Senin, 03 Agustus 2020

Prasangka


Sebuah pesan singkat,

Terimakasih telah memahami semua ini, jauh bukan berarti hilang. Tapi untuk menjadi sosok yang lebih bermakna. Berpetualang bukan hal yang menyeramkan, sendiripun juga begitu. Menjelajah dari satu peristiwa ke peristiwa lain.

Dalam menjalankan misi petualangan, jangan lupa mengambil makna disetiap tempat ya.. Aku yakin kamu adalah  petualang sejati, yang tidak membuang sampah sembarangan,yang tidak serakah mengambil manfaat milik alam, dan tak lupa istirahat saat benar-benar lelah. Sabar ya, sebentar lagi akan sampai pada tujuan dan akan berlanjut pada tujuan yang lain. Karena sejatinya hidup adalah sebuah perjalanan yang berujung pada mati.

Sekalipun sendirian dalam berpetualang, aku yakin kamu lebih menghargai setiap perjalanannya. Banyak waktu untuk merenung dan menyelami diri yang terkadang kita tidak pernah memahami diri sendiri ditengah hiruk pikuk keramaian. Terkadang kita jauh dari diri kita sendiri disaat ramai. Ramai karena mendengarkan kata orang-orang tanpa mengidahkan kata hati. Padahal apa yang sebenarnya kita butuhkan, hanya kita yang tau. Orang lain? Bagaimana bisa tau? Bagaimana bisa menuntut kita seenaknya? Bagaimana mereka bisa membanding-bandingkan kita dengan sudut pandangnya? Lantas bagaimana?

Semua ada pada kendalimu. Ya, aku yakin kamu adalah seorang petualang bijaksana. Kali ini kamu melakukannya sendiri untuk lebih memahami hal-hal yang sedang kamu usahakan dan yang akan kamu capai. Aku yakin, kamu pasti bisa. Dengan sendiri, kamu bebas menentukan mimpimu, berdiri diatas sana dengan meraihnya.

Aku yakin…tekadmu bulat, semangatmu ada, sabarmu  luas, dan doamu kuat.

 


Selasa, 21 Juli 2020

Buku "ADAM (Antara Dia Aku & Mereka)" Bagian 1: Kesadaran dan Perubahan


Akan ada beberapa bagian untuk tulisan terkait buku ini karena setiap lembar hanya terdapat beberapa kata dan terdapat ilustrasi yang menggambarkan cerita dari setiap tulisan. Dalam buku ini, setiap katanya membutuhkan renungan yang cukup dalam untuk memahami. Barakallah @hawariyyun dan ustadz @felixsiauw

 

“ Terlalu lama sudah kita meraba dalam kegelapan, tanpa tahu apa yang berada dalam terang. Maka ketika sinar itu merambat masuk, pastikan kau membuka jendela. Karena sungguh, jiwamu membutuhkannya. Dan lihatlah saat cahaya menerangi kamar kesadaranmu, kau tak akan ingin jendela itu tertutup lagi.”

Tentang sebuah kegelisahan akan kondisi diri sendiri, khawatir karena mulai mengenal kata berubah. Khawatir akan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat selama ini dan menyadarinya lalu diantara kekahawatiran itu terselip kata berubah.

Mulai menyadari bahwa diri ini masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata baik yang diliputi dengan kebodohan.  Berangkat dari sebuah kesadaran itulah, maka timbul keinginan untuk berubah dengan cara tersendiri bahkan bisa saja melampaui orang lain.

Lantas bagaimana untuk memulai itu? langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan melakukannya. Berubah tidak hanya sekedar keinginan, akan tetapi mulai “action” atau bertindak secara nyata. Tidak hanya hati yang merasa ingin berubah, tetapi mulut juga harus berkata, pikiran harus bekerja, tangan harus bertindak, dan kaki harus melangkah ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Langkah pertama adalah dimulai dari keyakinan yang sudah terlampau jauh meninggalkan sebuah keraguan.

Sadar bahwa jika sekedar keinginan tidak akan cukup untuk mengenal kata berubah. Maka butuh usaha yang maksimal untuk mencapai hasil yang maksimal juga. Hukum dari perubahan beserta hasilnya adalah berbanding lurus. Karena pada dasarnya tidak mengenal kata mudah dalam mewujudkan suatu perubahan, kemudahan tidak berjalan beriringan dengan keberhasilan. Dan jangan merasa cepat puas, karena yang demikian adalah musuh dari perubahan.

Harus diakui bahwa menyadari keburukan adalah awal dari kebaikan. Merasa lebih buruk adalah perasaan yang diperlukan ketika melakukan sebuah perubahan, agar tidak mudah cepat puas. Dengan begitu, langkah untuk melakukan perubahan akan semakin mantap dan kita tidak akan pernah merasa cukup untuk melewati setiap proses yang berjalan. Kita akan tetap tumbuh dalam setiap langkah perubahan.

Tuhan menciptakan waktu untuk kita mengisinya. Perihal mengisi waktu, kita sendiri yang berhak menentukannya. Dan perihal perubahan, maka waktu menciptakan sebuah kemungkinan beserta harapan bagi mereka yang mau bergerak dan melakukan prosesnya. Serta jangan lupa ketika akan menjalani sebuah proses perubahan, letakan terlebih dahulu beban-beban yang ada. Perubahan tidak mengenal kata beban, hanya saja momentum yang harus kita usahakan untuk mencapai tujuan. 


Rabu, 15 Juli 2020

tanpa

Alasan setiap orang untuk meninggalkan itu banyak, alasan yang bikin maklum adalah... ya karena takdir. Tetap kuat, hidup terus berjalan, manusia datang silih berganti dan kamu ya harus tetap hidup. 

Jumat, 10 Juli 2020

Luka

Sudah berusaha duduk, lalu memahami

Sudah berusaha untuk mengerti dan mencoba untuk memaafkan lalu menerima

Tapi, semua itu tak kunjung ada hasil

Apakah terlalu melabeli diri sendiri dengan kata “sudah berusaha?”

Apakah selama ini tak berarti apa-apa?

Atau apakah ada yang salah?

Bukannya setiap hati punya batas untuk menerima itu?

Perasaan yang tidak mudah untuk dibohongi dan tidak bisa dipaksa untuk terus memaafkan

Lalu kapan luka ini sembuh, jika setiap kali memahami, kembali dilukai

Jika setiap kali mengerti, tak lagi dihargai

Bukannya kita saling tau bahwa luka yang dalam juga perlu waktu untuk sembuh

Sungguh tidak mengerti dengan konsep terus menyakiti

Atau memang tidak sadar dan enggan sadar telah menyakiti?

Entah semakin memahami, semakin tidak waras

Kini adalah waktu untuk menyelamatkan diri

Sadari, tak ada manusia hebat manapun yang bisa menolong

Hanya dirimu, satu satunya manusia yang harus mengusahakan

Menolong dengan caramu, karena hanya kamu sendiri yang tau

Seberapa patah dan hancur

Jangan pernah mematikan hati yang berujung pada dendam yang akan membuatnya lebih hancur

Kini adalah waktumu untuk bergegas memperbaiki diri sendiri

Cobalah untuk menerima luka, bukan terus memaksakan untuk memahami 

Akuilah bahwa luka itu nyata, yang tidak nyata adalah amarah yang menguras hati, yang dapat membutakan dalam melihat kebenaran

 

 


Sabtu, 27 Juni 2020

Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja (Larry King) Part: Sehari-hari


Berbicara adalah salah satu keahlian yang pastinya dibutuhkan semua orang dalam berinteraksi. Sebagai makhluk sosial, manusia pasti membutuhkan komunikasi dengan sesama yaitu dengan berbicara. Tetapi, berbicara ternyata tidak hanya sekedar berbicara seenaknya, ada hal-hal yang dibutuhkan dalam berbicara seperti mudah dipahami, nyaman untuk didengar atau enak untuk diperhatikan agar menangkap suatu informasi sesuai kebutuhan pembicara.

Skill berbicara tentu tidak instan untuk dikuasai. Memerlukan proses dengan berlatih berbicara sesering mungkin dengan mengetahui dasar-dasarnya. Setiap skill tentu punya ilmu-ilmu yang mendasari agar seseorang mampu melakukannya. Belajar adalah kunci dari semua apapun yang ingin kita peroleh termasuk dalam hal berbicara yang juga perlu untuk belajar dalam menguasainya. Dalam proses belajar juga tidak akan semulus yang dibayangkan, dalam proses ini tentu akan banyak kegagalan sebelum seseorang mahir dalam berbicara. Gagal dalam sebuah usaha pasti wajar dan memang harus dilewati karena merupakan bagian dari proses agar kita mampu memahami dan mengerti setelah kita melakukannya, kita akan merasakan dan merenungkan kegagalan yang akan membawa kita dalam suatu kemahiran yang diinginkan.

Satu hal yang disampaikan penulis dalam buku ini adalah kejujuran, dalam berbicara. Bagi mereka yang kurang terbiasa berbicara di depan umum, tentu akan merasa gugup dan sulit untuk berbicara dengan lancar. Maka dari itu, salah satu kunci mengatasi kegugupan yang dirasakan adalah dengan berbicara jujur, bagaimanapun keadaannya. Karena dengan berbicara jujur, maka audience akan mengerti dan kita juga tidak menutupi sesuatu yang bersifat mengingkari tentu akan mengganggu. Ketika kita jujur, maka rasa percaya pada diri sendiri secara otomatis meningkat dan segalanya akan berlangsung dengan lancar dan juga dapat menikmatinya. Membuat kita dan audience untuk nyaman tentu terdapat formulanya juga selain jujur adalah berbicaralah soal audience agar semakin diperhatikan. Hal-hal apapun seputar mereka maka akan lebih menarik perhatian. Selain itu, agar audience semakin diperhatikan,  maka kita sebagai pembicara juga memberi kesempatan audience untuk bertanya dan kita mendengarkan mereka lalu menanggapi. Begitu pula ketika bukan sebagai pembicara, kita berbicara dengan orang lain juga menggunakan hukum pertama dalam percakapan yaitu: dengarkanlah. Kedua yaitu bahasa tubuh, bahasa tubuh merupakan bagian alami dari percakapan dan komunikasi. Bahasa tubuh merupakan proyeksi seseorang dalam berbicara. Yang ketiga adalah kontak mata, ketika berbicara dengan orang lain maka harus terjadi kontak mata karena bagian dari mendengarkan dan bahasa tubuh. Kontak mata juga tidak dilakukan dengan secara terus meneruskarena akan membuat tidak nyaman lawan berbicara, lakukan sewajarnya.

Jika menjadi seorang pembicara, maka hal yang terpenting adalah kita harus mengetahui hal-hal apa saja yang sekiranya audience tau atau sekedar berita dipagi hari yang mereka dengar. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan sebagai bentuk kenyamanan audience, dan hindari membicarakan hal-hal yang tabu maka dari itu kita harus mengetahui audience dengan kaya informasi. Menjadi seorang pembicara juga jangan hanya memberikan pendapat sendiri, tetapi mintalah pendapat-pendapat orang lain dan juga perhatikan waktu , jangan sia-siakan waktu audience atau mereka yang ada ajak bicara.

Ada 8 hal yang dimiliki oleh pembicara yang baik:

1. Memandang suatu hal dari sudut pandang yang baru, mengambil titik pandang yang tak terduga pada hal-hal yang umum atau istilahnya out of the box

2. Mempunyai cakrawala yang luas dengan memikirkan dan membicarakan isu-isu dan beragam pengalaaan di luar kehidupan mereka sehari-hari

3. Mempunyai antusias yang berarti menunjukkan minat besar pada apa yang mereka perbuat dalam kehidupan, maupun pada apa yang anda katakana pada kesempatan itu

4. Mereka yang tidak hanya membicarakan diri sendiri

5. Mempunyai sifat yang ingin tahu. Mereka akan bertanya karena ingin tahu lebih banyak mengenai apa yang anda katakan

6. Mempunyai empati dengan berusaha menempatkan diri mereka pada posisi anda untuk memahami apa yang anda katakan

7. Mempunyai selera humor dan tidak akan keberatan jka mengolok-olok diri sendiri. Karena konversasionalis terbaik sering mengisahkan pengalaman konyol mereka sendiri

8. Mempunyai gaya bicara tersendiri.

 Seni berbicara tentu ingin dimiliki banyak orang, agar pesan yang dimaksud dapat tersampaikan dengan baik. Mari terus belajar agar dalam berkomunikasi dapat berjalan dengan baik tanpa ada kesalahpahaman ataupun belajar agar mampu memahami maksud seseorang dan lebih dapat mengeksplorasi banyak hal yang bisa kita dapatkan dari orang lain atau dari berbagai pengalaman. 


Selasa, 23 Juni 2020

Kita yang tak pernah sepaham karena berbeda tujuan


Ketahuilah bahwa semua yang kita inginkan didalam diri seseorang

Nyatanya tidak semudah itu untuk menyatu dengan kita

Banyak hal yang menjadi sebuah prasangka dari banyak sisi karena sebuah keterbatasan yang tak terungkap

Kini semakin yakin, bahwa hanya atas dasarNya yang tanpa perlu pertimbangan-pertimbangan itu

Ketika apa yang kita yakini dalam hidup sebagai muslim menjadi dasar dalam kita mencintai seseorang

Maka, masalah sepelik apapun atau seberat apapun dijaminkan

Karena kita hanya bergantung pada Sang Pencipta

Bukan bergantung pada ego masing-masing

Hidup bukan sekedar aku dan kamu

Hidup kita milik-Nya

Dalam menentukan pilihan juga harus melibatkanNya, karena kita tidak sepenuhnya memiliki atas diri kita sendiri

Diri ini hanya titipan dan sementara yang kelak akan dipertanggungjawabkan

Bahkan segala luka dan kekecewaan juga mengajarkan untuk lebih kuat dan lebih yakin

Sebegitu sayang Allah dengan makhlukNya, menunjukan dengan cara yang istimewa

Masih ada banyak hal didunia ini yang lebih dipahami ketika tidak satu arah

Ikhlas adalah satu-satunya cara untuk menerima hidup ini agar tetap berjalan dengan semestinya

Kita tetap harus mengambil langkah dan mencari arah agar tetap berjalan lurus hingga ke tujuan nanti selamat dan kembali seperti yang kita harapkan


Senin, 15 Juni 2020

Cermin

Ketika bicara hati, lantas banyak hal yang sulit untuk diungkap
Sesulit itu hingga memilih diam dan pergi
Pilihan yang berat...sangat berat
Ingin mengungkapkan, tapi rasanya kita beda kepentingan
Suatu hal yang kuanggap penting, bagimu itu sepele terlihat dari sikap acuhmu

Kini aku mulai memahami bahwa tak selamanya yang satu paham adalah satu kepentingan
Belum tentu satu tujuan
Bagaimana jika tujuan kita berbeda?
Entah, aku juga tak tau apa sebenarnya tujuanmu
Selama ini kita hanya basa-basi tak berujung

Lelah rasanya
Mendengar setiap kata-kata manis yang sebenarnya penuh rahasia
Entah apa itu, yang jelas aku merasakannya
Aku lebih terjaga dalam kata-kata yang biasa saja tapi jujur
Asal kau tau, sudah lama aku muak dengan kata-kata manis tanpa bukti

Aku jauh lebih baik mendengar setiap kata lewat cerita
Entah pahit, menyesakkan, pilu, apapun itu
Dibanding ekspektasi yang kurang penting,
Mungkin kita memang berbeda haluan 
Aku yang diseberang sana dan kamu yang masih menetap ditempatmu
Dengan segala pembenaranmu 

Lalu aku bercermin dengan diamku
Lalu kau juga memandang cermin yang berbeda, terdiam
Kita sama-sama diam
Enggan memulai 
Baiklah, mungkin ini saatnya kita tetap pada cermin masing-masing