyak penyusup yang menjadi provokator ditengah aksi
Tentu kericuhan yang terjadi saat ini bukanlah perbuatan demonstran, melainkan mereka yang ingin memecah belah persatuan rakyat yang ingin menuntut keadilan pemerintah


Istilah-istilah yang keluar saat ini: ACAB: All Cops Are Bastards 1312: Urutan huruf abjad dari ACAB Tone deaf: pemerintah yang dianggap tuli dan enggan mendengarkan demonstran

Sabtu, 16 Agustus 2025

Menyerah-kan Semua

Menyerah dan menyerahkan ternyata punya kata yang mirip tapi berbeda jauh
Dua kata yang berlawanan
Kurasa semua kata memang berbeda makna sekalipun sama persis hurufnya
Tapi di waktu dan momen berbeda tentu berbeda pula artinya
Ternyata semua kita sadari saat menjalaninya

Menyerah identik dengan putus asa dan mengakhiri atas segala yang sudah diusahakan
Menyerahkan dekat dengan usaha yang terus tanpa berekspektasi tertentu dengan hasil
Mungkin putus asa umumnya dianggap hal yang negatif atau dirasa kalah dengan keadaan
Padahal mengakhiri atas segala yang diusahakan juga tidak melulu soal hal yang dianggap remeh karena tidak mengusahakan
Tapi ada pula yang mengakhiri segala nya karena sadar diri karena terlalu jauh
Karena terlalu lelah dan menyiksa diri sendiri
Menjadi jauh dengan diri sampai tak mengenal siapa dan apa yang sebenarnya diperjuangkan

Lalu mungkin saja prosesnya bisa dimulai dengan menyerahkan
Berhenti dan merasa cukup dengan segala hal yang cukup menguras energi sebanyak ini
Terkadang memang harus berhenti, ketika apa yang diusahakan membuat kita lelah dan menciderai diri sendiri
Mental dan hati yang sakit jadi dampaknya
Padahal mungkin kita terlalu sibuk dengan apa yang kita kejar yang tak tau arahnya kemana
Hari-hari hanya habis untuk mengeluh dan cemas akan segala hal yang belum terjadi
Mengutuk kehidupan yang padahal berjalan biasa saja, tapi seolah kita yang paling sakit dan menderita

Coba mulai untuk menyerahkan, berhenti sebentar dan escape
Melihat semua dari kejauhan
Apa yang sedang kita perjuangkan sekarang
Jika sudah, dan sadar akan apa yang telah dijalani selama ini
Mungkin menyerahkan semua hasilnya dengan tidak berekspektasi yang lebih
Mari merasa cukup dan lebih banyak bersyukur dari pada mengutuk kehidupan yang sebenarnya anugerah

Jumat, 11 Juli 2025

I Will Hold Your Hand

Thank you for this step
Thank you for being strong until this way
Thank you for your effort
Thank you for choosing not to give up

Sabtu, 21 Juni 2025

Luas

Apa yang kita lihat dan alami terkadang membuat kita sadar
Sesuatu hal yang sederhana atau bahkan sepele
Membuat kita luluh, ikhlas dan mudah memaafkan
Hati yang luas adalah bermula dengan kepedihan atau kepahitan
Terkadang bisa menjadi dendam atau maaf itu tergantung pillihan
Jika memilih untuk dendam maka hidup terasa dua kali lebih berat
Tetapi jika kita memilih maaf untuk mereka yang menyakiti dan mengikhlaskannya
Maka kita termasuk orang-orang yang menang

Kemanapun kehidupan ini akan bermuara, sejatinya akan kembali
Entah kita ingin kembali seperti apa, dalam wujud apa, dalam kepribadian yang seperti apa
Pilihan yang kurang tepat jika hati sesak penuh amarah, iri dan benci
Karena yang seperti itu akan sangat merugi
Lepaskan yang membuat kita sakit dan pedih
Kita berhak bahagia dan akan kembali bersyukur
Hidup ini hanya sekali maka usahakan yang terbaik, bukan yang terugi

Minggu, 08 Juni 2025

Hati dan Jiwa

"Memaafkan dan memahami adalah hal yang memerdekakan hati"- mestyariotedjo
Kutipan kalimat yang patut dipegang dalam menjalani kehidupan
Ini berlaku untuk kehidupan pribadi sehari-hari
Tidak berlaku untuk kesalahan atau penyimpangan secara umum
Kenapa pribadi? karena dalam kehidupan ini banyak bertemu hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan
Padahal hal itu wajar, rejected is normal
Tapi jika hati kita tidak menerimanya, kita akan tenggelam
Tenggelam dalam amarah, bahkan dendam yang merugikan diri sendiri
Mungkin dendam bisa sampai merugikan orang lain, tapi sebenarnya dendam justru lebih menghancurkan diri sendiri
Emosi terpendam yang ada di hati akan merusak jiwa yang tanpa sadar jauh dari jiwa yang sebenarnya

Seiring berjalannya waktu, jika mau menyadari
Akan sadar segala muara kepenatan berasal dari hati yang tidak tenang, berasal dari dendam
Berasal dari emosi yang terpendam
Berasal dari susahnya kita menuruti ego untuk mengeraskan hati
Padahal hanya butuh hati yang ikhlas untuk memaafkan dan menerima apa yang terjadi
Mungkin mudah untuk menuliskan atau mengucapkan, tapi mari kita coba untuk memaafkan segala hal yang menyakitkan
Mari mencoba untuk mengendalikan emosi sesaat yang banyak merugikan diri
Mari mencoba untuk berpikir jernih dan mengundang kesadaran agar tenang senantiasa hadir untuk meredam kekalutan
Mari belajar untuk terus sadar akan segala hal yang rumit butuh untuk diurai.

Senin, 12 Mei 2025

Tidak

Jika dalam hidup ada pilihan
Maka tentu pilihannya selalu antara iya atau tidak
Jika dalam sebuah harapan dihadapkan dalam pilihan
Iya adalah jawaban dari pilihan dan tidak juga jawaban dari pilihan
Keduanya tidak ada bedanya
Hanya saja kita lekat kecewa dengan jawaban tidak

Padahal pilihan "tidak" bisa saja membawa kita kepada tujuan yang pasti
Bukan sekedar harapan yang tak pasti
Maka bersyukur ketika kita dihadapkan langsung dengan pilihan
Iya atau tidak adalah keputusan
Lantas mengapa menunda dan berlarut-larut?
Mungkin saja banyak yang kurang nyaman atau takut dengan jawaban "tidak"

So, let's make decision and face off the result
Kenyataan yang pahit mungkin lebih pasti
Dari pada berlarut dalam harapan yang belum pasti
Terkadang terlalu nyaman dengan denial
Terkadang takut untuk menghadapi sebuah keputusan
Tapi jika butuh waktu dan kesiapan untuk menghadapi, maka ikutilah sampai batas