Rabu, 13 Februari 2019

Indonesia Scholarship Festival 2019


Start. Struggle. Shine
Foto: Imroatus Sholikhah

Unair, 8 Februari 2019
Sebuah pameran pendidikan yang diadakan oleh Koperasi Cempaka LPDP dimana banyak lembaga beasiswa dan kampus-kampus LN/DN yang ikut berpartisipasi meramaikan acara ini, selain itu juga lembaga bahasa yang mengadakan workshop TOEFL, IELTS dan TOEIC secara gratis. Event ini diikuti oleh ribuan pelajar tingkat SMA, S1 bahkan S2 dalam rangka mencari informasi untuk beasiswa maupun kampus yang ingin dijadikan lanjutan studinya. Event ini diselenggarakan hanya di tiga kota besar yaitu: Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya, tahun ini yang bertempat di balai sudirman untuk Jakarta, UMY untuk Yogyakarta dan Unair untuk Surabaya.

Lembaga beasiswa yang berpartisipasi yaitu: Mata Garuda DIY, Kemendikbud, New Zealand Scholarship, Australia Awards Scholarship, dll. Lembaga konsultasi pendidikan: ehef, nuffic nesso, aminef, Erasmus, dll. Universitas luar negeri: University of Malaya, University of Melbourne, Australian National University, Waseda University, University of Auckland, dll dan Universitas dalam negeri: UI, IPB, Trisakti, UMY, Unair,dll.  Pada program IELTS, TOEFL, TOEIC Workshop ini akan memperoleh short course dan simulasi yang dimentori langsung oleh lembaga bahasa yang kompeten dibidangnya, antara lain:

1. IDP Education - Co-owner of IELTS
2. International Test Center (ITC) - Country Master Distribution of ETS.
3. Indonesian International  Education Foundation (IIEF) - Indonesia Supervision of the TOEFL

Event besar ini baru diadakan perdana untuk tahun ini, peminatnya sudah ribuan siswa dan mahasiswa. Antusias dari pengunjung sangat terlihat jika diliat kuantitasnya dan kualitasnya, disegala part acara selalu diminati baik bazaar, workshop dan seminar.


Atmosfer yang dirasakan saat disana benar-benar beda, atmosfer para pemimpi dan pejuang masa depan. Antusias dalam menanyakan tentang mimpi-mimpi mereka dan langkah untuk menggapainya saat sesi empowerment talks, mencari informasi dengan berjubel diantara ratusan orang di booth-booth yang tersedia dan mengikuti workshop TOEFL TOEIC  IELTS untuk mengasah kemampuan dalam mencapai nilai yang dituju. Bersyukur dapat mengikuti event besar dan berada diantara pemimpi besar dan pejuang-pejuang di masa kini untuk masa depan.

Di ISF2019 terdapat rangkaian acara salah satunya start up and youth empowerment talks yang diisi oleh pemateri super kece dan kekinian banget. Motivasi yang searah dengan perkembangan zaman dan kondisi generasi milenial saat ini. Diantaranya yaitu Rahmat Dwi Putranto (CEO Legal Go) yang menyampaikan dengan tema “Outlier Milenial” yaitu menjadi milenial yang berbeda dan tentunya bermanfaat. Berbeda dalam kebiasaan dan berbeda dalam mencari peluang yang ada di jaman berkemajuan ini. “The can do, will do generation” bahwa generasi milenial harus dapat melakukan hal-hal yang dapat dijadikan bekal dalam menghadapi masa depan yang punya tantangan dan ancaman lebih besar, menjadikan kemampuannya untuk melahirkan suatu karya yang bermanfaat, selain itu dapat menakhlukan ketakutan-ketakutan generasi milenial seperti banyak ide tapi tanpa eksekusi dan kurang menghargai pencapaian diri sendiri.


Materi kedua yaitu The Future is Here yang disampaikan oleh Akhyari Hananto (Founder Good News From Indonesia) menyampaikan ancaman-ancaman generasi milenial dalam menghadapi dunia “nyata”, maksudnya ancaman yang dihadapi di masa yang akan datang atau di dunia kerja. Dunia kerja yang berhadapan dengan kemajuan teknologi akan banyak pekerjaan yang akan tergantikan dengan mesin karena efisiensi waktu dan biaya. Contohnya, pengacara kini sudah dapat tergantikan oleh mesin yang mungkin dimasa lalu sebuah ketidakmungkinan profesi tersebut digantikan oleh teknologi selain itu sebuah komputer (Deep Blue) juga dapat mengalahkan pecatur juara dunia. Dimasa yang akan datang pun tentu susul menyusul pekerjaan lain yang akan tergantikan oleh  teknologi. Lalu bagaimana kita di masa depan? *Jawabannya ada di tulisan part selanjutnya ya ^^

Setelah motivasi dibakar dengan energy positif lalu acara selanjutnya adalah Scholarship Seminar oleh mata garuda (LPDP) dan AAS (Australia Awards Schoolarship) memberikan tips dan trik, syarat dan fasilitas yang diberikan dua lembaga beasiswa tersebut. Alhamdulillah, informasi nya sangat lengkap dan ada beberapa informasi eksklusif yang tidak didapatkan di website. *tulisan selanjutnya insyaAllah akan bahas dua lembaga beasiswa ini

Rangkaian acara ISF2019 yang luar biasa, acara ini bukan hanya untuk mereka yang mencari informasi beasiswa dan kampus luar negeri saja tapi lebih dari itu. Event ini untuk siapa saja yang baru mulai untuk mengawali mimpinya, mempertanyakan mimpinya, menentukan tujuan mimpinya, menentukan kendaraan untuk impiannya atau bahkan baru merancang impiannya. InsyaAllah event ini dapat menjawab kegelisahan para pemimpi dan pejuang masa depan cerah. Untuk dapat mengikuti event-event seperti ini follow aja akun-akun yang berkaitan dengan event yang kalian pengenin dan perluas relasi untuk mendapatkan informasinya. Semoga next time bisa ikut event-event yang bermanfaat…


Sabtu, 26 Januari 2019

Dibalik pengen ikutan #JabarFutureLeaders


Kemarin sempet denger kabar kalau Jabar lagi membuka pendaftaran #JabarFutureLeaders rasanya pengen daftar, Kenapa? Karena pengen banget dekat dengan orang-orang hebat. Masih banyak yang menilai kalau mengabdi atau kalau bahasa kasarnya disuruh-suruh orang itu hal yang sedikit hina atau bisa dibilang hina. Di sini masih banyak yang menilai begitu, padahal dari situ kita dapat belajar mulai dari hal yang sepele sampai yang besar dan mulai dari kebiasaan sampai kepentingan. Mungkin mayoritas dari kita kurang tau kalau banyak yang dapat diambil manfaatnya, jika dapat melihat atau menilai sesuatu yang dianggap banyak orang sepele. Suatu saat nanti hal sepele atau hal remeh itu akan menjadi besar nan hebat asalkan yang dilakukan bermanfaat dan tidak merugikan orang lain. Banyak orang yang tidak menyadari pentingnya berkumpul dengan orang-orang hebat, meskipun kita menjadi orang yang masih rendah jabatannya. Kesuksesan itu tidak memandang kasta, kesuksesan itu milik semua orang. Kita dapat berpindah-pindah sesuai posisi yang kita inginkan asalkan mau berusaha dan mau untuk berproses. Hukum kesuksesan itu berbanding lurus, jika kita menginginkan posisi yang tinggi maka usahanya juga harus besar. Kita tidak pernah tau masa depan kita seperti apa, yang terpenting kita usahakan adalah berbuat baik dan mau belajar kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun tidak peduli posisi kita sebagai apa. Dulu pernah ketika aku di perintahkan seorang dosen unutk mengikuti workshop kepenulisan buku untuk Perguruan Tinggi se-Jawa Timur di Surabaya. Peserta yang hadir dalam acara workshop tersebut adalah dosen-dosen hebat yang sudah menerbitkan buku untuk keperluan perkuliahan. Saat aku duduk di workshop tersebut dan menjadi peserta, rasanya rendah banget karena hanya aku yang menjadi peserta berstatus mahasiswa. Peserta workshop yang duduk disebelahku kanan dan kiri menyapaku dengan hangat, “mbak dari Universitas mana?” dengan pandangan penuh tanya “Universitas Muhammadiyah Ponorogo, bu”, “mbaknya dosen apa?” “Maaf bu, saya mahasiswa. Disini saya datang untuk mewakili Univ dan diundang untuk partisipasi bazaar buku” “Oh mahasiswa, la dosennya yang ditugaskan dimana mbak?”, “ Beliau lagi sibuk bu, ada urusan lain”, “Harusnya dosennya mba yang hadir, soalnya inikan workshop kepenulisan untuk dosen” dan aku pun terdiam dan tersenyum. Awkward moment banget saat ditanya seperti itu jadi tambah rendah banget diri ini wkwk, tapi banyak yang aku ambil dari workshop kepenulisan buku perkuliahan saat itu.  Selain bangga bisa berkumpul dengan dosen-dosen hebat, aku juga dapat pengetahuan tentang menulis buku PT yang dari segi sampul dan ukuran ada aturannya, formatnya dan isi yang ada di buku yang akan diterbitkan. O iya perjuangan untuk hadir di workshop itu juga penuh drama karena setelah acara itu pundak ku cidera karena angkat kardus yang isinya full buku dan besi sandaran buku yang berat dengan posisi dipaksakan ngangkat karena sambil lari ngejar bis di terminal, sungguh penuh drama haha. Tapi serunya ada pengalaman Ponorogo-Surabaya cuma sehari dengan acara di Surabaya setengah hari yang sangat produktif, karena saat itu setelah mengikuti workshop juga harus ngurus stand bazaar yang dibantu satu temen untuk jaga stand. Over all hari itu berkesan banget dan banyak pengalamannya, mungkin kalau aku nggak rajin-rajin datang ke ruangan dosen buat diskusi ngga bakalan dapet kesempatan yang berkesan dan berharga seperti itu. Jadi gitu sedikit pengalaman berkesan karena dekat dengan orang-orang hebat. Tipsnya adalah sering-sering berkumpul dengan orang-orang hebat untuk dapat pengalaman yang seru, menarik dan berharga. Ngga peduli disuruh suruh apa aja yang penting niatnya paling kecil adalah harus punya niat untuk jadi seperti dia atau lebih dari dia, terlebih niatnya bisa belajar dari segala sisi agar mendapatkan kiat-kiat sukses sembari berproses. Dulu sih belum sadar aja waktu disuruh-suruh gitu bisa datangin manfaat yang banyak buat aku, malahan ada temen yang bilang “buat apa kamu mau aja disuruh ini itu sama pak dosen” sempet mikirin pernyataannya tapi setelah ngelakuin hal-hal yang menurutku bermanfaat aku tetep mau disuruh ini dan itu meskipun juga ada yang berat banget dan bukan aku banget buat lakuin hal itu, tapi ya aku egois banget kalau pilih-pilih buat apa aja yang aku kerjain. Menurutku, lakukan apa aja selama itu bermanfaat dan baik untuk diri sendiri. Ingat! berpikirnya jangan cetek dan harus berpikir panjang suatu saat akan bermanfaat di kehidupan, keluarlah dari zona nyamanmu.

Seperti itu pendapatku kenapa pengen banget jadi ajudannya Gubernur Jabar hehe, karena  emang pengen tau mulai dari hal kecil sampai hal penting, mulai dari kebiasaan, ketertiban, prinsip, budaya, pekerjaan, aturan, pakem dan manajemen waktu dan mungkin masih banyak lagi yang dapat kita duplikat ketika kita deket dengan orang hebat. Semoga bisa diberi kesempatan untuk selalu dekat dengan orang-orang hebat saat berproses dan akan menuai hasil dengan menjadi orang hebat sesungguhnya. Dengan begitu, kelak kita juga berkesempatan besar untuk menjadi orang hebat yang tau diri atau yang peduli dengan yang dibawahnya karena pernah merasakan di berbagai posisi. Jika sudah tinggi, tetaplah menjaga hati untuk terus membumi. Salam Sukses…

Selasa, 01 Januari 2019

Balutan Luka


Lelah rasanya membohongi diri sendiri bahwa hati ini baik-baik saja, tidak ada kesedihan dan selalu bahagia. Bersikeras untuk membujuk diri bahwa semuanya baik-baik saja, Its not easy. Aku memaksa, aku berusaha sekeras mungkin agar kesedihan yang sekian lama terpendam itu hilang. Tetapi, entah mengapa luka yang semakin aku balut tak kunjung sembuh. Ia semakin berdarah dan bernanah, yang kurasakan perih dan ngilu jika luka itu kambuh. Ini salahku, salahku karena membalutnya terlalu kencang dengan alasan agar luka itu tidak terlihat oleh orang lain. Sampai terkadang aku sibuk menutupi luka ku seperti orang gila, aku tidak sadar bahwa aku terluka. Bodohnya, lukaku kusembunyikan tanpa ku hindarkan dari hal-hal yang membuat luka itu semakin kian dalam. Luka itu bagai kutawarkan pada garam yang membuatnya semakin pedih dan perih, sakitnya tak terkira. Itu kulakukan demi orang yang aku sayangi di dunia ini setelah Allah dan Rasulullah..
Tak mengapa jika harus bertalut pada luka, tetapi terkadang aku berpikir keras sampai kapan mendzolimi diri sendiri, sampai kapan aku akan terus membohongi diri sendiri, sampai kapan aku menyibukan diri sampai aku lupa dengan diri ku sendiri, dan sampai kapan aku fokus untuk menyembuhkan luka ini? Aku bagai petualang kehilangan kompasnya, tak tau arah. Ya, tak tau arah jalan pulang untuk menyembuhkan luka, bingung antara menahan ego demi kebahagiaan seseorang atau mencari cara untuk menyembuhkan luka sementara aku belum menemukan kompas untuk menunjukan arahku pulang dan menyembuhkan luka itu. Kini, yang bisa kulakukan adalah menahan ego sembari mencari kompasku. Doakan aku agar menemukan kompas yang selama ini aku cari. 18 tahun lamanya aku mencari, aku berusaha dengan berbagai cara, aku manusia biasa yang sangat biasa dengan segala keluh kesah karena lelah. Mungkin ini cara Allah agar aku selalu merengek untuk memintanya lebih sering, semakin lama semakin aku di isyaratkan untuk terus mendekat kepada Nya. Inilah cara terindah agar aku selalu mengingat Nya. Semoga aku menemukan nya dan menyembuhkan luka ku sebelum aku benar-benar pulang diluar kendaliku….

Jumat, 28 Desember 2018

Memahami Manfaat Pajak Dalam Perspektif Islam



Kata apa yang terlintas di pikiran kita tentang pajak? Secara umum pajak dianggap sebagai iuran. Iuran bersama bersifat memaksa yang diatur sedemikian rupa melalui kebijakan dan digunakan untuk kepentingan bersama dalam suatu negara dengan tujuan kesejahteraan. Di Indonesia sendiri  terdapat kebijakan-kebijakan yang cukup kompleks di bidang perpajakan. Tetapi pada saat berbicara kesadaran membayar pajak, masyarakat Indonesia yang tergolong wajib pajak masih tergolong rendah untuk melaksanakan kewajibannya. Berdasarkan data gambaran wajib pajak orang pribadi secara nasional tahun 2018 dari populasi orang pribadi terdapat 265 juta yang membayar hanya 1,57 juta, jika kita lihat perbandingannya sangat jauh dari tingkat kesadaran wajib pajak. Padahal peran dari Direktorat Jendral Pajak (DJP) sudah melakukan berbagai usaha, diantaranya terdapat tax center yang memberikan edukasi kepada masyarakat, sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mengadakan lomba-lomba terkait edukasi pajak, mengadakan workshop terkait pelayanan wajib pajak agar maksimal, serta mensosialisikan pajak melalui sosial media dimana di setiap kantor wilayah DJP seluruh Indonesia terdapat akun sosial media sehingga masyarakat dapat mengakses informasi pajak kapanpun dan dimanapun.
Kesadaran masyarakat perlu adanya peningkatan secara mandiri dengan cara bersama-sama seperti yang sudah dilakukan DJP dengan adanya duta pajak yang membantu untuk mengedukasi masyarakat untuk taat membayar pajak, tetapi dari sisi lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengedukasi masyarakat atas dasar keyakinan atau kepercayaan yang diikuti. Masyarakat Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama muslim, maka perlu adanya penjelasan pajak dalam perspektif islam agar masyarakat muslim percaya pada saat membayar pajak. Percaya yang dimaksud disini adalah dalam hal pemahaman akan manfaat pajak itu sendiri. Jika kita melihat sejarah islam, pada zaman Rasulullah juga terdapat pajak atau disebut Adh-Dharibah yaitu pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak. Dalam ajaran islam Adh-Dharibah (pajak) juga terdapat istilah-istilah lain yang mirip dengan pajak, yaitu: Al-jizyah (yang harus dibayarkan non muslim kepada pemerintahan islam), Al-kharaj (pajak bumi yang dimiliki oleh negara islam), dan Al-Ushur (bea cukai bagi para pedagang non muslim yang masuk negara islam). Pada dasarnya muslim diwajibkan untuk membayar zakat, perintah ini tertulis di Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 43 yang artinya “Dan laksanakanlah sholat, tunaikan zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk”. Zakat ini bersifat wajib karena untuk membersihkan harta seorang mukmin yang diberikan kepada fakir dan miskin. Meskipun dalam islam tidak terdapat ayat atau hadits shohih yang membahas pajak secara terang-terangan, tidak menutup kemungkinan umat islam untuk menafsirkan hukum pajak dengan tetap berpedoman pada Al-Qur’an dan hadits. Islam mengatur segala bidang kehidupan dan segala sesuatu itu sudah terdapat aturan yang harus dipatuhi oleh muslim. Dalam islam masyarakat di suatu negara dianjurkan untuk mengikuti ulil amri (pemegang kekuasaan) sesuai dengan surah An-Nisa’ ayat 59 yang artinya “hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu”. Yang dimaksud dengan ulil amri adalah yang mengatur pemerintahan suatu negara.
Apabila sudah terdapat peraturan untuk membayar pajak dengan aturan yang telah disepakati, maka hukumnya juga wajib untuk membayarnya, karena pada dasarnya pajak untuk kemaslahahan bersama. Pajak yang digunakan untuk membangun negeri di segala bidang akan sangat membantu masyarakat dalam melakukan segala aktifitas kehidupan baik secara pribadi maupun umum, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, keamanan & pertahanan, infrastruktur, birokrasi, subsidi energi dan lain sebagainya. Pajak adalah aturan yang dibuat oleh ulil amri yang berarti setiap muslim juga harus taat akan kebijakan yang telah diambil dan tentunya sudah disepakati oleh banyak pihak yang ahli dalam bidangnya. Bayangkan saja, jika tidak terdapat pajak bagaimana keadaan Indonesia saat ini? Bukankah terancam karena tidak dapat memenuhi kebutuhan sebab tidak mempunyai pendapatan negara yang mencukupi? Padahal sumber pembiayaan negara yang paling besar APBN 2018 adalah penerimaan pajak sebesar 85,6%. Jika dilihat dari perspektif hukum islam, pajak sendiri adalah maslahah mursalah yaitu kemaslahatan yang tidak mempunyai dasar dalil, tetapi juga tidak ada pembatalannya. Maslahah mursalah bertujuan untuk memelihara dari kemudharatan (kerugian) dan menjaga kemanfaatannya. Jadi, sebagai muslim sudah saatnya untuk sadar membayar pajak karena dengan kita membayar pajak juga terdapat dasarnya yaitu untuk kemaslahatan (kebermanfaatan) umat dan negara.


Senin, 24 Desember 2018

Harapan Baru Masyarakat Kabupaten Madiun



Visi dan Misi Kabupaten Madiun
Visi: Terwujudnya Kabupaten Madiun yang Aman, Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak
Misi:
1.      Ingin mewujudkan rasa aman bagi seluruh masyarakat dan aparatur pemerintah Kabupaten Madiun
2.      Mewujudkan aparatur pemerintah yang professional untuk meningkatkan pelayanan publik
3.      Meningkatkan pembangunan ekonomi yang mandiri berbasis agrobisnis, agroindustri dan pariwisata yang berkelanjutan
4.      Peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya.
Sumber: BBS TV dalam acara Musrenbang 2018 yang dilaksanakan di Pendopo Ronggo Djumeno 15 November 2018.
Terpilihnya Bupati Madiun Ahmad Dawami dan wakilnya Hari Wuryanto periode 2019-2023 menjadi lembaran baru Kabupaten Madiun setelah H.Muhtarom menjabat sebagai bupati dua periode. Tergantikannya H.Muhtarom oleh Bupati Ahmad Dawami menjadi sebuah harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Visi yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Madiun yaitu “Terwujudnya Kabupaten Madiun yang Aman, Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak”, dengan empat misi yang cenderung pada mewujudkan kesejahteraan, profesionalitas dan masyarakat berakhlak. Semoga Bupati Madiun periode 2018-2023 dapat mewujudkan harapan masyarakat dan amanah dalam mengemban kepercayaan masyarakat Kabupaten Madiun.

Minggu, 02 Desember 2018

abu-abu



yang belum pasti, semua itu hanya akan menjadi sebuah kenangan…

mulai sekarang tinggalkan dan lupakan jangan sampai terkenang. Ikhlaskan apa yang menjadi bagian yang pernah mengisi hati dan hidup ini, sekadar mengucap terimakasih jangan lebih dengan anggapan yang terkesan berharap. Jangan berharap jika tidak mau jatuh. Bukankah kamu sudah jatuh berulang kali? Masih suka lupa tentang kata-kata Ali bin Abi Thalib “Aku sudah pernah merasakan pahitnya hidup, dan yang paling pahit berharap kepada manusia”. Jangan bodoh dengan menanam rasa terlalu dalam di hati, apalagi perihal manusia. Tanamkan rasa yang begitu dalam di hati perihal Allah karena yang mampu menolong kita di segala kondisi, di manapun berada dan kapan pun.

Sebuah nasihat: Rindukan sosok yang berhak kau rindu, jangan merindukan sosok yang abu-abu. Percuma saja kau rindukan sosok abu-abu yang nantinya bisa saja menjadi hitam nan tidak putih seperti yang kau impikan. Jika kau rindu pada sosok abu-abu itu yang kau impikan, jangan merindu! Doakan saja dimanapun dia berada selalu di jalan Allah, bukankah doa adalah alasan terbaik ketika kita tidak berhak untuk merindu? Ya, ini adalah caramu agar hati mu selalu baik-baik saja. Rindukan Allah setiap saat agar setiap saat juga kau diingat Allah, rindukan Rasulullah setiap kau melakukan aktifitas agar selalu mengikuti sunnahnya, rindukan para sahabat Rasulullah yang senantiasa merindukan kebaikan akhlak Rasulullah dan  rindukan orang tua yang di akhirat maupun masih di dunia agar selalu diridhai Allah.

Jaga hatimu agar tidak goyah, perjuangan dan perjalanan mu kini sudah beribu langkah. Jangan sampai lengah dan ceroboh dengan sedikit tersentuh hal-hal yang sebenarnya tidak penting, bersifat sementara dan mampu saja merusak apa yang sedang kau perjuangkan kini. Ingatlah! Kembalilah! Ke jalan yang akan menjadi tujuanmu, jika lupa maka bukalah petamu, jika lelah maka istirahatlah, jika bosan maka berkeluh kesahlah kepada Allah. Letakkan hatimu kepadaNya, hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Dunia ini sangat kecil, maka gantunglah harapanmu hanya kepada pemilik seluruh alam semesta.

Minggu, 18 November 2018

Takdir Baik: Ketika Ikhlas adalah Jawaban Terindah



Ini adalah sebuah kisah sahabatku yang bisa dibilang dramatis karena cerita cinta yang berakhir dengan keikhlasan, ketulusan dan kedewasaan yang dilakukan oleh pihak laki-laki. Dramatis yang kumaksud disini adalah perjalannanya untuk melalui cerita cintanya yang salah tetapi InsyaAllah berakhir dengan indah. Dan banyak hikmah dibalik cerita ini, semoga dapat menjadi pelajaran hingga mampu mengantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik.



Sekitar tahun 2015 an aku sendiri pun memutuskan untuk berprinsip pada anti pacaran, bukan anti terhadap orangnya yang melakukan pacaran, tetapi lebih kepada konsep dari pacaran itu sendiri. Kalau orang pacaran adalah hak masing-masing untuk melakukannya, tetapi kita perlu memperhatikan untuk terus menggiring opini pada prinsip tidak pacaran hehee. Aku hanya ingin patuh dan taat, aku hanya ingin tidak lagi menambah dosaku pada orang tuaku yang aku saja belum sama sekali memberikan amalan-amalan yang dapat membuat orang tuaku tinggi derajatnya, dan aku juga hanya menghindari hal-hal yang merugikan diri ku sendiri seperti halnya patah hati, waktu terbuang, pikiran terbuang dengan sia-sia. Pacaran sering halnya berakhir dengan patah hati, sakit, kecewa dll. Identik dengan patah hati, pacaran juga menyebabkan nalar yang sempit, sebagai perempuan pasti merasakan hal-hal yang membuat logika semakin sempit dan nalar semakin buta. Dan masih banyak lagi kerugian-kerugian pacaran yang mengiringi sampai pada pacaran yang berlabuh pada kekecewaan karena pasangannya dimiliki atau dinikahi orang lain padahal keduanya sedang memperjuangkan untuk menuju pernikahan, padahal niatnya baik tapi jalannya salah. Pacaran ini juga bisa menghambat keberkahan dalam menuju pernikahan ketika jodoh sudah datang menjemput, jika masih dalam status pacaran. Hal ini yang dialami sahabatku dalam menuju pernikahan, segala dilema sekitar seminggu an berakhir dengan keputusan yang mengharuskan dia menikah dengan tetangganya, bukan dengan pacarnya yang sudah memakan waktu selama hampir 5 tahun lamanya. InsyaAllah sahabatku ini mendapatkan calon suami yang baik, Allah selalu punya rencana baik meskipun hambanya sering kali melanggar syariat nya ketika hamba tersebut memohon ampun Allah enggan mengungkit dosa-dosa hambanya, betapa baik nya Allah. Rencana manusia tidak sama dengan rencana Allah itu namanya takdir, sahabatku ini sedang menjalani takdir Allah yang baik. Tetapi pada perjalanan takdir ini dia  sempat menemukan jalan yang salah dengan berpacaran sekian lamanya, tetapi Allah yang Maha Baik menunjukkan jalannya dengan cara mengakhiri jalan yang salah tersebut dengan menunjukkan jalan yang baik. Sahabatku sempat bingung dan nangis sepanjang malam, setiap ketemu pasti bermata sembab karena masih shock dengan kondisi ini yang tiba-tiba dilamar dengan segala keadaan yang menyudutkan dia untuk menikah dengan tetangganya itu. Ya begitulah takdir Allah, datang dengan tiba-tiba ketika hambanya dinilai mampu untuk menjalankannya. Akupun sebagai sahabatnya juga merasa bingung karena aku banyak tau tentang cerita cinta nya yang harusnya aku juga tidak membenarkan itu. Aku di posisi saat itu juga lebih menenangkan dan menyarankan untuk mengikuti keputusan keluarganya, karena kembali lagi kodrat perempuan itu nasabnya ada di ayahnya maka jika dilamar atau dikhitbah jawabannya ya tergantung pada ayahnya.
Dalam cerita ini, mengajarkan bahwa kita sebagai perempuan harus pandai-pandai menjaga hati, mulut, tindakan, pikiran dan mental kita untuk selalu ada di jalan Allah. Aku hanya berbagi cerita dari sudut bahwa pacaran itu tidak membawa kita pada kebaikan, seperti sahabatku yang ketika dia di khitbah, dia bingung karena memikirkan perasaan pacarnya, meskipun pacarnya mengatakan baik-baik saja dan mengikhlaskan tetapi dibalik itu ada dua hati yang sama sama tersakiti karena begitu lama membuat kenangan bersama yang saat itu mungkin beranggapan “he is my mine and she is my mine” meskipun ada batasan tetapi perasaan akan hal itu sulit untuk dibohongi. Aku memahami posisi sahabatku saat itu, aku tidak memposisikan temanku salah, tetapi hanya saja dia terlanjur menjalani, aku juga ikut merasakan kebingungannya dan menangis bersama di pojokan kelas waktu itu seusai mata kuliah selesei ketika pacarnya mengikhlaskan dan menyuruhnya untuk patuh kepada keputusan ini karena keluarganya sudah merestui. Aku paham untuk sahabatku yang masih belum paham akan haramnya pacaran, aku memposisikan sama dengan dia, sakit dan bingung. Sakit karena kesia-siaan pacaran dan bingung karena keputusan besar yang tiba-tiba harus diambil dengan segala tantangan kedepannya. Tetapi aku tidak larut dengan hal seperti itu, aku berkesempatan untuk menasihati inilah saatnya ibadah dengan suasana baru, kataku “menikahlah untuk ibadah, mungkin ini adalah takdir baik Allah untukmu, ikhlaskan semua yang membebani hati mu menjadi berat”.

Jika hanya sekedar mengikuti nafsu, maka terjerumus itu adalah jawaban pasti. Allah begitu sayang dengan sahabatku, Allah begitu sayang kepadaku karena memantapkan hatiku untuk tidak pacaran semakin kuat. Pacaran itu adalah sebuah ketidakpastian yang berakhir dengan 99,99 % kehancuran. Semoga aku, sahabatku dan kita semua selalu berada di jalan Allah, dijaga oleh Allah dan ditunjukkan kebenaran oleh Allah. Aamiin…