Rabu, 06 Januari 2021

2020

 



Sedikit kisah yang dapat ditulis dan diingat. Tak banyak peristiwa yang terjadi karena pandemi di awal tahun ini. Banyak rencana yang harus ditunda, berbagai jadwal yang belum tau kapan akan terlaksana, dan ada banyak hal yang ingin dicapai tetapi terhalang oleh jarak karena memang harus patuh untuk kebaikan bersama.

Ya, semua banyak hikmahnya. Semua terjadi begitu saja tanpa terpikirkan menjadi segala sesuatu yang harus dihadapi. Pemikiran-pemikiran yang dahulu tiba-tiba merubah pola pikir dan sedikit mengubah bagaimana menjalani kehidupan, seperti berjabat tangan atau memeluk ketika saling bertemu kini menjadi suatu hal yang langka karena harus saling menjaga satu sama lain. Pasti terasa aneh jika tidak melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan, terutama kita orang Indonesia. Ya, semua harus adaptif. Akan banyak perubahan-perubahan yang datang nantinya, semua alasan diterima untuk kebaikan bersama.

Mungkin 2020 menjadi tahun yang melelahkan, bukan karena ada banyaknya pekerjaan yang dilakukan, tetapi banyaknya hal yang harus kita maklumi. Keadaan yang tiba-tiba berubah dan akan berlangsung lama tanpa kita tau berakhirnya kapan, membuat kita banyak-banyak menghela nafas. Bukan hanya keadaan yang tidak baik-baik saja, tetapi manusia juga turut tidak baik-baik saja.

Begitulah..waktu yang panjang, tetapi terasa singkat. Tanpa kesan tetapi banyak pesan.

Jangan abai terhadap waktu meskipun dunia begitu cepat berubah. Harus lebih giat untuk tetap memelihara semangat mengejar perubahan kehidupan, bukan hanya soal dunia tetapi soal pribadi yang harus adaptif dengan tidak merubah jiwa atau nurani sebagai manusia. Tetap menghidupkan tolong-menolong, jujur, amanah, saling memberi, mengasihi, adil, dan menghormati. Semoga tahun 2021 adalah tahun dengan perubahan yang cepat untuk sembuh.

 

Senin, 28 Desember 2020

ADAM (Antara Dia Aku dan Mereka) Bagian 7: Self Awareness

 


“Seperti siapa aku?

Apa yang harus kulakukan?

Dan mengapa aku ada?

Apakah aku punya tujuan tertentu di dunia?

Dan setelah mati, apakah keadaanku?”

Kutipan di halaman 84 dari buku ini yang mungkin membuat pembacanya tertampar. Beberapa pertanyaan yang menggugah kesadaran kita sebagai manusia di muka bumi ini. Lalu pertenyaan-pertanyaan itulah bisa membuat kita terus memikirkannya karena kita butuh merenung untuk menemukan sebuah jawaban yang harus di konfirmasi juga oleh hati masing-masing. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mampu membawa kita pada jalan yang benar jika kita mau berusaha, karena pertanyaan-pertanyan inilah yang mampu menjadi pembuka pintu hidayah atau  ibaratnya seperti kita berada di lorong yang gelap kemudian menemukan seberkas cahaya, jika kita mau berusaha untuk mencari dan menemukannya maka akan menemukan jalan keluar dari ruang gelap yang kita hanya mampu meraba tanpa melihat.

Merenung memang dibutuhkan untuk hal-hal yang menjadi kegelisahan dalam diri dan diharuskan untuk berdiskusi dengan diri sendiri. Kutipan pertanyaan di atas mari kita renungkan dan mulai cari tau yang sebenarnya, tentu saja dengan dasar ilmu yang kuat yaitu Al Quran, yang membahas semua kehidupan dulu, kini, dan nanti. Setelah mencari ilmunya, tanyakan kepada hati untuk dikonfirmasi agar kita memahami kandungannya dan kita mempunyai alasan dengan jawaban-jawaban yang kita temukan. Mengapa begitu? Karena hati adalah bagian dari diri yang tidak bisa dibohongi, yang pada dasarnya hati memang suci dan kita harus meyakini  itu. Segala keburukan yang ada pasti akan terdeteksi lewat hati, jika tidak terdeteksi maka tertutup hati manusia itu dengan hal-hal yang kotor.

 

Sabtu, 26 Desember 2020

Memulai dan Melangkah

 

Aku yang terlalu fokus dengan lara

Sampai lupa bahwa ada kamu yang berusaha untuk menyembuhkannya

Tak sadar bahwa ketulusan itu memang benar adanya

Bahwa kamu adalah seseorang yang kubutuhkan

Ku harap memang benar adanya

Mengajarkanku bahwa aku berhak untuk bahagia

Tidak lagi terbelenggu dalam luka yang dalam

Tidak lagi menyelam samudra masalah dengan sendirian

Karena katamu kamu akan berjalan beriringan denganku

Kita yang pernah tenggelam dalam luka

Tapi kamu memulai dulu untuk sembuh

Sedangkan aku? Aku masih sibuk menikmati luka yang membelenggu

Hingga kini sadar, bahwa ada banyak mimpi yang harus kita perjuangkan

Sembuhkan luka tanpa mengutuk takdir

Menikmati hidup dengan penuh syukur

Dan sekarang adalah waktunya

Meninggalkan semua yang membelenggu

 


Jumat, 04 Desember 2020

Buku ADAM (Antara Dia Aku dan Mereka) - Bagian 6: Semua Begitu Teratur



Pernah berpikir ngga sih bagaimana kehidupan ini berjalan? Jatuhnya daun-daun, para pengemis yang terlihat sehat yang mungkin hanya terpenuhi kebutuhan pokoknya saja, orang kaya yang raut mukanya kadang terlihat tertekuk padahal barang yang diinginkan dapat dibeli, tanaman yang tumbuh hijau sekalipun di gurun ia di gurun yang minim air, paus biru yang begitu besar tapi makanannya plankton, pelangi yang warnanya begitu harmonis dan masih banyak lagi peristiwa atau makhluk hidup yang kalau kita renungkan pasti banyak pertanyaan yang muncul, mengapa ada? bagaimana prosesnya? dimana awal terjadinya? siapa yang menjadikannya? dan mengapa begitu teratur?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat sebagian orang semakin meyakini bahwa semua itu ada yang mengatur, yang jika kita renungkan lebih lanjut semua yang berperan dalam kehidupan ini mempunyai kesempatan dan hak yang sama sesuai dengan penciptaannya. Seperti halnya tumbuh-tumbuhan yang bernafas dengan Co2 dan berfotositesis lalu menghasilkan O2 untuk manusia bernafas.

Jika peristiwa yang kita renungkan begitu teratur maka ada masa atau waktu yang mengiringi. Kehidupan di dunia memang erat dengan suatu masa yang dapat dijadikan tanda terjadinya peristiwa, yang lalu dan yang akan datang. Dua masa yang pasti semua makhluk mengalami, ada yang ber-revolusi ada juga yang ber-evolusi, ada yang punah ada yang masih bertahan meskipun langka, ada yang lama dan ada yang baru. Begitulah kehidupan berjalan, ada yang ditinggalkan ada pula yang datang. Selayaknya peristiwa lama yang diridukan dan peristiwa baru yang disambut dengan suka cita.

Ada yang membuat menarik dari sebuah kehidupan, mengapa menarik? Karena kehidupan bersifat fluktuatif. Kehidupan tidak menetap pada suatu tempat atau keadaan, akan selalu berpindah dan akan akan selalu berubah. Terkadang kita berada di tempat tinggi dan juga berada di tempat rendah. Selalu ada alasan ketika kita di tempatkan di suatu tempat, misalnya kita di tempatkan pada titik terendah dalam hidup yang tujuannya agar kita bisa menengadah dan memohon petunjuk pada Allah.

Jika kita meluangkan waktu untuk merenung atas apa yang sudah terjadi dalam kehidupan, maka akan mudah untuk kita menemukan jawaban mengapa kehidupan ini begitu teratur. Merenungkan bukan asal merenung, tapi dengan kemurnian hati dan keterbukaan pikiran yang sama-sama berjalan.

                                                                                                                       

 


Minggu, 29 November 2020

NovembeRun


Terkadang jiwa yang kosong memang seringkali terjangkit
Terjangkit berbagai prasangka
Menerka seakan menjadi kebiasaan
Pikiran di selimuti rasa was-was
Sejenak melupakan tapi kemudian teringat lagi
Seakan prasangka itu rekat melekat

Harapan dan ambisi
Banyak yang memudar hingga hilang
Keduanya menjadi semu dalam diri
Tersadar bahwa diri ini masih butuh keduanya
Agar tetap hidup dan tidak mati
Selayaknya kata "bahwa hidup itu memang tidak mudah"

Tersadar juga bahwa diri ini seringkali merasa jauh dari kata mampu
Memang benar adanya
Jika terus berdiri dan hanya melihat
Sekarang memang seperti terjerat jika ingin berpindah
Tapi tantangan hidup memang begitu adanya
Manusia hidup diciptakan untuk keluar dari setiap jeratan-jeratan
Terlepas dari jeratan jika raga sudah tak lagi ada




Rabu, 11 November 2020

Buku "ADAM (Antara Dia Aku dan Mereka)" Bagian 5: Paradoks Kehidupan


Kejutan dan harapan adalah bagian dari masa depan yang kita rasakan pada masa lampau atau masa kini. Dua hal yang dinantikan untuk masa depan yang ingin dirasa indah. Kejutan yang baik dan harapan yang baik dari sebuah angan masa lampau untuk masa depan. Kejutan yang diluar kuasa kita dan harapan adalah hak kita untuk tetap hidup. 

Memang benar manusia dapat hidup salah satunya karena adanya harapan. Harapan yang selalu dipanjatkan akan menjadi sebuah energi untuk tetap hidup, entah dengan tujuan atau belum ada tujuan. Yang jelas, sebuah harapan jika disertai dengan tujuan, maka hidup akan jauh lebih bermakna. 

Diri sendiri adalah bagian dari hidup sepenuhnya. Masa depan juga ditentukan oleh keputusan-keputusan yang diambil dari masa lampau. Masa depan disebut bagian dari kebiasaan kita, waktu kita, dan berbagai macam pengalaman yang kita peroleh. Akumulasi dari hal-hal itulah yang membuat kita hidup sesuai dengan keadaan saat ini. Tapi itu bukan hukum mutlak, diri sendiri memang sepenuhnya dari hidup kita. Tetapi ada banyak hal pula yang mempengaruhinya yang ada diluar kendali kita. Mengimani atau belum mengimani hal tersebut juga tergantung pada diri sendiri. 

Mengandalkan diri sendiri memang tak ada yang salah, yang salah ada bergantung pada orang lain. Jika harapan itu hak kita, lantas mengapa kita berharap pada orang lain? padahal kita masih bisa berharap pada diri sendiri, kita dapat mengontrol diri kita sendiri, kita dapat memahami apa yang sebenarnya kita mau. Maka dari itu kita dianjurkan untuk lebih mengenal diri sendiri agar tau, sesekali merenung dan berbicara pada diri sendiri. Dengan begitu kita tau bagaimana kita, dimana kita berada, dan apa yang menjadi tujuan kita sebenarnya. Memang tidak mudah, tetapi terus mencoba adalah hal yang tidak sulit bukan?

Jangan tergesa-gesa meskipun sifat itu memang bagian dari diri manusia. Menjadi sabar itu sulit, itulah yang membuat sabar menjadi andalan manusia-manusia baik dan sukses.
Nikmati setiap perjalanan yang dilalui, proses untuk mencapai tujuan adalah bagian perjalanan yang nanti akan dirindukan jika kita sudah sampai. Mari nikmati perjalanan hidup dengan penuh makna :)

Rabu, 28 Oktober 2020

Quarter Life Crisis (Jejak Pendapat 2)

Fase kehidupan seseorang pasti melewati fase ini, yaitu fase Quarter Life Crisis (QLC). Banyak yang menilai bahwa fase ini fase yang pelik dan sukar dan sulit untuk diterima dan ditakhlukan. Tak sedikit mereka yang enggan atau bahkan menyerah pada fase ini. Memang fase ini adalah fase kehidupan yang  membuat kita untuk terus struggling.

Lalu apa sih QLC itu?

Suatu krisis yang dialami seseorang dengan rasa ragu, cemas, khawatir hingga rasa ketidakpuasan kepada diri sendiri pada usia menginjak dewasa. 

Tak banyak juga yang menyadari bahwa fase ini adalah fase yang banyak pelajarannya. Pelajaran atau hikmahnya dapat diambil dari setiap proses yang dilalui. Proses yang akan membuat kita semakin mampu untuk menghadapi masa depan atau bisa juga tahapan yang menjadi suatu titik balik kehidupan. Titik balik untuk lebih baik dari masa sebelumnya, tapi ada juga yang menjadikan sebuah hal menakutkan dan mencoba menghindar untuk menyelesaikan prosesnya. Padahal sangat disayangkan jika terus menghindar, kita tidak akan pernah tau tantangan yang sebenarnya. Tantangan itu dapat kita ketahui kalau merasakannya secara langsung dan kita terlibat didalamnya. Sensasi kalah, merasa rendah, bodoh, tidak tau apa-apa adalah sensasi yang membuat kita akan lebih semangat dalam belajar kehidupan. 

Kehidupan memang untuk dijalani, tidak sekedar dipikirkan saja. Sensasi yang mendebarkan atau menakutkan pada fase QLC memang lumayan membuat ketar-ketir. Itu wajar, kita juga punya kadar masing-masing dalam kemampuan tahan atau tidak tahan. Tapi yang namanya proses ketika sudah dijalani siap ngga siap juga akan siap, mampu ngga mampu nantinya juga akan mampu. Meskipun jalannya terseok-seok atau bahkan sampai jatuh pun akan membuat kita semakin kuat dalam menjalaninya. Tapi, ingat juga bahwa dalam menjalani proses tentu butuh waktu untuk istirahat. Jangan sepelekan waktu untuk istirahat, agar tetap semangat dan terus bisa menjalani prosesnya.

Kemampuan yang kita miliki, kita sendiri yang mengetahuinya. Maka kita juga yang tau kapan lelah, kapan semangat membara, dan kapan waktunya istirahat semua butuh manajemen waktu untuk tetap selaras antara lelah dan semangat dalam menjalani proses. Manajemen waktu akan sangat perlu dalam menjalani setiap proses agar terus berprogres.