Lama tak bersua
Semua terjadi karena mereka yang mewarnai selama 45 hari
Mereka yang memberi warna tawa dan tangis
Mereka yang membuat lupa semua tentang beban yang selama ini
Mereka yang menyadarkan tentang berbagai sisi kehidupan
Dan lewat mereka Allah menitipkan kerinduan yang sudah terjalin mulai sekarang
Sekian detik berpisah sudah merasakan kerinduan
Entah bagaimana nanti jika berpisah
Benar, jika ini hanya kegiatan yang akan berlalu
Tapi, bagiku lebih dari sekedar itu
Sudahlah...
Kita nikmati masa-masa ini sebelum berpisah
Seberapa susah, seberapa berat
Semua itu mudah jika kita bersama dan saling menguatkan
Rabu, 04 September 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
Sampai Kapan Laga Perang Dagang Akan Berakhir?
Perang dagang yang di mulai oleh Donald Trump masih
berlanjut hingga saat ini. Pada tanggal 31 Mei 2019 Donald Trump mengumumkan
tarif impor dari Meksiko sebesar 5 persen yang berlaku mulai 10 Juni 2019. Hal ini
juga terjadi sebelumnya oleh China yang mendapat tarif 25 persen atau senilai USD 200
miliar pada
bulan Mei lalu. China juga menyayangkan keputusan yang diambil Amerika, tapi
China juga membalas dengan menaikkan tarif impor untuk
barang-barang asal AS yang senilai US$60 miliar pada 1 Juni 2019. Perang
dagang yang dipelopori oleh Donald Trump ini tentu membawa dampak perekonomian
global, bukan sekedar negara-negara yang dikenakan kenaikan tarif impor yang
merasakan dampaknya. Mengingat Amerika dan China adalah negara adidaya dengan
perekonomian yang kuat maka kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan akan secara
langsung berpengaruh pada negara-negara lain. Donald Trump sampai saat ini
masih mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang cukup mengkhawatirkan bagi
negara-negara lain.
Lalu apakah dampaknya perang dagang bagi
perekonomian Indonesia? Dalam hal ini tentu saja yang berdampak secara langsung
adalah ekspor yang kini tidak lagi bisa menjadi andalan karena Amerika adalah
mitra dagang Indonesia kedua yang menyumbang total ekspor Indonesia. Selain
itu, Indonesia termasuk negara yang melakukan ekspor bahan mentah diantara dua
negara yaitu Amerika dan China, inilah alasan mengapa Indonesia terkena dampak
secara langsung perihal ekspor. Defisit neraca perdagangan Indonesia kini
semakin melebar, hingga pada April 2019 BPS menyebutkan defisit tembus US$ 2,5 miliar.
Seiring dengan defisit
nya neraca perdagangnya, juga disusul dengan naiknya neraca anggaran karena
turunnya Pph migas dan perlambatan penerimaan pajak sedangkan realisasi belanja
tidak beda jauh dengan tahun lalu. Menurut menteri keuangan “Perang dagang ini
akan berlangsung lama karena, sehingga Indonesia harus hati-hati dan waspada
dalam menjaga ekonomi global”.
Selasa, 18 Juni 2019
Sebuah Rasa
Sudah lama rasa ini bersembunyi di relung yang dalam
Bersemayam penuh dengan kedamaian
Tak peduli akan puisi atau ungkapan
Tak juga mengenal rindu yang menyakitkan
Entah,
Semenjak itu..
Kembali kepada kenangan dan harapan
Kini rasa itu kembali
Takut..jika rasa itu mengusik sampai dalam
Memang hanya diri sendiri yang bisa menghentikan
Bodohnya..terkadang menuruti bisikan-bisikan dari rasa itu
Ingin saja menghapusnya, karena tak pandai mengobati jika
terluka
Kesalahan ini adalah rasa yang tidak tepat pada waktunya
Rasa yang mampu dilukai oleh takdir
Bukan salah takdir tapi salah diri sendiri
Salah diri sendiri yang dengan mudahnya menghadirkan tanpa
berfikir
Sulit rasanya mencari kedamaian itu kembali
"Kedamaian yang tanpa rasa"
Seandainya..
Rasa itu mengerti akan waktu
Ingin sekali memperjuangkannya
Berharap rasa ini tidak menjadi luka
Dear (titik titik)
Tinggalkan diri ini sejenak, berjuanglah untuk dirimu
Untuk kebaikanmu, jangan biarkan dirimu juga terluka
Jaga diri baik baik
Jangan lupa terus berdoa kepada Sang pemilik waktu
Jangan lupa meminta pentunjuk kepada Sang pemilik hati
Dan jangan lupa untuk kembali
Di waktu yang tepat saat rasa itu masih terikat
Di waktu yang tepat saat rasa itu masih terikat
Tapi..
Jika takdir yang menghapus rasa, maka jangan ragu untuk
pergi
Jika waktu yang mendahului menjawab takdir yang ditunggu,
maka mari kita ikhlaskan
Dari,
Sebuah rasa yang menunggu
Sabtu, 08 Juni 2019
Sharing is Caring: Menuju Pernikahan
Sebenernya udah lama mau nulis ini,
waktu pertama lihat video you tube nya gita savitri yang membahas tentang
menikah. Doi belum menikah pada waktu itu, dan sekarang sudah menikah. Di video
itu dia membahas perihal latah menikah. Latah menikah adalah seputar menikah
karena tuntutan usia, sebuah trend atau gara-gara di bully teman. Fenomena latah
menikah ini menurutnya hanya sekedar ikut-ikutan menikah karena lingkungan
mendukung peristiwa itu, bukan karena kesiapan dari seseorang yang melakukan latah
menikah tadi. Itu gambaran kasarnya, mereka yang mengikuti latah menikah ini
kebanyakan orang-orang yang sensitif perihal status sosial di lingkungannya,
menganggap dirinya berbeda (belum menikah) adalah hal yang kurang wajar dan
mungkin tidak nyaman saat berada di lingkungan. Untuk menutup hal itu, latah
menikah adalah jawaban yang menurutnya tepat.
Disini, bukan menjudge mereka yang
menikah muda adalah yang latah menikah. Tetapi lebih kepada orang-orang yang
menikah hanya sekedar alasan untuk menutup atau membungkam mulut-mulut mereka
yang membully atau alasan diri sendiri yang risih pada status sosial. Padahal menikah
adalah suatu perjalanan yang butuh bekal dan kesiapan lahir batin. Menikah akan
sangat berat, jika hanya bebekal suatu teori atau hanya berbekal ego diri
karena dibully. Menikah akan mudah, jika seseorang menjadi pembelajar yang ulung.
Pembelajar disini dimulai dari sebelum menikah, ketika diri sudah mulai dewasa
dan menyadari bahwa menikah itu perlu maka lebih baik bersegera mencari tau apa
saja bekal untuk menikah. Bukan hanya perihal akad atau resepsi yang
dipersiapkan tetapi lebih kepada kematangan ego dan kesiapan diri. Mungkin lebih
tepatnya mencari informasi kepada mereka yang sudah menjalaninya, jadi dapat
menggali informasi dari yang sudah berpengalaman. Lebih banyak ngobrol dengan
mereka-mereka yang sudah menikah agar kelak ketika dihadapkan dengan permasalahan
rumah tangga tidak begitu kaget. Berlatih selagi sigle, berlatih dengan menghadapi permasalahan-permasalahan saat ini agar ketika menghadapi permasalahan yang akan datang lihai mengatasinya, bukan mudah tapi lebih karena terbiasa. Semoga tidak bosan menjadi pembelajar yang ulung, entah jodoh atau maut yang mendahului. Niat awal hidup hanya mencari RidhoNya, maka menikah adalah salah satu tuntunan yang mendekatkan kita dengan RidhoNya.
Rabu, 15 Mei 2019
Yuk Jadi Generasi Outlier Millenial
Terinspirasi dari Rahmat Dwi Putranto (CEO Legal Go)
di start up and youth empowerment talks Indonesia Scholarship Festival 2019.
Outlier
Milenial adalah generasi milenial yang berbeda dengan
generasi milenial pada umumnya. Yang dimaksud pada umumnya adalah mereka yang
melek teknologi tapi hanya sebatas untuk kepentingan sosial media atau game,
mereka yang menjadi malas karena ketergantungan teknologi, mereka yang anti
sosial karena mengandalkan sosial media untuk berkomunikasi, dan lain
sebagainya. Outlier yang dimaksud
disini adalah keluar dari zona nyaman dibalik pandangan-pandangan secara umum
generasi milenial itu sendiri, misalnya memanfaatkan teknologi untuk membantu suatu
karya yang sesuai dengan passion/kegemaran nya dan tidak ketergantungan pada
sosial media yang mengakibatkan enggan bersosialisasi secara langsung. Outlier
milenial cenderung menggantungkan segala hal pada usaha-usaha dan proses yang
dilakukan, tidak bergantung pada suatu hal yang membuatnya tidak mandiri. Dengan
tetap memanfaatkan teknologi, bahkan perlu tetapi hanya sebatas untuk membantu
karena efisiensi dan mengikuti perkembangan jaman yang semakin canggih. Oleh
karena itu outlier milenial juga tidak boleh tertinggal oleh teknologi, karena
pemanfaatan teknologi ini selalu berkembang dan mampu merubah pola kehidupan
yang ada di masyarakat.
Dibalik pandangan
secara umum generasi milenial tentu ada ketakutan-ketakutan yang dirasakan
generasi milenial pada umumnya, yaitu:
1. Merasa
pencapaiannya tidak dihargai atau diapresiasi orang lain. Ketakutan ini
merupakan suatu penyakit karena kurang menghargai diri sendiri, potensi yang
ada bisa hilang karena tidak percaya diri dan terlalu merendahkan diri sendiri.
2. Terlalu
fokus pada pencapaian orang lain. Hal ini dapat memecah fokus pada tujuan dari
impian dan membandingkan pencapaian diri sendiri dan orang lain. Padahal proses
kesuksesan dari masing-masing orang itu berbeda.
3. Shame,
guilt and hatred. Tiga hal yang harus di delete dari pemikiran generasi millenial, karena ketiganya adalah toxic yang mampu menghambat tujuan yang akan di raih. tapi, ketiganya juga perlu dalam kadar dan situasi tertentu agar semuanya seimbang. contohnya: ketika menghadapi suatu kegagalan adakalanya kita malu untuk membangun rasa bersalah dan akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
The
can do, will do generation…Generasi
milenial harus dapat melakukan hal-hal yang dapat dijadikan bekal dalam
menghadapi masa depan yang serba canggih dan menjadikan kemampuannya untuk
melahirkan suatu karya yang bermanfaat, selain itu dapat menakhlukan
ketakutan-ketakutan generasi milenial seperti banyak ide tapi tanpa eksekusi
dan kurang menghargai pencapaian diri sendiri.
Tips untuk menjadi Outlier Milenial:
1. Generalist
& Spesialist they both needed in this world
Menjadi
seseorang yang generalis (cakap dalam berbagai bidang) atau menjadi seseorang
yang spesialis (ahli dalam satu bidang) keduanya sama sama dibutuhkan di dunia
ini. Untuk menjadi generalis harus pandai mengatur atau memanajemen waktu dan
tenaga sesuai dengan kemampuan sedangkan untuk menjadi spesialis harus fokus
pada satu bidang untuk lebih pintar dalam menggali potensi yang sesuai dengan
kemampuan.
2. Mix
your passion with practicality into a real work
Setiap
orang pasti mempunyai passion masing-masing. Sebuah passion harus dapat
menghasilkan suatu karya yang bermanfaat untuk masyarakat atau minimal
bermanfaat untuk diri sendiri.
3. At
the end of the day it’s all
Tentang
sebuah usaha untuk mengeksukusi ide. Ide itu sangat murah bahkan tak ternilai
jika hanya sekedar di pikiran saja, berbeda dengan suatu ide yang diusahakan
atau dieksekusi dengan terencana dan menghasilkan sebuah karya. Yang terpenting
adalah mewujudkan sebuah ide menjadi nyata.
4. Nothing
in life comes easy so why do you expect something out of a quote
Sebagai
generasi milenial tentu seringkali menemukan quote-quote yang laur biasa dari
sosial media, tetapi quote-quote itu jangan hanya dijadikan sebuah acuan dalam
hidup. Boleh saja kata-kata mutiara itu dijadikan motivasi, tetapi yang lebih
penting adalah melakukan sebuah usaha untuk menggapai impian atau tujuan.
Yuk,
jadi generasi outlier millennial yang
ngga sekedar menggila di medsos tapi juga menggila dalam berproses. Semangat !
semoga Allah meridhoi dan memberikan taufiq untuk tujuan dan mimpi baik kita J
Sabtu, 11 Mei 2019
Review Buku: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat (Mark Manson)
Sebuah buku motivasi yang unik, dari
judulnya sudah mampu membuat orang mengernyitkan dahi. Dengan tampilan cover
oranye dengan tulisan judul bewarna hitam sehingga nampak sangat jelas dengan
isi buku 246 halaman. Mark Manson adalah seorang blogger asal New York dengan 2 juta pembaca, ini adalah buku pertama kali yang sukses karena diklaim “buku
terlaris” oleh New York Times dan Global and Mail.
Pertama kali baca, agak kurang srek
di hati karena emang agak kurang dapet feel kalau baca buku terjemahan. Tapi
setelah berusaha untuk membaca lagi, sangat menarik. Menarik karena dalam buku
ini, memandang kehidupan dengan sudut pandang yang berbeda dengan pandangan
hidup yang kebanyakan orang yakini. Buku ini mampu mengulas permasalahan hidup
yang sebenarnya terjadi dan bagaimana manusia seharusnya menghadapi.
Di bagian awal menceritakan
seseorang yang hidupnya berantakan dan penuh masalah, tetapi pada akhirnya
sukses karena dia menjadi seseorang yang mau mengakui keburukan-keburukan yang
dilakukan dan konsisten terhadap mimpinya. Bab-bab selanjutnya banyak cerita
yang mewakili kiat-kiat untuk menghadapi hidup yang sesungguhnya. Cerita-cerita
tersebut mendukung ilustrasi akan pesan yang disampaikan penulis ke pembaca.
Terdapat 3 seni untuk bersikap bodo
amat dalam kehidupan, yaitu #seni 1: Masa bodoh berarti bukan menjadi acuh tak
acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. Bersikap masa bodoh
terhadap kesengsaraan yang menghalangi tujuan, tidak ambil pusing dengan
orang-orang yang geram saat melakukan sesuatu yang dirasa benar/penting/mulia.
Intinya menemukan hal sulit yang bisa dihadapi dan dinikmati. #seni2: Untuk
bisa mengatakan “bodo amat” pada kesulitan, pertama-tama harus peduli terhadap
sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan. Maksudnya, menemukan sesuatu
yang penting dan bermakna dalam kehidupan, mungkin menjadi cara yang paling
produktif untuk memanfaatkan waktu dan tenaga. Karena jika tidak menemukan
sesuatu yang penuh arti, perhatian akan tercurah untuk hal-hal yang tanpa makna
dan sembrono. #seni 3: Entah disadari atau tidak, selalu memilih suatu untuk
diperhatikan. Maksudnya, kedewasaan
muncul ketika seseorang belajar untuk peduli hanya pada sesuatu yang sangat
berharga. Seiring bertambahnya usia, identitas mulai menguat, tahu siapa diri
kita dan menerima sepenuh hati, termasuk bagian-bagian yang sama sekali tidak
membanggakan dan membuat merasa merdeka, hidup apa adanya. Jadi, kita bisa
menyisihkan perhatian kita yang semakin berkurang untuk hal-hal yang
benar-benar layak dalam kehidupan. Penyederhanaan ini sesungguhnya membuat kita
senantiasa merasa sangat bahagia.
Buku ini akan mengubah rasa sakit menjadi hal yang bermanfaat untuk kehidupan, trauma menjadi kekuatan dan masalah menjadi masalah yang baik. Bagaimana cara berlapang dada dan membiarkan sesuatu pergi. Ini akan mengajarkan kita untuk membuat mengerti arti kehidupan dan menyortir hal-hal yang penting saja. Dan berhenti menyakiti orang lain yang nantinya akan menyakiti diri sendiri.
Buku ini juga mengajarkan pada suatu
prinsip “lakukan sesuatu”, kegagalan terasa tidak penting ketika standar
kesuksesan hanya “melakukan sesuatu”. Ketika setiap hasil dianggap sebagai
sebuah kemajuan dan penting, inspirasi dilihat sebagai sebuah imbalan ketimbang
suatu prasyarat, kita mendorong diri kita lebih maju. Kita merasa bebas untuk
gagal, dan kegagalan itulah yang menggertakan kita ke depan.
Katanya (mark manson), kita perlu menolak sesuatu.
Jika tidak, kita kehilangan alasan untuk bertahan. Jika tidak ada sesuatu yang
lebih baik atau lebih diinginkan dari pada yang lain, kita akan merasa hampa
dan hidup kita menjadi tanpa makna. Kita hidup tanpa nilai dan akibatnya kita
menghidupi kehidupan tanpa tujuan. Dalam hidup ini ada tiga hal yang sering
kita hindari yaitu, karena sulit, karena menakutkan dan karena sama sekali
tidak tau apa yang harus dilakukan. Dan ketika kita menghindar dari hal itu,
kita membiarkan nilai-nilai sepele dan penuh kebencian membajak otak kita dan
mengambil alih hasrat dan ambisi kita. Kuncinya adalah memahami dan melihat
diri sebagai sesuatu yang lebih besar dan pada diri kita sendiri.
Kehidupan sekarang yang terjadi di
masyarakat adalah sebagian mereka yang berhak atas sesuatu tanpa mau berkorban.
Budaya kita sekarang merancukan antara perhatian yang besar, mengira kalau
keduanya hal yang sama padahal tidak. Mark manson berpesan kepada pembaca untuk
memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, mengambil tanggung jawab atas pilihan-pilihan
dan untuk mengejar mimpi tanpa perlu merasa malu dan terkekang.
Dari buku ini banyak manfaat yang bisa diambil, salah satu nya adalah bersikap acuh terhadap pandangan orang lain di hidup kita. Seringkali, kita mudah goyah saat mendengar perkataan orang lain kepada kita, bukannya introspeksi malah baper atau bahkan stres dengan sendirinya. Jika perkataan itu memang sejalan dengan apa yang terjadi maka hadapi itu, tetapi jika tidak maka acuh kan dan buang perkataan mereka. Hadapi yang dimaksud disini adalah jika perkataan mereka memang suatu kenyataan dan terjadi pada diri kita maka perkataan itu dapat menjadi cerminan diri sehingga kita juga harus mau mengakui dan memperbaikinya jika itu suatu hal yang buruk bagi diri kita atau untuk orang lain, bukan malah menghindari dan enggan memperbaiki. Tetapi, dalam buku ini tidak menyarankan kita untuk berusaha keras seperti keluar dari zona nyaman kita dan menggapai mimpi yang setinggi mungkin. Kita disarankan untuk lebih fokus dalam menerima dan menghadapi tantangan-tantangan kehidupan. Semangat untuk kita yang sedang memperbaiki diri dan semoga Allah memudahkan jalan kita dalam berproses.
Dari buku ini banyak manfaat yang bisa diambil, salah satu nya adalah bersikap acuh terhadap pandangan orang lain di hidup kita. Seringkali, kita mudah goyah saat mendengar perkataan orang lain kepada kita, bukannya introspeksi malah baper atau bahkan stres dengan sendirinya. Jika perkataan itu memang sejalan dengan apa yang terjadi maka hadapi itu, tetapi jika tidak maka acuh kan dan buang perkataan mereka. Hadapi yang dimaksud disini adalah jika perkataan mereka memang suatu kenyataan dan terjadi pada diri kita maka perkataan itu dapat menjadi cerminan diri sehingga kita juga harus mau mengakui dan memperbaikinya jika itu suatu hal yang buruk bagi diri kita atau untuk orang lain, bukan malah menghindari dan enggan memperbaiki. Tetapi, dalam buku ini tidak menyarankan kita untuk berusaha keras seperti keluar dari zona nyaman kita dan menggapai mimpi yang setinggi mungkin. Kita disarankan untuk lebih fokus dalam menerima dan menghadapi tantangan-tantangan kehidupan. Semangat untuk kita yang sedang memperbaiki diri dan semoga Allah memudahkan jalan kita dalam berproses.
Rabu, 01 Mei 2019
Terimakasih April :)
Jika kerinduan ini hanya semu..
Kenapa terasa menyakitkan?
Kenapa terasa pilu?
Waktu itu, rasanya ingin aku berhenti
Berhenti untuk bisa tetap bersamamu
Tetapi…
Aku lebih memilih untuk sebuah kepastian
Aku tau ini bukan saatnya berharap untuk menghentikan
waktu
Aku sadar, bukan saatnya untuk terus memaksakan
Jika alam belum merestui untuk kita bersama
Aku tak mau berjalan dengan meraba-raba
Aku lebih memilih untuk terus mencari cahaya
Aku lebih memilih ketenangan untuk tetap taat padaNya
Meskipun lama…aku sudah meminta Allah agar memberiku
sabar yang lebih
Aku percaya Allah akan memberikan cahaya untuk kita, entah nanti
bersama atau masing-masing
Terimakasih... telah mengajarkan
kebaikan
Terimakasih untuk mengajarkan kasih sayang kepada keluarga
Terimakasih telah menjadi seorang lelaki yang menyayangi ibu
dan adik-adik
Dengan begitu aku percaya, masih ada laki-laki yang enggan
melihat hati perempuan terluka
Dalam diam aku gemar mendoakan mu
Semoga sukses dan sehat selalu
Semoga sukses dan sehat selalu
Langganan:
Postingan (Atom)




