Selasa, 30 Oktober 2018

“GEMARIKAN dengan Mengembangkan Potensi Budidaya Perikanan di Ponorogo”



      Kondisi wilayah perairan di Kabupaten Ponorogo ditunjang dengan luas areal perikanan untuk perairan umum sebesar 324,30 Ha. Dalam perkembangannya Kabupaten Ponorogo dalam bidang perikanan masih terfokus pada Telaga Ngebel yang mengandalkan perikanan dengan menggunakan sistem keramba jaring apung dengan ikan nila sebagai komoditas utama yang dikembangbiakkan. Tetapi, sekarang ini juga tidak ada pertumbuhan dalam perkembangbiakkan sistem keramba. Berdasarkan informasi kendala yang ada yaitu tidak adanya perhatiaan kondisi perairan yang didekat permukiman penduduk yang sering tercemar limbah rumah tangga.
      Sektor perikanan di Kabupaten Ponorogo bisa dikembangkan dengan sistem budidaya perikanan. Budidaya perikanan ini dapat dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat guna menunjang kebutuhan ikan di Kabupaten Ponorogo. Pentingnya kebutuhan ikan sebagai salah satu bahan pangan yaitu guna memenuhi kebutuhan protein ikan masyarakat yang berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tetapi, seiring usaha perkembangan dalam mengembangbiakan sektor perikanan juga diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan suatu gerakan yang dinamakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) hal ini juga menunjang dan mendukung masyarakat dengan tujuan mengedukasi dalam kesadaran mengkonsumsi ikan. Gerakan ini bertujuan untuk membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan. Dalam implementasinya, GEMARIKAN dilakukan antara lain melalui kegiatan promosi kemitraan bersama organisasi/lembaga yang dinilai memiliki potensi untuk mengakselerasi peningkatan konsumsi ikan. Di sisi lain, masyarakat khususnya petani ikan juga dapat memanfaatkan hal ini sebagai peluang untuk menyediakan kebutuhan ikan untuk masyarakat Kabupaten Ponorogo. Selain itu, pemerintah juga dapat membantu KKP melalui GEMARIKAN dengan mensosialisasi masyarakat baik yang berperan dalam penyediaan kebutuhan ikan (petani ikan) dan masyarakat yang berperan sebagai konsumen ikan. Untuk petani ikan, pemerintah dapat membantu dalam hal pengadaan workshop guna menunjang dalam pengembangan budidaya perikanan.


Rabu, 24 Oktober 2018

Dear, gita sav. . .



Terimakasih atas segala karyamu yang terus menginspirasi
Terimakasih atas segala usahamu yang menginspirasiku
Terimakasih atas segala ceritamu yang juga menginspirasiku
Pun ku ucapkan terimakasih atas segala opini mu tentang isu-isu hangat yang terjadi di Indonesia meskipun kamu tinggal di Jerman, tapi masih peduli dengan negeri  ini.
Tapi…
Terakhir instastory mu di IG tanggal 24 Oktober 2018 buat aku kecewa tapi sekaligus menyadarkanku
Kenapa?
Iya kecewa karena opinimu begitu tampak sekuler dan apatis dengan muslim dan islam…Aku cukup punya hak untuk kecewa karena aku termasuk fansmu yang dari dua tahun terakhir ini aku always follow up blog dan vlogmu. Tapi ini semua cukup memberikanku jawaban dan kegelisahanku tentang anggapan idola. Ya, idola itu jika jatuh pada manusia akan mendatangkan rasa kecewa entah nanti, sekarang atau dimasa depan. Terbukti dan aku sadar tentang hadits yang diriwayatkan bahwa Allah Maha membolak-balikan hati manusia adalah benar.

Menurutku tidak mudah untuk menyadarkan diri sendiri dengan menemukan jalan untuk diri sendiri dengan tuntunan Allah langsung dan dengan petunjuk dari Allah secara langsung.
Alhamdulillah, mba git berawal dari mengidolakan karena niat baik yang terinspirasi oleh tulisanmu dari blog dan videomu dari vlog. Alhamdulillah berakhir dengan niat baik juga dengan kesadaran bahwa mengidolakan manusia itu tidak baik karena mendatangkan rasa kecewa itu sendiri.

Terimakasih telah menjadi salah satu inspirasiku untuk membuat blog ini, semoga sehat selalu mba git J

Selasa, 21 Agustus 2018

Penyesalan Untuk Memperbaiki Keadaan: Pesantren

Kata-kata ini sih yang lebih mendatangkan penyesalan lebih dalam dari sebelumnya

      Jadi setelah aku baca pengalaman-pengalaman nyantri atau mondok  atau mencari ilmu agama dan dunia di pesantren, rasa penyesalan di dalam lubuk hatiku yang paling dalam terdapat penyesalan yang nyesel nya itu nyesel banget. Sebenernya udah nyesel sejak 2015 an seusai aku pesantren kilat selama satu minggu, emang kilat banget sih tappi aku merasakan hal yang berbeda sementara itu baru dasar-dasar dalam mempelajari sholat yang benar dan sesuai hadits Rasulullah. Aku merasa kok aku sangat minim dalam pengetahuan agama, apakah pengetahuanku hanya segini dan selama ini pelajaran agama di sekolah umum kurang dan kurang masuk ke hati gitu atau kurang paham sih akunya. Aku merasakan luar biasa setelah tau bagaimana sholat yang bener, wudhu yang bener, bacaan sholat yang sesuai tuntunan dan sholat-sholat sunah yang dianjurkan. Setelah aku tau dan mengamalkannya, aku lebih merasakan hal yang sebelumnya belum pernah aku rasakan, yaitu tentram setelah sholat dan bisa merasakan ketenangan setelah membaca Al-Qur’an. Aku lebih memaknai bahwa ibadah itu perihal hati, hatimu terpaut atau tidak, hatimu bersih atau tidak, hatimu sehat atau tidak dan sebagainya. Ketika aku memahami syariat dan mengamalkannya, otomatis aku pun juga melibatkan hati dalam melakukannya. Semua berasa indah, nyaman, ikhlas dan pasrah ketika beribadah. Semua memang ada ilmunya, dan manusia harus mencari itu untuk mendapatkan kenyamanan dan ketentraman dalam beribadah. Jika sudah seperti ini, sesulit apapun keadannya mudah dilalui, tetapi memang harus tertib dan terus mencari ilmunya.
      Dan aku yang basic nya sekolah umum, tentu dirasa sulit (menurutku) untuk mencari dan fokus ke ilmu agama, begitupun teman dan lingkungannya. Tetapi, aku tetap bersyukur selalu bertemu dengan orang-orang yang menginspirasiku untuk tetap bisa belajar agama. Menurutku ini sebuah tantangan sih, bagaimana kita tetap bisa belajar agama sedangkan kita berada di lingkungan yang kurang pemahamannya terhadap agama. Ini pun juga ujian bagiku untuk menahan godaan yang dilarang agama dan mengklarifikasi pemahaman-pemahaman tentang syariah yang ada di Islam sesuai dengan pemahamanku, nah dalam hal ini aku juga mempunyai keterbatasan dalam menyampaikan kepada orang-orang yang berada di sekitarku atau yang lebih intens adalah teman, karena mereka juga secara langsung atau tidak langsung membawa dampak baik atau buruk bagiku sekaligus melaksanakan perintah Allah sih "sampaikan walau hanya satu ayat", tetapi aku sebisa mungkin terus memperbaiki dengan belajar dan mencari sumber yang sesuai Alquran dan hadits. Untuk membuat mereka paham aku tidak langsung mengelak pemahaman mereka, ya sedikit-dikit untuk menjelaskan dengan bahasa yang tidak menggurui dan dapat dipahami. Tetapi, disamping itu aku juga belajar lebih dari pengalaman-pengalaman yang terjadi. Lebih memaknai pengalaman dan cerita orang lain sih dari pada pengalaman sendiri, karena sulit untuk menilai diri sendiri yang seringkali dikalahkan dengan besarnya ego. Pengalaman dan cerita orang lain itu lebih variatif dan aku harus bisa mengambil hikmahnya tanpa merasakan kepahitan yang dialami orang tersebut. Nah disini aku selalu melibatkan tuntunan Al Qur’an dan hadits dalam mengambil hikmah dan mencari solusi. Disini akumerasakan banget Al-Qur’an dan hadits itu peranannya sangat besar dalam kehidupan kita sebagai manusia, benar-benar the key to real life. Tetapi, dalam hal ini aku selalu bertukar pikiran dengan teman yang paham tentang agama, tidak serta merta aku menyimpulkan sendiri, kadang juga tanpa sengaja ada video dakwah yang bersangkutan dan jadi tambah paham. Aku pengen banget punya guru dalam pemahamanku tentang Al-Qur’an dan hadits, soalnya kalau seperti ini terus aku sulit untuk selalu istiqomah dalam mencari ilmu agama. Kadang malah fokus ke dunia terlalu banyak sampai terkadang lupa akan menemukan solusi dalam kehidupan yang sebenarnya ada di dalam Al-Qur’an dan hadits. Disinilah letak penyesalanku dulu waktu SMP-SMA nggak pernah belajar di pesantren. Aku lebih mementingkan dunia karena tidak tahu ilmu agama yang melibatkan jiwa dan hati sehingga pahaman makna kehidupan sesungguhnya. Tetapi tetap bersyukur karena diberi kesadaran bahwa ilmu agama itu important for life dan jangan terlalu fokus sama dunia. Semoga kelak bisa merasakan kehidupan pesantren yang katanya menyenangkan..aamiin J

Minggu, 19 Agustus 2018

TIPS TIPS WAWANCARA PENELITIAN ILMIAH


Tips-Tips melakukan wawancara penelitian ilmiah
Kenapa aku bagi tips-tips tentang wawancara penelitian ilmiah? Karena menurutku penting banget ni bagi kalian yang masih amatir atau baru mulai untuk melakukan wawancara penelitian ilmiah. Sekedar info, aku pernah dapat kesempatan untuk melakukan wawancara perihal UMKM se-ekskarasidenan. Jadi yang diteliti banyak daerah yang per daerah nya harus tersebar dari kota sampai ke peloso desa dan data-data yang dibutuhkan juga banyak. Berikut tips-tips bagi kalian yang mau memulai wawancara ilmiah:
1.      Perhatikan kuesioner yang akan ditanyakan kepada responden dengan memperhatikan bahasa yang mudah dipahami oleh responden.
2.      Jika kalian merupakan dari tim pencari data, maka pahami dulu atau review kuesioner/angket yang akan kita gunakan untuk menanyakan kepada responden. Jika ada yang belum paham maka tanyakan kepada peneliti dan jangan lupa menanyakan tujuan dari penelitian ini, arah untuk hasil peneltian harus diketahui juga sebagai tim pencari data. Kita harus paham terkait isi dari kuesioner, tujuan penelitian dan arah hasil penelitian tersebut. Jadi antara peneliti dengan tim pencari data dapat sinkron untuk memenuhi data riset yang dibutuhkan.
3.      Jika kalian tim pencari data, gali informasi terkait tema yang diteliti oleh peneliti dan responden yang akan kita hadapi. Karena jika mendapatkan responden yang kritis maka kita tidak akan kesulitan untuk menjawab
4.      Sebelum melakukan pencarian data melalui wawancara, melakukan persiapan dengan plot-plot daerah yang didahulukan untuk melakukan wawancara. Jika sudah ada data alamat nya maka plotkan sesuai dengan daerah masing-masing sehingga ketika di suatu daerah yang sama dapat melakukan lebih dari satu responden, ini sangat membantu untuk efisiensi waktu. Jika random maka tanyakan kepada warga sekitar terkait informasi yang dibutuhkan atau bisa juga menanyakan kepada kantor kelurahan/desa.
5.      Ketika melakukan wawancara, sebelumnya siapkan kuesioner, alat tulis, alat perekam/Hp dan kamera untuk dokumentasi. Kenapa ada alat tulis padahal sudah ada alat perekam? Menurutku akat tulis ini lebih efisien digunakan karena menggunakan kuesioner/angket dalam bentuk kertas sekaligus untuk mengingat ketika kita rekap data dan juga ada arsip ketika kita kehilangan file rekaman. Prepare dengan baik terkait dokumentasi, jangan sampai lupa karena mungkin ada kendala seperti responden yang kurang welcome atau responden sedang ada kesibukan lain. Dokumentasi ini penting karena sebagai bukti wawancara untuk penggalian data.
6.       Awal melakukan wawancara harus perhatikan norma dan etika, jika sebelumnya sudah lobby responden untuk janji bertemu maka harus tepat waktu dan jika langsung datang ke lokasi maka perhatikan sopan santun dalam bertamu atau berkunjung, ini adalah salah satu tips untuk memudahkan kita dalam melakukan wawancara atau menggali data. Perkenalkan diri terlebih dahulu kemudian paparkan maksud dan tujuan kita, serta hasil dan tujuan dari penelitian tersebut. Dan jangan lupa untuk menanyakan boleh/tidaknya untuk menggali data untuk penelitian tersebut. Yakinkan responden dengan kata-kata yang mudah dipahami, jadi kita juga perlu membaca karakter responden. Yakinkan juga mengenai data yang dipakai tidak berpengaruh pada ketidaknyamanan atau kerugian bagi responden, sebaliknya kita juga harus cerdas untuk memaparkan keuntungan dan kebaikan yang akan diperoleh responden dari hasil penelitian tersebut. Misalnya: nantinya hasil penelitian UMKM ini dapat digunakan oleh pemerintah sebagai data untuk memberikan bantuan, meskipun kemungkinan hanya sedikit tetapi ada kemungkinan untuk peluang tersebut. Kita juga dapat menyampaikan data ini kepada perdakum untuk informasi bantuan atau program pengajuan bantuan yang dibutuhkan pelaku usaha.
7.      Jika penelitiannya kualitatif saat melakukan wawancara gunakan bahasa-bahasa yang singkat tetapi responden dapat menjelaskan atau menceritakan, tetapi jika kuantitatif maka singkat-singkat saja pertanyaannya karena kuantitatif melibatkan banyak responden, pencari data harus memperhitungkan efisiensi waktu untuk membaginya dengan responden-responden lain. Tanya seperlunya dan data yang terpenting tentang pengisian lebih lanjut bisa dikalkulasi waktu rekap data.
8.      Ketika melakukan rekap data lebih baik setelah melakukan wawancara atau satu hari-dua hari dengan jeda wawancara. Jangan lama-lama dalam melakukan rekap data karena menghindari resiko lupa dan kehilangan data yang ada.
9.      Segera atur jadwal kembali setelah melakukan wawancara sesuai dengan plot daerah-daerah yang akan dituju.
10.  Jika kalian tim pencari data, sering-sering laporan kepada peneliti tentang perkembangan data yang diperoleh.  
11.  Bagi kalian yang perlu ambil data di dinas pemerintahan, jangan lupa siapin fotocopy KTP dan surat izin untuk penggalian data kalo ada proposal ya pakai proposal kegiatan penelitiannya.
12.  Bawa Flashdisk ketika sudah beres persyaratan administrasinya, untuk mencopy datanya karena biasanya banyak gitu dan nggak mungkin diprint, intinya sih biar efisien waktu dan biaya. Sebenernya kalo ngurus nya cepet tapi kadang-kadang lama karena nunggu yang bersangkutan dan bertanda tangan ada di tempat,  mereka kadang-kadang ada dinas di luar kantor gitu, jadi ekstra sabar. Kalau dijanjiin untuk menunggu ya ditunggu aja soalnya nggak setiap saat mereka yang bersangkutan untuk menyetujui ada di kantornya.
Semoga bermanfaat ya… Good luck dan semangat

Minggu, 12 Agustus 2018

Mari Bersyukur


Bersyukur
Seringkali kita mendengar nasihat tentang bersyukur, bahkan mungkin sampai bosan mendengarnya. Orang-orang bijak selalu mengatakan pentingnya bersyukur dalam kehidupan. Tetapi, kita sering lupa akan esensi bersyukur itu sendiri. Lalu apa esensi dari bersyukur itu sendiri? Di Al qur’an sendiri banyak ayat yang mengulas tentang bersyukur, mulai dari perintah sampai mengingat perihal syukur. Salah satunya yaitu Al Baqarah ayat 152 yang artinya “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” Bersyukur sendiri memiliki makna yang mendalam jika kita mau untuk merenungkan. Mari kita sejenak merenungkan perihal bersyukur, bersyukur dapat diartikan sebagai cara untuk mengingat nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada umat manusia. Terkadang manusia terlalu sering mengingat cobaan atau ujian dalam hidup sampai lupa mengingat atau bahkan menghitung nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Bersyukur tidak hanya diartikan mengingat nikmat, tetapi juga dapat berarti ibadah. Kenapa? Dengan begitu kita lebih mengingat dan bergantung pada Allah untuk melibatkan dalam kehidupan kita. Bersyukur juga dapat dinilai sebagai obat penenang, kenapa? Dengan bersyukur, kita dapat merasakan kecukupan akan nikmat yang diberi Allah, bahkan dapat merasakan nikmat yang lebih sehingga dapat menjadikan obat penenang hati di kala banyak masalah atau ujian. Merasa cukup dan malah berlebih dengan apa yang sudah diberikan Allah kepada kita. Bersyukur juga merupakan sebuah alternatif untuk menyelesaikan masalah, kok bisa? Karena dengan bersyukur kita dapat mengingat hal-hal lain dari masalah tersebut atau dengan kata lain menilai atau mengidentifikasi masalah yang kita hadapi dengan melibatkan syukur. Contoh nya: ketika kita dihadapkan pada masalah tidak ada biaya untuk membayar tagihan yang harus dibayar, dengan melibatkan syukur maka kita akn bertindak dengan tidak meratapi nasib tetapi mencoba berpikir realitas dengan berusaha untuk mencari jalan agar dapat membayar tagihan yang harus dibayarkan. Bersyukur masih diberikan kewajiban untuk membayar tagihan dan bersyukur untuk dapat menikmati hasil dari tagihan tersebut. Hal ini juga terdapat dasar dalam sebuah ayat Al Quran yaitu surah Ibrahim ayat 7. Rumus hidup ini sebenarnya mudah, tetapi manusia seringkali lupa dan ingkar. Rumus hidup agar selalu diridhai oleh Allah yaitu dengan bersyukur, ikhlas, tawakal iringi dengan berdoa, doa agar selalu diingatkan dengan hal baik dan dilindungi dari hal yang menyesatkan maka akan menghasilkan kebahagiaan dunia akhirat. Dan janngan lupa shalawat untuk Rasulullah Shallahu'alaihi Wassalam serta para sahabatnya.

Sabtu, 07 Juli 2018

Cerita Sore: Resign Dari Tempat Kerja



            Sore itu aku sedang berkunjung di rumah sepupuku untuk bersilaturahmi, aku senang berkunjung disana karena sepupuku menyambut ku dengan senyum bahagia dan selalu memberikan ku insipirasi ketika ia bercerita. Aku selalu menyimak kata demi kata untuk aku pahami karena memang menarik. Jum’at sore yang penuh berkah kemarin itu, aku mendapatkan sebuah cerita ketika aku baru saja duduk di sofa ruang tamu nya, sepupuku mengatakan bahwa per-Juli ini dia sudah resign dari pekerjaannya, dengan alasan ia harus memilih keluarga untuk menjadi ibu rumah tangga, sontak aku juga ikut merasakan senang dan langsung menginspirasiku. Ia setelah resign juga sudah merencanakan akan melanjutkan dan menekuni bisnis yang sudah dijalankan yaitu pembutan mukena dan akan membuka bisnis baru di bidang kuliner yaitu mie gondrong (semacam mie ayam Jakarta). Kalau aku melihat potensinya sih bagus karena setiap masakannya yang dibawakan ke aku pasti enak banget. Aku diamanahi untuk mencari mahasiswa yang memahami akan bidang pemasaran untuk membantu usahanya, karena memang aku kurang memungkinkan dalam membantu mengingat kesibukan ku akhir-akhir ini yan sudah mendapatkan tawaran dari dosen untuk membantu penelitian. Disana aku dan sepupuku banyak bertukar pengalaman soal bisnis, aku juga sedikit memiliki pengalaman dan sedikit ilmu dalam hal bisnis. Tetapi dalam menjalankan bisnis secara serius aku belum bisa focus, sebenarnya kepengen sekali untuk pengalaman dan tanggung jawab akan kemandirian tetapi aku saat ini masih focus pada kuliah dan organisasi tapi tujuannya juga untuk membantu juga dalam pedoman wirausaha melalui ilmu dan relasi. Oh iya kembali lagi soal sepupuku yang resign, jadi ia resign disaat jabatannya naik menjadi kepala bagian. Ini juga menjadi salah satu alasan untuk resign karena tanggung jawabnya lebih besar tentu waktu untuk keluarga juga kurang. Aku salut dengan sepupuku ini karena ia sangat yakin akan keputusannya meskipun ini berat, padahal dia juga kepengen S2 untuk belajar atau kkuliah lagi katanya. Tetapi keinginannya itu seolah disimpan lebih dulu untuk kembali focus pada keluarga. Setelah resign, katanya ia mau mengembangkan kedua bisnisnya itu, aku ikut senang dan mendukung. Ceritanya membuat diriku semakin mantap dalam pandangan ku ke depan yang dulu aku pernah rencanakan memang seperti apa yang dialami oleh sepupuku. Hmm.. aku jadi ingat juga dengan kakaku yang memutuskan juga untuk resign karena ingin juga menjadi seorang Ibu rumah tangga, karena ingin focus ke anaknya yan memang saat itu masih balita. Ia memutuskan mantap untuk resign karena cemburu dengan anaknya yang lebih memilih dekat dengan neneknya (mertuanya) padahal saat itu ekonomi nya belum mapan seperti saat ini. Kakaku dan suaminya juga masih merintis untuk kesejahteraan keluarganya, beli susu formula anaknya juga mahal tetapi entah kenapa kakaku lebih memilih untuk resign ketimbang memikirkan materi atau kesejahteraan dalam segi ekonomi. Suaminya juga masih menjabat sebagai karyawan biasa pada saat itu. Tetapi Allah punya jalan lain, entah aku baru sadar sekarang kakaku sudah sejahtera tanpa melewati masa-masa kritis ekonomi. Mungkin inilah yang dimaksud dengan keberkahan, sejatinya kebahagiaan tidak melulu soal materi, tetapi kebahagiaan batin jauh lebih berharga. Jika kita memilih sesuai hati kita maka Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan tanpa meminta Nya. Allah selalu member lebih, buktinya sampai saat ini, keluarganya insyaAllah baik-baik saja dan selalu sehat serta bahagia, dengan memilih resign kakaku lebih leluasa dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya, selalu belajar dan belajar dlaam mendidik anak untukk menjadi anak yang bertanggung jawab nan sholih. Alhamdulillah Allah memberikanku contoh di keluargaku yang baik-baik sampai yang buruk tak terlihat karena yang baik terlalu banyak di keluarga ini…Nikmat yang harus diingat  

Jumat, 01 Juni 2018

“PENGEMBANGAN DAN PEMBIAYAAN INDUSTRI PADAT KARYA BERORIENTASI EKSPOR”


Seminar Nasional BI dan ISEI
Kpw BI Yogyakarta, 7 Mei 2018
            Seminar Nasional ini dimulai pukul 09.48 WIB, dibuka dengan tarian yang bertema persahabatan dibawakan oleh sepasang penari laki-laki dan perempuan dengan energik. Acara ini dihadiri oleh dosen ekonomi, karyawan perusahaan dan para sarjana ekonomi yang terorganisasi di ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia). Sebelum memasuki acara inti yaitu penyampaian materi seminar, Bapak Budi Hanoto selaku kepala kantor perwakilan BI Yogyakarta membuka acara dengan sambutan mengenai keadaan pertumbuhan  ekonomi Yogyakarta yang masih dominan pada sektor wisata dan belum merambah pada sektor industri, hal ini merupakan catatan penting untuk Kpw BI Yogyakarta untuk mendorong adanya forum investasi untuk meningkatkan sektor industri di Yogyakarta guna bersinergi untuk akselerasi ekonomi dalam menunjang kegiatan ekspor.
 Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Mirza Adityaswara selaku Deputi Gubernur Senior BI, beliau menyinggung perhatian presiden terhadap ekspor. Kegiatan ekspor sudah digencarkan pemerintah sejak tahun 1980-an hingga sekarang masih menjadi suatu hal yang harus terus diperhatikan. Ekspor berkaitan erat dengan dukungan dalam pembiayaan dalam negeri yang tidak cukup jika mengandalkan income yang ada di dalam negeri. Ekspor dapat menjembatani suatu negara dalam membangun dan menjalin relasi dengan negara lain guna menunjang kebutuhan dalam negeri yang belum terpenuhi. Berbicara mengenai Amerika Serikat, Jika ekonomi Amerika Serikat membaik, maka berdampak baik juga pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri maupun pada negara-negara lain mengingat Amerika Serikat sebagai penyedia likuiditas, tetapi pertumbuhan ekonomi juga ada dampak yang harus diwaspadai yaitu inflasi dimana banyak nya permintaan akan menyebabkan kenaikan harga. Bunga normal suatu negara adalah 1% diatas tingkat inflasi, saat ini Indonesia masih terkendali karena defisit dibawah 3% yang akan terus dijaga stabilitasnya oleh BI. Ada wacana bahwasanya Indonesia, Malaysia dan Thailand akan diversifikasi mata uang, tetapi masih dalam jangka panjang karena dinilai sulit untuk menghilangkan behavior perdagangan. Di Indonesia sendiri neraca perdagangan manufaktur labour & resource masih surplus sedangkan untuk high low skill & technology intensive masih deficit. Oleh karena itu Indonesia membutuhkan industri ekspor padat karya karena Indonesia memiliki lebih dari 250 juta penduduk. Selain itu Indonesia juga memmbutuhkan pengusaha kelas menengah guna menyeimbangkan neraca perdagangan. Pengusaha kelas menengah di Indinesia hanya 5,1 % sedangkan untuk pengusaha  kecil sebesar 93,47%, missing in the middle ini terjadi karena tidak ada rantai  produksi karena Indonesia impor valas. Pesan untuk OJK adalah kredit oriented export harus tumbuh jangan hanya focus pada kredit oriented non export.
Setelah adanya sambutan-sambutan, memasuki acara inti yaitu materi seminar. Pembawa acara memperkenalkan moderator yaitu Muhammad Edhie Purnawan, anggota Eksekutif Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), Dosen senior program sarjana dan pascasarjana FEB UGM. Selanjutnya moderator juga memperkenalkan pemateri-pemateri mulai dari Reza Anglingkusumo, Edy Putra Irawadi, Ade Sudrajat Usman, Raden Pardede, Darmawan Junaidi, TM.Zakir Syakur Machmud dan  Adhi S Lukman.
Materi pertama yaitu Pengembangan industri dari Bank Indonesia yang disampaikan oleh Reza Anglingkusumo, pada hakikatnya ada dua indikator yaitu prospek perekonomian dan industri padat karya & ekspor. Selama ini Indonesia fundamental pertumbuhan cukup kuat  tetapi melambat dalam perjalanannya. Untuk mendukung percepatan dalam hal ini Indonesia diharapkan dapat mendorong kegiatan ekspor industri manufaktur karena tidak selamanya Indonesia hanya mengandalkan SDA dan bahan mentah yang di impor sehingga bernilai rendah. Indonesia harus meningkatkan neraca perdagangan dan industri pengolahan guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi. Bidang Industri di Indonesia dengan menggunakan padat karya maka akan berpengaruh dalam pertumbuhan, stabilitas dan pemerataan ekonomi. Saat ini Indonesia dalam kegiatan industri terkendala infrastruktur dan upah tenaga kerja, selain itu industri dalam kegiatan ekspor terkendala masalah tariff dan standar ekspor pada negara tujuan tertentu. Pemerintah diharapkan membuat kebijakan untuk penurunan tarif ekspor dan memberi kemudahan tarif impor dalam penyediaan bahan baku & mesin. Peran Bank Indonesia dalam hal ini adalah berperan aktif dalam satgas percepatan reformasi struktural dan memfasilitasi koordinasi pusat.
      Pemateri kedua yaitu Edy Putra Irawady menyampaikan tentang sinergitas kebijakan industri padat karya berorientasi ekspor. Yang harus diperhatikan dalam industri padat karya berorientasi ekspor adalah daya pikat, daya tarik dan daya saing. Cakupan industri padat karya yaitu berupa non migas. Permasalahn industri yang ada di Indonesia yaitu masalah SDM dan teknologi. Jika Indonesia tidak mau bergantung pada hutang, maka harus ada orientasi dengan menghasilkan produk bernilai tinggi dengan input yang rendah. Di Indonesia hanya karet yang mempunyai world class standard, harus ada perkembangan produk dengan market intelligence (sebuah strategi yang dapat dilakukan oleh semua perusahaan untuk memperoleh informasi  dengan pengumpulan data dan analisis pasar yang sesuai dengan keadaan pasar saat ini). Pola industri di Indonesia meskipun lokal market lebih nyaman dari pada ekspor.
Pemateri ketiga adalah TM. Zakir Syakur Machmud perwakilan dari kementrian perindustrian yang akan berbicara mengenai prospek dan peran pemerintah dalam mendorong penguatan industri nasional khususnya industri padat karya berorientasi ekspor. Indonesia mempunyai basis komoditi antara lain, migas, batu bara,hutan dan rempah-rempah tetapi Indonesia selamanya tidak bisa hanya mengandalkan basis komoditi yang dimiliki. Industri merupakan solusi Indonesia dalam mendorong perekonomian. Industri berorientasi pada QPID (Quality, Price, Innovasion and Delivery) yaitu Quality yang berorientasi pada kompetitif dalam hal kualitas, Price yang dimaksud adalah secara produksi efisien, terjangkau dan laku di pasar, Innovation adalah berbicara mengenai produktivitas yang dihasilkan untuk keberlanjutan barang/jasa, dan Delivery yang dimaksud adalah pelayanan yang ditujukkan pada konsumen. Kementrian perindustrian mencanangkan program “Making Indonesia 4.0” yang beroorientasi pada perubahan global manufaktur. Kenapa industri manufaktur? Karena industri manufaktur dalam sumbangan pertumbuhan ekonomi cukup besar yaitu sebesar 20% lebih besar dari pada yang lain, yang secara langsung mempengaruhi jumlah PDB. “making Indonesia 4.0” berfokus pada 5 sektor yaitu industri makanan dan minuman, TPT (Tekstil dan Produk Tekstil), kimia, otomotif dan elektronik. Langkah aksi dari “making Indonesia 4.0” adalah insentif teknologi, investor roadshow, pendidikan vokasi, pusat inovasi dan dukungan untuk UMKM.  
Pemateri keempat yaitu Raden Pardede yang menyampaikan perihal prospek industri padat karya berorientasi ekspor. Kondisi industri sekarang di Indonesia tidak lebih baik dari pada tahun 1980-an, karena pemahaman masyarakat Indonesia yang salah bahwasanya Indonesia itu kaya. Pernyataan Indonesia tidak kaya bisa dibuktikan dengan perbandingan antara Sumber Daya Lingkungan dengan jumlah penduduk Indonesia. Pemahaman yang salah ini menyebabkan produktivitas masyarakat Indonesia menurun dan cenderung bergantung pada pemerintah. Pemahaman ini harus diubah dengan bekerja keras dalam rangka meningkatkan perumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi. Indonesia mempunyai peluang dalam ruang untuk berkembang dan mengejar masih terbuka lebar. Negara maju sudah dalam tahapan puncak yaitu melakukan inovasi sedangkan Indonesia masih fokus dalam pertumbuhan ekonomi. Berikut arus perdagangan yang terjadi di Indonesia pada umumnya:

            Pada kolom platform dapat dianalisis bahwasanya, hal ni dapat memotong adanya tengkulak yang dapat meningkatkan harga yang berasal dari industri manufaktur. Platform merupakan media yang dapat memudahkan pengusaha dalam memsarkan produk kepada konsumen tanpa batas. Dengan platform pengusaha dapat mengenal konsumen melalui market intelligence. Peran pemerintah dalam mengentaskan permasalahan industri adalah dengan melakukan riset pada penyakit masing-masing industri dengan mrestrukturisasi industri dan memegang prinsip prioritas industri yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
            Pemateri kelima yaitu dari Bank Mandiri, Darmawan Junaidi yang menyampaikan perihal peran perbankan dalam pengembangan dan pembiayaan industri makanan & minuman dan tekstil. Saat ini Indonesia tergolong dalam middle income countries, yang mempunyai tantangan besar yaitu Middle Income Trap (MIT) atau ketidakmampuan sebuah negara dalam meningkatkan pendapatan perkapita yang disebabkan oleh beberapa faktor. Menteri keuangan, Sri Mulyani berpendapat bahwa untuk terhindar dari MIT ada 4 faktor peluang yaitu bonus demografi, urbanisasi, harga komoditi global yang melemah guna mendorong diversifikasi ekononomi dan perubahan ekonomi China mendorong kenaikan upah buruh di China yang menciptakan peluang berkembangnya investasi pada sektor ekspor padat karya. Peluang ini dapat mendorong terciptanya perkembangan industri padat karya. Pada tahun 2015, industri makanan & minuman  dan industri TPT menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja. Namun dua industri tersebut cenderung standar sehingga kurang adanya produktivitas dan kesempatan tenaga kerja lain dikarenakan aktivitas ekspor kurang dari impor dalam bidang industri. Bank Mandiri ikuut serta mendorong pertumbuhan industri makanan & minuman dan industri TPT melalui penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) hal ini dalam rangka memfasilitasi dan memotivasi masyarakat. Selain dua industri tersebut, Bank Mandiri melalui study case dengan bekerjasama untuk penyaluran KUR sektor perikanan dengan PT. Kelola Mina Laut di Gresik dengan perusahaan off taker dapat menjamin kelangsungan bahan baku bagi sub-industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota air yang penjualannya berorientasi ekspor. Tujuannya yaitu untuk surplus ekspor, Bank Mandiri terdapat program tematik sesuai dengan wilayah-wilayah di Indonesia untuk menunjang kebutuhan sektor perikanan dalam rangka aktivitas ekspor.  
            Pemateri keenam yaitu Adhi S Lukman, Ketua Asosiasi Industri Makanan & Minuman Indonesia yang membahas mengenai prospek industri padat karya berorientasi ekspor makanan & minuman. Saat ini fokus dari industri makanan & minuman yaitu daerah luar pulau Jawa dalam mengembangkan permintaan konsumen untuk produk mamin. Indonesia masih mengahrapkan industri mamin dapat berkembang seperti di Thailand yang menjadi negara dengan industri mamin terkuat se ASEAN. Industri mamin juga masuk dalam 5 sektor dalam making Indonesia 4.0, untuk mewujudkannya Indonesia perlu adanya pendidikan vokasi untuk menunjang produktivitas. Dimana pendidikan vokasi dianggap mampu menghasilakn lulusan dengan keahlian terapan tertentu sehingga lebih menguasai dalam hal produktivitas barang ataupun jasa. making Indonesia 4.0 juga bertujuan mengubah mental masyarakat Indonesia dalam mewujudkan industri padat karya berorietasi ekspor.
            Pemateri keenam yaitu Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia yang membahas mengenai industri TPT Indonesia yang cenderung stagnan. Permasalahn industri TPT yang menyangkut tenaga kerja, akses pasar, kapabilitas dan kemampuan industri local, serta kebijakan pemerintah mengenai tarif ekspor dan impor yang menghambat produktivitas industri TPT. Tantangan untuk Indonesia di semua bidang industri adalah tenaga kerja, dimana permasalahannya mengenai tenaga kerja siap pakai yaitu SMK yang belum tentu mampu dan ahli dalam hal produktivitas, tenaga kerja yang tepat dalam kategori tenaga siap pakai adalah lulusan pendidikan vokasi yang sudah dianggap mampu dalam keahlian produktivitas. Selain itu workweek (hour) Indonesia hanya 40 jam sedangkan dibandingkan dengan Thailand yaitu 48 jam dan negara-negara maju yang lainnya standard jam kerja dalam satu minggu sebanyak 48 jam. Permasalahan yang lain yaitu akses pasar yang menyempit disebabkan shifting order ke negara-negara yang memiliki tarif rendah dengan adanya persaingan pasar. Selain itu permasalahan yang lain yaitu impor bahan baku dan tingginya biaya ekonomi yang harus ditanggung oleh dunia usaha dalam menciptakan produktivitas yang maksimal, dalam hal ini industri TPT mengharapkan pemerintah meregulasi ulang terkait tarif dan biaya ekspor-impor. Tetapi sekarang industri TPT mulai berkiblat ke kanan dengan memanfaatkan platform. Platform disini mendorong industri kreatif sebagai solusi industri TPT untuk orientasi ekspor. 
            Pada dasarnya industri-industri yang ada di Indonesia harus mengerti dan paham atas semua permasalahan yang ada. Sehingga ketika pemerintah melakukan survei dapat menjelaskan secara tepat agar pemerintah juga dapat mengambil langkah yang tepat dalam hal pembuatan regulasi industri. Solusi pemerintah dalam hal berkompetisi dengan industri di luar negeri yaitu dengan melakukan inovasi dan memanfaatkan dunia digital yang sudah mobile. Pemerintah mengharapkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi khusus karena ekonomi khusus merupakan alternatif untuk meningkatkan produktivitas dengan kreatifitas. Selain itu industri dan pemerintah juga mengharapkan pendidikan vokasi terus dikembangkan agar terciptanya tenaga kerja yang ahli dalam terapan tertentu sesuai dengan bidang dalam rangka memperbaiki produktivitas industri.