Senin, 28 Desember 2020

ADAM (Antara Dia Aku dan Mereka) Bagian 7: Self Awareness

 


“Seperti siapa aku?

Apa yang harus kulakukan?

Dan mengapa aku ada?

Apakah aku punya tujuan tertentu di dunia?

Dan setelah mati, apakah keadaanku?”

Kutipan di halaman 84 dari buku ini yang mungkin membuat pembacanya tertampar. Beberapa pertanyaan yang menggugah kesadaran kita sebagai manusia di muka bumi ini. Lalu pertenyaan-pertanyaan itulah bisa membuat kita terus memikirkannya karena kita butuh merenung untuk menemukan sebuah jawaban yang harus di konfirmasi juga oleh hati masing-masing. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mampu membawa kita pada jalan yang benar jika kita mau berusaha, karena pertanyaan-pertanyan inilah yang mampu menjadi pembuka pintu hidayah atau  ibaratnya seperti kita berada di lorong yang gelap kemudian menemukan seberkas cahaya, jika kita mau berusaha untuk mencari dan menemukannya maka akan menemukan jalan keluar dari ruang gelap yang kita hanya mampu meraba tanpa melihat.

Merenung memang dibutuhkan untuk hal-hal yang menjadi kegelisahan dalam diri dan diharuskan untuk berdiskusi dengan diri sendiri. Kutipan pertanyaan di atas mari kita renungkan dan mulai cari tau yang sebenarnya, tentu saja dengan dasar ilmu yang kuat yaitu Al Quran, yang membahas semua kehidupan dulu, kini, dan nanti. Setelah mencari ilmunya, tanyakan kepada hati untuk dikonfirmasi agar kita memahami kandungannya dan kita mempunyai alasan dengan jawaban-jawaban yang kita temukan. Mengapa begitu? Karena hati adalah bagian dari diri yang tidak bisa dibohongi, yang pada dasarnya hati memang suci dan kita harus meyakini  itu. Segala keburukan yang ada pasti akan terdeteksi lewat hati, jika tidak terdeteksi maka tertutup hati manusia itu dengan hal-hal yang kotor.

 

Sabtu, 26 Desember 2020

Memulai dan Melangkah

 

Aku yang terlalu fokus dengan lara

Sampai lupa bahwa ada kamu yang berusaha untuk menyembuhkannya

Tak sadar bahwa ketulusan itu memang benar adanya

Bahwa kamu adalah seseorang yang kubutuhkan

Ku harap memang benar adanya

Mengajarkanku bahwa aku berhak untuk bahagia

Tidak lagi terbelenggu dalam luka yang dalam

Tidak lagi menyelam samudra masalah dengan sendirian

Karena katamu kamu akan berjalan beriringan denganku

Kita yang pernah tenggelam dalam luka

Tapi kamu memulai dulu untuk sembuh

Sedangkan aku? Aku masih sibuk menikmati luka yang membelenggu

Hingga kini sadar, bahwa ada banyak mimpi yang harus kita perjuangkan

Sembuhkan luka tanpa mengutuk takdir

Menikmati hidup dengan penuh syukur

Dan sekarang adalah waktunya

Meninggalkan semua yang membelenggu

 


Jumat, 04 Desember 2020

Buku ADAM (Antara Dia Aku dan Mereka) - Bagian 6: Semua Begitu Teratur



Pernah berpikir ngga sih bagaimana kehidupan ini berjalan? Jatuhnya daun-daun, para pengemis yang terlihat sehat yang mungkin hanya terpenuhi kebutuhan pokoknya saja, orang kaya yang raut mukanya kadang terlihat tertekuk padahal barang yang diinginkan dapat dibeli, tanaman yang tumbuh hijau sekalipun di gurun ia di gurun yang minim air, paus biru yang begitu besar tapi makanannya plankton, pelangi yang warnanya begitu harmonis dan masih banyak lagi peristiwa atau makhluk hidup yang kalau kita renungkan pasti banyak pertanyaan yang muncul, mengapa ada? bagaimana prosesnya? dimana awal terjadinya? siapa yang menjadikannya? dan mengapa begitu teratur?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat sebagian orang semakin meyakini bahwa semua itu ada yang mengatur, yang jika kita renungkan lebih lanjut semua yang berperan dalam kehidupan ini mempunyai kesempatan dan hak yang sama sesuai dengan penciptaannya. Seperti halnya tumbuh-tumbuhan yang bernafas dengan Co2 dan berfotositesis lalu menghasilkan O2 untuk manusia bernafas.

Jika peristiwa yang kita renungkan begitu teratur maka ada masa atau waktu yang mengiringi. Kehidupan di dunia memang erat dengan suatu masa yang dapat dijadikan tanda terjadinya peristiwa, yang lalu dan yang akan datang. Dua masa yang pasti semua makhluk mengalami, ada yang ber-revolusi ada juga yang ber-evolusi, ada yang punah ada yang masih bertahan meskipun langka, ada yang lama dan ada yang baru. Begitulah kehidupan berjalan, ada yang ditinggalkan ada pula yang datang. Selayaknya peristiwa lama yang diridukan dan peristiwa baru yang disambut dengan suka cita.

Ada yang membuat menarik dari sebuah kehidupan, mengapa menarik? Karena kehidupan bersifat fluktuatif. Kehidupan tidak menetap pada suatu tempat atau keadaan, akan selalu berpindah dan akan akan selalu berubah. Terkadang kita berada di tempat tinggi dan juga berada di tempat rendah. Selalu ada alasan ketika kita di tempatkan di suatu tempat, misalnya kita di tempatkan pada titik terendah dalam hidup yang tujuannya agar kita bisa menengadah dan memohon petunjuk pada Allah.

Jika kita meluangkan waktu untuk merenung atas apa yang sudah terjadi dalam kehidupan, maka akan mudah untuk kita menemukan jawaban mengapa kehidupan ini begitu teratur. Merenungkan bukan asal merenung, tapi dengan kemurnian hati dan keterbukaan pikiran yang sama-sama berjalan.

                                                                                                                       

 


Minggu, 29 November 2020

NovembeRun


Terkadang jiwa yang kosong memang seringkali terjangkit
Terjangkit berbagai prasangka
Menerka seakan menjadi kebiasaan
Pikiran di selimuti rasa was-was
Sejenak melupakan tapi kemudian teringat lagi
Seakan prasangka itu rekat melekat

Harapan dan ambisi
Banyak yang memudar hingga hilang
Keduanya menjadi semu dalam diri
Tersadar bahwa diri ini masih butuh keduanya
Agar tetap hidup dan tidak mati
Selayaknya kata "bahwa hidup itu memang tidak mudah"

Tersadar juga bahwa diri ini seringkali merasa jauh dari kata mampu
Memang benar adanya
Jika terus berdiri dan hanya melihat
Sekarang memang seperti terjerat jika ingin berpindah
Tapi tantangan hidup memang begitu adanya
Manusia hidup diciptakan untuk keluar dari setiap jeratan-jeratan
Terlepas dari jeratan jika raga sudah tak lagi ada




Rabu, 11 November 2020

Buku "ADAM (Antara Dia Aku dan Mereka)" Bagian 5: Paradoks Kehidupan


Kejutan dan harapan adalah bagian dari masa depan yang kita rasakan pada masa lampau atau masa kini. Dua hal yang dinantikan untuk masa depan yang ingin dirasa indah. Kejutan yang baik dan harapan yang baik dari sebuah angan masa lampau untuk masa depan. Kejutan yang diluar kuasa kita dan harapan adalah hak kita untuk tetap hidup. 

Memang benar manusia dapat hidup salah satunya karena adanya harapan. Harapan yang selalu dipanjatkan akan menjadi sebuah energi untuk tetap hidup, entah dengan tujuan atau belum ada tujuan. Yang jelas, sebuah harapan jika disertai dengan tujuan, maka hidup akan jauh lebih bermakna. 

Diri sendiri adalah bagian dari hidup sepenuhnya. Masa depan juga ditentukan oleh keputusan-keputusan yang diambil dari masa lampau. Masa depan disebut bagian dari kebiasaan kita, waktu kita, dan berbagai macam pengalaman yang kita peroleh. Akumulasi dari hal-hal itulah yang membuat kita hidup sesuai dengan keadaan saat ini. Tapi itu bukan hukum mutlak, diri sendiri memang sepenuhnya dari hidup kita. Tetapi ada banyak hal pula yang mempengaruhinya yang ada diluar kendali kita. Mengimani atau belum mengimani hal tersebut juga tergantung pada diri sendiri. 

Mengandalkan diri sendiri memang tak ada yang salah, yang salah ada bergantung pada orang lain. Jika harapan itu hak kita, lantas mengapa kita berharap pada orang lain? padahal kita masih bisa berharap pada diri sendiri, kita dapat mengontrol diri kita sendiri, kita dapat memahami apa yang sebenarnya kita mau. Maka dari itu kita dianjurkan untuk lebih mengenal diri sendiri agar tau, sesekali merenung dan berbicara pada diri sendiri. Dengan begitu kita tau bagaimana kita, dimana kita berada, dan apa yang menjadi tujuan kita sebenarnya. Memang tidak mudah, tetapi terus mencoba adalah hal yang tidak sulit bukan?

Jangan tergesa-gesa meskipun sifat itu memang bagian dari diri manusia. Menjadi sabar itu sulit, itulah yang membuat sabar menjadi andalan manusia-manusia baik dan sukses.
Nikmati setiap perjalanan yang dilalui, proses untuk mencapai tujuan adalah bagian perjalanan yang nanti akan dirindukan jika kita sudah sampai. Mari nikmati perjalanan hidup dengan penuh makna :)

Rabu, 28 Oktober 2020

Quarter Life Crisis (Jejak Pendapat 2)

Fase kehidupan seseorang pasti melewati fase ini, yaitu fase Quarter Life Crisis (QLC). Banyak yang menilai bahwa fase ini fase yang pelik dan sukar dan sulit untuk diterima dan ditakhlukan. Tak sedikit mereka yang enggan atau bahkan menyerah pada fase ini. Memang fase ini adalah fase kehidupan yang  membuat kita untuk terus struggling.

Lalu apa sih QLC itu?

Suatu krisis yang dialami seseorang dengan rasa ragu, cemas, khawatir hingga rasa ketidakpuasan kepada diri sendiri pada usia menginjak dewasa. 

Tak banyak juga yang menyadari bahwa fase ini adalah fase yang banyak pelajarannya. Pelajaran atau hikmahnya dapat diambil dari setiap proses yang dilalui. Proses yang akan membuat kita semakin mampu untuk menghadapi masa depan atau bisa juga tahapan yang menjadi suatu titik balik kehidupan. Titik balik untuk lebih baik dari masa sebelumnya, tapi ada juga yang menjadikan sebuah hal menakutkan dan mencoba menghindar untuk menyelesaikan prosesnya. Padahal sangat disayangkan jika terus menghindar, kita tidak akan pernah tau tantangan yang sebenarnya. Tantangan itu dapat kita ketahui kalau merasakannya secara langsung dan kita terlibat didalamnya. Sensasi kalah, merasa rendah, bodoh, tidak tau apa-apa adalah sensasi yang membuat kita akan lebih semangat dalam belajar kehidupan. 

Kehidupan memang untuk dijalani, tidak sekedar dipikirkan saja. Sensasi yang mendebarkan atau menakutkan pada fase QLC memang lumayan membuat ketar-ketir. Itu wajar, kita juga punya kadar masing-masing dalam kemampuan tahan atau tidak tahan. Tapi yang namanya proses ketika sudah dijalani siap ngga siap juga akan siap, mampu ngga mampu nantinya juga akan mampu. Meskipun jalannya terseok-seok atau bahkan sampai jatuh pun akan membuat kita semakin kuat dalam menjalaninya. Tapi, ingat juga bahwa dalam menjalani proses tentu butuh waktu untuk istirahat. Jangan sepelekan waktu untuk istirahat, agar tetap semangat dan terus bisa menjalani prosesnya.

Kemampuan yang kita miliki, kita sendiri yang mengetahuinya. Maka kita juga yang tau kapan lelah, kapan semangat membara, dan kapan waktunya istirahat semua butuh manajemen waktu untuk tetap selaras antara lelah dan semangat dalam menjalani proses. Manajemen waktu akan sangat perlu dalam menjalani setiap proses agar terus berprogres. 




Jumat, 23 Oktober 2020

Diantara Bertemu dan Berpisah

 


Datang dan pergi adalah perihal pertemuan perpisahan yang tak kunjung ada habisnya

Perpisahan seringkali dianggap tidak menyenangkan

Dan pertemuan dianggap asing atau saling mengakrabkan

Keduanya tergantung bagaimana kita menyikapi

Kondisi yang membuat nyaman akan terasa sedih jika sampai pada perpisahan

Dan bisa saja hal yang menyesakkan terasa lega jika bertemu dengan kata perpisahan

Jadi seringkali bertemu dengan rasa sedih atau rasa lega ketika berpisah?

Lain halnya dengan pertemuan

Bisa saja bertemu menjadi menyenangkan dan menjadi rasa syukur

Atau bertemu menjadi sesal karena tidak diinginkan

Lalu seringkali merasa syukur atau menyesal jika bertemu?

Ya semua tergantung dengan siapa dan bagaimana, yakan?

Semua yang kita rasakan akan menjadi sebab mengapa ada pertemuan dan perpisahan

Rasa yang seringkali menjadi bayangan menghantui ketika kita terlalu berharap

Ya, harapan itu kadang kala menjadikan rasa terlalu mendominasi

Anggapan dan harapan tentang perpisahan dan pertemuan memang sulit untuk sejalan bagi semua orang

Yang terpenting kita mempunyai alasan untuk itu, agar kita tak hanya sekedar menganggap dan mengharap

 

 

Rabu, 07 Oktober 2020

Buku "ADAM (Antara Dia Aku dan Mereka)" Bagian 4: Strategi Kehidupan

 



 

“Dan kau tau, tak perlu pintar untuk menang dalam hidup. Kau hanya perlu untuk tidak bodoh”

Pada dasarnya kehidupan menuntut kita untuk memahami dan mengerti akan suatu keadaan. Baik yang terjadi dalam hidup kita maupun orang lain. Untuk tetap bisa survive sebagai manusia kita tidak perlu untuk pintar dalam memahami dan mengerti segala hal, hanya saja kita cukup untuk tau. Tau bagaimana bersikap dan tau bagaimana mengambil keputusan.

Pintar memang bukan jaminan untuk kehidupan yang lebih baik, pintar yang dimiliki manusia memang terbatas. Sebatas hanya beberapa bidang saja. Perlu disadari bahwa setiap orang memang memiliki keistemewaan masing-masing. Tak perlu dibandingkan dan tak perlu diadu perihal masalah itu.

Pintar kini bukan lagi masalah yang seberapa, hanya saja yang perlu diingat semakin seseorang memahami sesuatu maka seseorang tersebut merasa semakin banyak lagi yang tak diketahui dan semakin luas seseorang berkelana maka seseorang tersebut merasa bahwa makin luas lagi bagian bumi yang tidak diketahui. Mengapa bisa begitu? Karena yang benar memahami bukan lagi merasa pintar tapi justru merasa bodoh bahwa selama ini apa yang diketahui hanya sebagian kecil dan yang dijelajahi selama ini juga hanya sebagian kecil dari belahan bumi yang ada.

 Perihal manusia tentu kita seringkali membandingkan, padahal kita sama-sama manusia yang mempunyai keistimewaan masing-masing berdasarkan pengalaman hidup yang dialami. Kita menyadari bahwa setiap insan yang ada, pasti merasakan hal semu seperti adanya perjumpan yang berakhir pada perpisahan dan kebersamaah yang berakhir pada perseteruan. Dan semua itu berakhir ketika kita sedang merasakan rindu.

 

 

Sabtu, 05 September 2020

Pergi

Akan ada saatnya yang terucap akan hilang
Waktu akan menghapus
Kesabaran yang terbatas
Kejelasan yang tanpa kabar
Hati yang kembali rumit

Saatnya untuk mengambil langkah
Seiring menghapus jejak lalu pergi 
Tidak ada yang salah 
Memang itu yang harus dilakukan
Tak usah kembali berharap

Tak ada yang salah 
Bahwa kita tak peduli kepada yang takpernah menyapa
Tak ada yang salah
Jika kita tak kembali percaya
Setelah semua kata yang terucap sirna oleh waktu

Tak perlu untuk disesali 
Hanya saja perlu untuk disadari
Bahwa apa yang terucap dari manusia
Bisa saja ingkar
Bisa saja hanya penenang di waktu yang belum jelas

Semakin yakin bahwa apa yang sudah diatur 
Kita hanya perlu mengiyakan 
Tanpa mengelak dan mengutuk
Memang bukan milik kita
Ikhlaskan bahwa semua kata, kini tak lagi berarti




Kamis, 20 Agustus 2020

Netizen (Jejak Pendapat 1)




Problematika kini...
Era digital yang tak bisa dihindari
Tetap mengikuti ritme digitalisasi agar tidak tertinggal dengan jaman
Berusaha untuk menyesuaikan trend yang ada 
Menelusur sudut pandang yang mendominasi dan ikut mendukungnya
Sosial media menjadi sumber landasan utama
Nafsu semakin menguasai
Menjadikan nalar mati tak berkutik
Bahkan hati nurani mendadak hilang

Padahal kita perlu untuk sadar, sebab..
Tak hanya pada batas trend dan suara mendominasi yang sifatnya menghakimi
Hingga nalar ditelantarkan

Banyak hal yang perlu diperhatikan
Era digital yang menuntut kita untuk bijak 
Boleh saja mengikuti trend tapi harus selaras dengan nalar
Pernyataan yang mendominasi juga tidak harus diikuti 
Perlu filter untuk mendukungnya
Jika tak difilter bisa jadi kita menjadi bu**er gratisan
Lebih hina bukan dari bu**er bayaran?

Hak kebebasan berpendapat memang dilindungi oleh Undang-Undang
Tetapi Undang-Undang bukan untuk kedok dalam seenaknya berpendapat
Tulisan kita di sosial media perlu diperhatikan
Pun hal yang kita bagikan juga perlu dipikirkan kembali 
Layak atau tidak, pantas atau tidak, kita sendiri yang menentukan

Hindari malas untuk membaca agar menjadi netizen yang cerdas
Semoga tetap dalam koridor waras 

Kamis, 06 Agustus 2020

Buku "ADAM (Antara Dia Aku dan Mereka)" Bagian 2: Perihal Masa Lalu

 


“Lucu, bagaimana sederhananya hidup ini. Begitu engkau berjalan maju, maka kenangan mulai meninggalkanmu. Adakah aku yang berjalan maju, atau kenangan yang meninggalkanku?”

Kutipan dari Buku ADAM yang butuh renungan untuk memahaminya, lalu tersadar bahwa seputar masa lalu loginya semudah itu, tapi terkadang kita yang sibuk untuk memperumit hal itu dengan berlarut dalam kenangan yang mungkin kebanyakan dari kita terjebak di masa itu dan sulit untuk bergegas dalam mengusahakan masa depan. 

Perubahan memang tidak serta merta hadir dalam benak, tetapi ia dimulai dari sebuah masa lalu yang mempunyai peranan sendiri untuk menghadirkan kesadaran. Peranan dari masa lalu memacu diri untuk perbandingan dengan kondisi kini bahkan masa depan. Jika kondisi saat ini kurang diinginkan, maka kita akan melihat masa lalu, sebuah riwayat yang ada dalam diri yang tidak dapat dihindari. Baik atau buruk dari cerita masa lalu atau kenangan adalah bagian dari diri, kita tak perlu memilah keduanya karena mereka  adalah bahan untuk belajar di masa yang akan datang. Dan dalam masa depan kita bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Baik dan buruknya masa lalu itu hanya perlu disimpan dan ditinggalkan. Menyimpan hal-hal baik dan meninggalkan hal-hal buruk. Kita perlu untuk berpindah guna membuat jarak, rentang jarak agar tidak lagi menyiksa dengan hal-hal yang berdampak pada diri.

Karena masa lalu memang untuk diselesaikan, bukan untuk dipendam lalu menjadi bom waktu yang akan meledak suatu saat nanti. Berdamai dengan masa lalu, untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. Hanya kita yang tau bagaimana menempuh tujuan itu. Saat semua selesai dengan masa lalu, maka tidak ada yang bisa menghalangi apapun untuk menuju masa depan sesuai dengan tujuan.

Ada kalanya tiap-tiap mereka menuntut kita untuk melakukan sesuatu, padahal mereka tidak tau sepenuhnya dan tidak tau juga apa yang sebenarnya kita butuhkan. Tuntutan itulah yang terkadang menjadi beban yang bisa saja muncul sewaktu-waktu di masa yang akan datang. Tuntutan mereka bisa saja menghabisi kita di masa itu, jika bertolak belakang dengan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Lantas bagaimana jika belum mengetahui apa  yang sebenarnya kita butuhkan? Apa yang ada di diri kita sebenarnya, ya hanya kita saja yang tahu, jiwa kita yang menyimpan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Hanya saja selama ini kita sibuk dengan berisiknya sebuah tuntutan yang tak tau arahnya kemana. Ambil waktumu untuk mendengarkan isi hatimu dan ikutilah, menuruti diri sendiri akan mencukupi apa yang sebenarnya kita butuhkan, jika kita tau itu.

Dalam buku ini ada kalimat yang menyadarkan kita bahwa sering kali masa lalu itu menjadi beban, padahal kita perlu memahami semua yang sudah terjadi. Masa lalu bukanlah beban, hanya saja kita yang menjadikannya seperti itu. Masa lalu adalah sebuah peristiwa yang tak dapat diulang dan hanya perlu kita renungkan untuk mengubahnya menjadi energi baru dalam menghadapi apapun yang terjadi di masa kini atau di masa depan nanti.

Jika masa lalu masih menjadi beban, maka selesaikanlah. Jika tidak bisa dengan merenungkan dan memberi pengertian pada diri sendiri, minta bantuan kepada mereka yang benar-benar mengerti akan hal itu. Dan sebaik-baik jalan buntu yang kita temukan dalam hidup ini adalah hanya meminta petunjuk kepadaNya. Tetap hidup dan tetap bermanfaat di masa kini dan masa depan, kebebasan dan kebahagiaan sudah menanti disana J

Senin, 03 Agustus 2020

Prasangka


Sebuah pesan singkat,

Terimakasih telah memahami semua ini, jauh bukan berarti hilang. Tapi untuk menjadi sosok yang lebih bermakna. Berpetualang bukan hal yang menyeramkan, sendiripun juga begitu. Menjelajah dari satu peristiwa ke peristiwa lain.

Dalam menjalankan misi petualangan, jangan lupa mengambil makna disetiap tempat ya.. Aku yakin kamu adalah  petualang sejati, yang tidak membuang sampah sembarangan,yang tidak serakah mengambil manfaat milik alam, dan tak lupa istirahat saat benar-benar lelah. Sabar ya, sebentar lagi akan sampai pada tujuan dan akan berlanjut pada tujuan yang lain. Karena sejatinya hidup adalah sebuah perjalanan yang berujung pada mati.

Sekalipun sendirian dalam berpetualang, aku yakin kamu lebih menghargai setiap perjalanannya. Banyak waktu untuk merenung dan menyelami diri yang terkadang kita tidak pernah memahami diri sendiri ditengah hiruk pikuk keramaian. Terkadang kita jauh dari diri kita sendiri disaat ramai. Ramai karena mendengarkan kata orang-orang tanpa mengidahkan kata hati. Padahal apa yang sebenarnya kita butuhkan, hanya kita yang tau. Orang lain? Bagaimana bisa tau? Bagaimana bisa menuntut kita seenaknya? Bagaimana mereka bisa membanding-bandingkan kita dengan sudut pandangnya? Lantas bagaimana?

Semua ada pada kendalimu. Ya, aku yakin kamu adalah seorang petualang bijaksana. Kali ini kamu melakukannya sendiri untuk lebih memahami hal-hal yang sedang kamu usahakan dan yang akan kamu capai. Aku yakin, kamu pasti bisa. Dengan sendiri, kamu bebas menentukan mimpimu, berdiri diatas sana dengan meraihnya.

Aku yakin…tekadmu bulat, semangatmu ada, sabarmu  luas, dan doamu kuat.

 


Selasa, 21 Juli 2020

Buku "ADAM (Antara Dia Aku & Mereka)" Bagian 1: Kesadaran dan Perubahan


Akan ada beberapa bagian untuk tulisan terkait buku ini karena setiap lembar hanya terdapat beberapa kata dan terdapat ilustrasi yang menggambarkan cerita dari setiap tulisan. Dalam buku ini, setiap katanya membutuhkan renungan yang cukup dalam untuk memahami. Barakallah @hawariyyun dan ustadz @felixsiauw

 

“ Terlalu lama sudah kita meraba dalam kegelapan, tanpa tahu apa yang berada dalam terang. Maka ketika sinar itu merambat masuk, pastikan kau membuka jendela. Karena sungguh, jiwamu membutuhkannya. Dan lihatlah saat cahaya menerangi kamar kesadaranmu, kau tak akan ingin jendela itu tertutup lagi.”

Tentang sebuah kegelisahan akan kondisi diri sendiri, khawatir karena mulai mengenal kata berubah. Khawatir akan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat selama ini dan menyadarinya lalu diantara kekahawatiran itu terselip kata berubah.

Mulai menyadari bahwa diri ini masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata baik yang diliputi dengan kebodohan.  Berangkat dari sebuah kesadaran itulah, maka timbul keinginan untuk berubah dengan cara tersendiri bahkan bisa saja melampaui orang lain.

Lantas bagaimana untuk memulai itu? langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan melakukannya. Berubah tidak hanya sekedar keinginan, akan tetapi mulai “action” atau bertindak secara nyata. Tidak hanya hati yang merasa ingin berubah, tetapi mulut juga harus berkata, pikiran harus bekerja, tangan harus bertindak, dan kaki harus melangkah ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Langkah pertama adalah dimulai dari keyakinan yang sudah terlampau jauh meninggalkan sebuah keraguan.

Sadar bahwa jika sekedar keinginan tidak akan cukup untuk mengenal kata berubah. Maka butuh usaha yang maksimal untuk mencapai hasil yang maksimal juga. Hukum dari perubahan beserta hasilnya adalah berbanding lurus. Karena pada dasarnya tidak mengenal kata mudah dalam mewujudkan suatu perubahan, kemudahan tidak berjalan beriringan dengan keberhasilan. Dan jangan merasa cepat puas, karena yang demikian adalah musuh dari perubahan.

Harus diakui bahwa menyadari keburukan adalah awal dari kebaikan. Merasa lebih buruk adalah perasaan yang diperlukan ketika melakukan sebuah perubahan, agar tidak mudah cepat puas. Dengan begitu, langkah untuk melakukan perubahan akan semakin mantap dan kita tidak akan pernah merasa cukup untuk melewati setiap proses yang berjalan. Kita akan tetap tumbuh dalam setiap langkah perubahan.

Tuhan menciptakan waktu untuk kita mengisinya. Perihal mengisi waktu, kita sendiri yang berhak menentukannya. Dan perihal perubahan, maka waktu menciptakan sebuah kemungkinan beserta harapan bagi mereka yang mau bergerak dan melakukan prosesnya. Serta jangan lupa ketika akan menjalani sebuah proses perubahan, letakan terlebih dahulu beban-beban yang ada. Perubahan tidak mengenal kata beban, hanya saja momentum yang harus kita usahakan untuk mencapai tujuan. 


Rabu, 15 Juli 2020

tanpa

Alasan setiap orang untuk meninggalkan itu banyak, alasan yang bikin maklum adalah... ya karena takdir. Tetap kuat, hidup terus berjalan, manusia datang silih berganti dan kamu ya harus tetap hidup. 

Jumat, 10 Juli 2020

Luka

Sudah berusaha duduk, lalu memahami

Sudah berusaha untuk mengerti dan mencoba untuk memaafkan lalu menerima

Tapi, semua itu tak kunjung ada hasil

Apakah terlalu melabeli diri sendiri dengan kata “sudah berusaha?”

Apakah selama ini tak berarti apa-apa?

Atau apakah ada yang salah?

Bukannya setiap hati punya batas untuk menerima itu?

Perasaan yang tidak mudah untuk dibohongi dan tidak bisa dipaksa untuk terus memaafkan

Lalu kapan luka ini sembuh, jika setiap kali memahami, kembali dilukai

Jika setiap kali mengerti, tak lagi dihargai

Bukannya kita saling tau bahwa luka yang dalam juga perlu waktu untuk sembuh

Sungguh tidak mengerti dengan konsep terus menyakiti

Atau memang tidak sadar dan enggan sadar telah menyakiti?

Entah semakin memahami, semakin tidak waras

Kini adalah waktu untuk menyelamatkan diri

Sadari, tak ada manusia hebat manapun yang bisa menolong

Hanya dirimu, satu satunya manusia yang harus mengusahakan

Menolong dengan caramu, karena hanya kamu sendiri yang tau

Seberapa patah dan hancur

Jangan pernah mematikan hati yang berujung pada dendam yang akan membuatnya lebih hancur

Kini adalah waktumu untuk bergegas memperbaiki diri sendiri

Cobalah untuk menerima luka, bukan terus memaksakan untuk memahami 

Akuilah bahwa luka itu nyata, yang tidak nyata adalah amarah yang menguras hati, yang dapat membutakan dalam melihat kebenaran

 

 


Sabtu, 27 Juni 2020

Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja (Larry King) Part: Sehari-hari


Berbicara adalah salah satu keahlian yang pastinya dibutuhkan semua orang dalam berinteraksi. Sebagai makhluk sosial, manusia pasti membutuhkan komunikasi dengan sesama yaitu dengan berbicara. Tetapi, berbicara ternyata tidak hanya sekedar berbicara seenaknya, ada hal-hal yang dibutuhkan dalam berbicara seperti mudah dipahami, nyaman untuk didengar atau enak untuk diperhatikan agar menangkap suatu informasi sesuai kebutuhan pembicara.

Skill berbicara tentu tidak instan untuk dikuasai. Memerlukan proses dengan berlatih berbicara sesering mungkin dengan mengetahui dasar-dasarnya. Setiap skill tentu punya ilmu-ilmu yang mendasari agar seseorang mampu melakukannya. Belajar adalah kunci dari semua apapun yang ingin kita peroleh termasuk dalam hal berbicara yang juga perlu untuk belajar dalam menguasainya. Dalam proses belajar juga tidak akan semulus yang dibayangkan, dalam proses ini tentu akan banyak kegagalan sebelum seseorang mahir dalam berbicara. Gagal dalam sebuah usaha pasti wajar dan memang harus dilewati karena merupakan bagian dari proses agar kita mampu memahami dan mengerti setelah kita melakukannya, kita akan merasakan dan merenungkan kegagalan yang akan membawa kita dalam suatu kemahiran yang diinginkan.

Satu hal yang disampaikan penulis dalam buku ini adalah kejujuran, dalam berbicara. Bagi mereka yang kurang terbiasa berbicara di depan umum, tentu akan merasa gugup dan sulit untuk berbicara dengan lancar. Maka dari itu, salah satu kunci mengatasi kegugupan yang dirasakan adalah dengan berbicara jujur, bagaimanapun keadaannya. Karena dengan berbicara jujur, maka audience akan mengerti dan kita juga tidak menutupi sesuatu yang bersifat mengingkari tentu akan mengganggu. Ketika kita jujur, maka rasa percaya pada diri sendiri secara otomatis meningkat dan segalanya akan berlangsung dengan lancar dan juga dapat menikmatinya. Membuat kita dan audience untuk nyaman tentu terdapat formulanya juga selain jujur adalah berbicaralah soal audience agar semakin diperhatikan. Hal-hal apapun seputar mereka maka akan lebih menarik perhatian. Selain itu, agar audience semakin diperhatikan,  maka kita sebagai pembicara juga memberi kesempatan audience untuk bertanya dan kita mendengarkan mereka lalu menanggapi. Begitu pula ketika bukan sebagai pembicara, kita berbicara dengan orang lain juga menggunakan hukum pertama dalam percakapan yaitu: dengarkanlah. Kedua yaitu bahasa tubuh, bahasa tubuh merupakan bagian alami dari percakapan dan komunikasi. Bahasa tubuh merupakan proyeksi seseorang dalam berbicara. Yang ketiga adalah kontak mata, ketika berbicara dengan orang lain maka harus terjadi kontak mata karena bagian dari mendengarkan dan bahasa tubuh. Kontak mata juga tidak dilakukan dengan secara terus meneruskarena akan membuat tidak nyaman lawan berbicara, lakukan sewajarnya.

Jika menjadi seorang pembicara, maka hal yang terpenting adalah kita harus mengetahui hal-hal apa saja yang sekiranya audience tau atau sekedar berita dipagi hari yang mereka dengar. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan sebagai bentuk kenyamanan audience, dan hindari membicarakan hal-hal yang tabu maka dari itu kita harus mengetahui audience dengan kaya informasi. Menjadi seorang pembicara juga jangan hanya memberikan pendapat sendiri, tetapi mintalah pendapat-pendapat orang lain dan juga perhatikan waktu , jangan sia-siakan waktu audience atau mereka yang ada ajak bicara.

Ada 8 hal yang dimiliki oleh pembicara yang baik:

1. Memandang suatu hal dari sudut pandang yang baru, mengambil titik pandang yang tak terduga pada hal-hal yang umum atau istilahnya out of the box

2. Mempunyai cakrawala yang luas dengan memikirkan dan membicarakan isu-isu dan beragam pengalaaan di luar kehidupan mereka sehari-hari

3. Mempunyai antusias yang berarti menunjukkan minat besar pada apa yang mereka perbuat dalam kehidupan, maupun pada apa yang anda katakana pada kesempatan itu

4. Mereka yang tidak hanya membicarakan diri sendiri

5. Mempunyai sifat yang ingin tahu. Mereka akan bertanya karena ingin tahu lebih banyak mengenai apa yang anda katakan

6. Mempunyai empati dengan berusaha menempatkan diri mereka pada posisi anda untuk memahami apa yang anda katakan

7. Mempunyai selera humor dan tidak akan keberatan jka mengolok-olok diri sendiri. Karena konversasionalis terbaik sering mengisahkan pengalaman konyol mereka sendiri

8. Mempunyai gaya bicara tersendiri.

 Seni berbicara tentu ingin dimiliki banyak orang, agar pesan yang dimaksud dapat tersampaikan dengan baik. Mari terus belajar agar dalam berkomunikasi dapat berjalan dengan baik tanpa ada kesalahpahaman ataupun belajar agar mampu memahami maksud seseorang dan lebih dapat mengeksplorasi banyak hal yang bisa kita dapatkan dari orang lain atau dari berbagai pengalaman. 


Selasa, 23 Juni 2020

Kita yang tak pernah sepaham karena berbeda tujuan


Ketahuilah bahwa semua yang kita inginkan didalam diri seseorang

Nyatanya tidak semudah itu untuk menyatu dengan kita

Banyak hal yang menjadi sebuah prasangka dari banyak sisi karena sebuah keterbatasan yang tak terungkap

Kini semakin yakin, bahwa hanya atas dasarNya yang tanpa perlu pertimbangan-pertimbangan itu

Ketika apa yang kita yakini dalam hidup sebagai muslim menjadi dasar dalam kita mencintai seseorang

Maka, masalah sepelik apapun atau seberat apapun dijaminkan

Karena kita hanya bergantung pada Sang Pencipta

Bukan bergantung pada ego masing-masing

Hidup bukan sekedar aku dan kamu

Hidup kita milik-Nya

Dalam menentukan pilihan juga harus melibatkanNya, karena kita tidak sepenuhnya memiliki atas diri kita sendiri

Diri ini hanya titipan dan sementara yang kelak akan dipertanggungjawabkan

Bahkan segala luka dan kekecewaan juga mengajarkan untuk lebih kuat dan lebih yakin

Sebegitu sayang Allah dengan makhlukNya, menunjukan dengan cara yang istimewa

Masih ada banyak hal didunia ini yang lebih dipahami ketika tidak satu arah

Ikhlas adalah satu-satunya cara untuk menerima hidup ini agar tetap berjalan dengan semestinya

Kita tetap harus mengambil langkah dan mencari arah agar tetap berjalan lurus hingga ke tujuan nanti selamat dan kembali seperti yang kita harapkan


Senin, 15 Juni 2020

Cermin

Ketika bicara hati, lantas banyak hal yang sulit untuk diungkap
Sesulit itu hingga memilih diam dan pergi
Pilihan yang berat...sangat berat
Ingin mengungkapkan, tapi rasanya kita beda kepentingan
Suatu hal yang kuanggap penting, bagimu itu sepele terlihat dari sikap acuhmu

Kini aku mulai memahami bahwa tak selamanya yang satu paham adalah satu kepentingan
Belum tentu satu tujuan
Bagaimana jika tujuan kita berbeda?
Entah, aku juga tak tau apa sebenarnya tujuanmu
Selama ini kita hanya basa-basi tak berujung

Lelah rasanya
Mendengar setiap kata-kata manis yang sebenarnya penuh rahasia
Entah apa itu, yang jelas aku merasakannya
Aku lebih terjaga dalam kata-kata yang biasa saja tapi jujur
Asal kau tau, sudah lama aku muak dengan kata-kata manis tanpa bukti

Aku jauh lebih baik mendengar setiap kata lewat cerita
Entah pahit, menyesakkan, pilu, apapun itu
Dibanding ekspektasi yang kurang penting,
Mungkin kita memang berbeda haluan 
Aku yang diseberang sana dan kamu yang masih menetap ditempatmu
Dengan segala pembenaranmu 

Lalu aku bercermin dengan diamku
Lalu kau juga memandang cermin yang berbeda, terdiam
Kita sama-sama diam
Enggan memulai 
Baiklah, mungkin ini saatnya kita tetap pada cermin masing-masing

Kamis, 28 Mei 2020

circle pertemanan

Apa yang terlintas dipikiran ketika mendengar kata "teman"?
sosok yang membuat kita tidak lagi sendiri
sosok yang membuat kita ngobrol atau bertukar pikiran
sosok yang punya tujuan sama
atau mungkin
sosok yang membuat kita gundah
sosok yang membuat kita ngga percaya diri
sosok yang membuat kita ngerasa berhenti mengejar tujuan

Dua deskripsi yang berbeda
Perihal sosok yang seperti apasih teman itu?
Sosok yang bisa kita pilih
Bisa tergantung karena situasi atau kondisi
yang tidak dapat dihindarkan
Atau kita yang menghendaki dengan sengaja untuk menjalin pertemanan
Semua tergantung pada kita
Ada yang memilih untuk pasrah dengan keadaan dengan pertemanan apapun kondisinya
dan ada pula yang memilih untuk cermat perihal pertemanan

Ada yang bilang "berteman itu dengan siapa aja"
Tetapi semakin memahami makna pertemanan, ternyata tidak se-sepele itu
kata "berteman dengan siapa aja" itu sah-sah saja
Tapi bukan lantas tanpa batas dengan mengikuti arus pertemanan yang kita terbawa
sampai pada tengah lautan lalu kita lupa bawa pelampung dan ngga bisa berenang,
itu namanya terjerumus.
Baik, itu sisi kelam dari circle pertemanan dengan sosok yang emang "ngga" buat kamu
Pertemanan emang ngga bisa dianggap sepele
Secara tidak langsung solidaritas yang ada dalam pertemanan kadang atau malah seringkali buat kita lupa, lupa daratan bahkan lautan sampai bisa tenggelam.
Setuju sih sama kata-kata "teman itu cerminan diri kita"
Kalo kita udah kecantol yang namanya solidaritas pertemanan, maka semua apa kata teman itu sangat kita perhatikan. Termasuk kata-kata yang buat kita jatuh ataupun yang membuat kita semangat. Nah, itu balik lagi sama temen kita yang buat kita jatuh atau semangat, kita yang bisa pilih untuk hal itu. Sosok teman ngga bisa kita sesuka hati merubahnya. Tapi, kita bisa untuk memilih dengan siapa kita berteman. Berteman sah-sah saja dengan siapapun asalkan ada batas, siapa yang bisa kita percaya dengan kata "solidaritas" mana yang hanya sekedar teman tanpa arti "solidaritas". Tapi kata solidaritas juga dapat disalahgunakan dengan hal-hal yang dirasa kurang benar yaitu dengan mempertaruhkan solidaritas untuk ajakan yang buruk. Misalnya dengan menuruti keinginan teman yang mengajak kita untuk merokok, padahal kita sendiri ngga suka hal itu dan bukan kebiasaan diri kita. Akhirnya banyak orang yang menuruti karena untuk nafsu solidaritas yang disalahgunakan. Apasih gunanya berteman kalau tidak saling menerima? Apasih gunanya berteman jika melunturkan jati diri yang sebenarnya?

Sekarang, berbicara tentang frekuensi, teman sefrekuensi atau tidak sefrekuensi itu membuat kita harus memilih. Ada yang bisa berteman lama dengan yang tidak se frekuensi tapi harus siap mental karena sering berbeda arah kalau ngga ya kita yang bakalan yang ngikutin arus atau dia yang bakal ngikutin arus kita (tapi bakal ada tantangan disini), itu semua tergantung pada pembawaan diri dan pakem yang kita jaga atau kita lepas. Dan untuk teman se frekuensi itu merupakan rezeki dan sebuah kenyamanan bahkan sebuah energi yang mampu membuat kita lebih tau siapa diri kita, tentu saja lebih percaya diri.
So, mau beteman dengan siapa kita yang tentuin. Boleh saja berteman dengan yang beda frekuensi tapi tau konsekuensi harus kuat mental ketika berseberangan atau mau berteman dengan satu frekuensi karena tanpa konsekuensi.


Senin, 18 Mei 2020

"RUMAH"





Sebuah tempat untuk bernaung

Bukan hanya sebuah bentuk bangunan

Kalau kita mau mengartikannya lebih

Tak ada batasan untuk menyebut seseorang sebagai rumah

Ya,

Memang tak ada batasan untuk soal tempat  bernaung

Yang ada hanya soal kenyamanan dan keamanan

Di dekatnya dirasa keduanya

Tak ada kata bohong didalamnya

Kejujuran dan binar ketulusan terpancar dari arahnya

Seolah memeluk kita hanya dalam kata ataupun dekapan nyata

Mampu menampung air mata yang bisa saja menjadi lautan

Mampu menampung tawa bahagia walaupun tanpa sebab

Mampu memberi kekuatan disaat kita jatuh bahkan tersungkur payah

Mampu menerima keanehan yang tak tampak pada orang lain

Sayangnya, sebagian dari kita mungkin pernah memilikinya

Dan kini dirasa hilang

Ada juga yang masih utuh

Ada juga yang ada tapi tinggal menjadi memori yang disebut kenangan

Tak apa, yang hilang dan disebut dengan kenangan akan kembali pada raga yang baru

Tak apa juga jika tidak ada raga

Kita jauh lebih hebat, 

Karena sebenar-benar rumah adalah doa-doa yang mampu mendekap

Diantara sujud seorang hamba pada Tuhannya, yang tak mungkin terelak

 


Senin, 11 Mei 2020

Dear...




Untuk orang yang masih jauh disana
Ada beberapa kata yang ingin disampaikan

Terimakasih ya sudah menjaga kesehatan
Terimakasih ya tetap menjaga mimpi besarmu yang terkadang diremehkan orang lain
Terimakasih ya tetap optimis ditengah situasi yang pelik
Tetap kuat untuk menghadapi semua masalah yang silih berganti tak kunjung henti
Tetap ikhlas saat kehilangan

Terimakasih ya
Tidak menjadi seorang pengecut
Berani mempertanggungjawabkan atas apa yang kau lakukan
Meskipun kau sebenarnya takut bukan main dan ingin menghindar 

Terimakasih ya
Atas segala ungkapan jujur dari hatimu
Dan segala keyakinanmu bahwa itu harus kau lakukan
Meskipun terkadang malah menyakitkan 


Terimakasih ya 
Untuk selalu sayang keluarga
Sehancur atau seharmonis disituasi apapun 
Seberapa menyakitkan atau seberapa menyenangkan
Kau masih peduli 

Terimakasih ya
Masih bertahan dengan jiwa yang waras
Dan enggan menyerah

Terimakasih ya
Masih mau belajar akan kehidupan dengan menghadapi
Tak lari meskipun dikejar masalah 

Terimakasih ya
Masih mau bekerja keras demi masa depan 

Terimakasih ya
Masih menjaga raga dengan tidak sia-sia
Jauh dari hal-hal yang merugikan diri sendiri

Terimakasih ya
Masih terus berbuat baik
Di dunia yang memuakkan ini

Terimakasih ya
Selalu percaya bahwa doa adalah kegiatan yang tak pernah bosan kau panjatkan
Selalu percaya bahwa akan ada hari esok yang lebih baik

Terimakasih ya
Meskipun insecure tetap banyak bersyukur

Terimakasih ya
Selalu berusaha dengan segala usaha untuk menjadi versi terbaik dari dirimu

Sabtu, 02 Mei 2020

Menyelami Jiwa dan Ruh: Part 1

pict by:AyoBaca

Manusia adalah makluk spesial yang diciptakan oleh Allah dengan segala keistimewaan-keistimewaannya. Lewat keistimewaan ini, manusia juga mempunyai fitrah yang sama dan kemampuan yang berbeda-beda. Buku ini mengungkap dari segi Al Qur’an dan ilmu pengetahuan yang sudah diteliti yang keduanya sama-sama menjadi pedoman hidup manusia.
Mungkin kita belum sepenuhnya mengenal siapa kita? Dari apa kita diciptakan? Bagaimana kita diciptakan? Dalam diri kita ada apa saja komponennya?  Lalu, bagaimana kalau kita belum mengenalinya dengan baik? Apa kita sudah mengenali Sang Pencipta?
Pertanyaan-pertanyaan yang terkadang sepele, tapi sebenarnya penuh makna. Mari renungkan jika kita tidak mengenal atau tidak mengetahui siapa diri kita. Jika kita tidak mengetahui sebenarnya diri kita maka kita tidak tau pula apa dan bagaimana tugas kita di dunia. Segala keistimewaan yang diberi untuk setiap manusia jika kita tidak mengenali maka akan sia-sia kehidupan yang telah di anugerahkan. Sia-sia akan membawa pada kehidupan yang  tidak hidup karena kita tidak menggunakan kesempatan dengan baik, karena masalahnya memang kita belum mengenali siapa diri kita.
Mungkin yang selama ini terlintas pada umumnya adalah sebatas pandangan mata imajiner yang sangat mudah terlihat lewat mata panca indra yang sifatnya sangat terbatas, bahkan kita hanya memandangnya dan jarang atau bahkan tidak pernah merenungkan apa yang dilihat lewat mata imajiner.
Faktanya di dunia  ini terdapat dua kosmos yaitu makrokosmos dan mikrokosmos, makrokosmos adalah yang dapat dilihat oleh mata imajiner seperti langit, bumi dan segala isinya sedangkan mikrokosmos adalah terdiri dari proton, neutron, elektron dan sejenisnya yang untuk melihatnya harus menggunakan alat.
Manusia seringkali berkutat pada pemikiran materiil dan energy tanpa memikirkan esensi kehidupan. Apalagi di jaman sekarang yang hidup serba tuntutan materi dan energy untuk memenuhi nafsu atau ego manusia.
Jiwa dan Ruh terdapat di Al Quran yang dipaparkan di berbagai surat dan ayat, tapi jika dibandingkan di Al Quran banyak membahas perihal jiwa ketimbang ruh, karena memang jiwa yang bersemayam dalam diri manusia yang membawanya kedalam kehidupan yang seperti apa yang menentukan atau yang memilih baik atau buruknya adalah jiwa.
Berbicara mengenai jiwa dan ruh tentu saja terdapat pengendalinya didalam tubuh manusia yaitu otak. Otak merupakan tempat pusat seluruh aktifitas yang mengendalikan fisik dan mental seseorang. Didalam otak terdapat beberapa wilayah yaitu wilayah satu yang bernama cortex cerebri yang bertugas untuk memahami, merasakan, menganalisa dan merespon secara motorik, wilayah dua terdapat sistem limbic yaitu pengendali sikap jujur, adil, pemaaf, mencintai, membenci, sedih, gembira, wilayah tiga terdapat batang otak dan otak kecil yang mengatur denyut jantung, pernapasan, tekanan darah dan keseimbangan.
Jadi, komandan yang sesungguhnya tidak berada di salah satu bagian otak, melainkan tersebar dalam bentuk program-program canggih yang mengisi sekitar 100 miliar sel saraf otak. Didalamnya terdapat genetika yang mana ditentukan oleh takdir.

Jumat, 24 April 2020

Dampak Covid-19 Terhadap UMKM di Indonesia (Khususnya Solo Raya)



Webinar yang dikoordinir oleh Forum Indonesia Muda Regional Solo Raya (FIM Solo Raya), BEM UNS, dan Mata Garuda Surakarta dilaksanakan pada Kamis 9 April 2020 via aplikasi Zoom. Narasumber yang dihadirkan adalah Raden Kunto Adi, S.P, M.P yang merupakan ketua Intrnatinal Council for Small Business (ICSB) Kabupaten Sukoharjo, Konsultan UMKM, Pengurus Asosiiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), dan Dosen Agribisnis FP UNS. Kedua adalah Ahmad Zaky yang merupakan alumni FIM dan juga founder Buka Lapak. Ketiga adalah Prof.Dr.Ir. Darsono, M.Si yang merupakan tim ahli ekonomi Indonesia Raya Incorporated (IRI), Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan dan alumni UNS 2015-2019 dan guru besar Agribisnis FP UNS. Keempat adalah Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. yang merupakan founder OK OCE, pengusaha Indonesia, Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2018. Dan yang terakhir adalah Sutarmo, S.E, M.Pd sebagai Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sukoharjo.
Dalam forum ini membahas tentang dampak Covid-19 terhadap UMKM khususnya daerah Solo Raya.  Pembukaannya diisi oleh Bapak Darsono yang mengatakan bahwa generasi sekarang ini dipercaya oleh Tuhan dengan dititipi masalah yang harus diselesaikan bersama, semenjak WHO menetapkan Covid-19 ini sebagai pandemic  berbagai negara tentu menanggapi dengan cara yang berbeda-beda, ada yang tanggap dan ada pula yang acuh. Kejadian ini tentu membawa dampak, bukan hanya dari segi kesehatan tapi juga segi ekonomi. Kejadian ini dapat mengakibatkan krisis ekonomi, tapi berbeda dengan krisis ekonomi Indonesia yang kita alami yang terjadi pada tahun 1998 yang dipicu oleh permasalahan politik. Sekarang ini generasi kita merasakan krisis ekonomi yang dipicu oleh permasalahan kesehatan, yang tentu belum pernah kita alami sebelumnya. Krisis ini akan menyebabkan rekonstruksi humanitas yang berhubungan dengan hubungan sosial, karena adanya social distancing untuk mengurangi penyebaran virus. Syok atau kegaketan berupa berhentinya pasok rantai kehidupan, panawaran, permintaan, konsumsi, produksi. Kalau ini terjadi akan terjadi pecahnya transaksi ekonomi, politik dan kegiatan lain yang melibatkan kepentingan masyarakat.
Pada kenyataannya ekonomi di Indonesia ditopang oleh UMKM. Proses keterputusan rantai pasok akan sangat berdampak pada sektor UMKM. Secara demografi sangat menyerap tenaga kerja yang besar daripada sektor lain, akibatnya menyebabkan pengangguran dan kemiskinan.
Bagaimana kita menhadapinnya? Tentunya harus optimis dan menyelamatkan rantai pasok dengan menjustifikasi melalui online.
Kita kerucutkan apda Solo Raya. Menurut based data, UMKM sebelum corona tumbuh 10%, setelah adanya syok korona hanya tumbuh satu digit bahkan menuju ke angka negative. Hakikat menyokong ekonomi adalah UMKM yang kecil2 (pedagang mie, mendreng ikat pinggang), setelah adanya ini mereka terhempas semua.  Jika ditinjau dari keterhempasan tsb adalah pengangguran di Solo Raya.UMKM memiliki kekenyalan yang tidak bisa dimiliki oleh perusahaan besar, survivalitasnya luar biasa, tapi itu terjadi jika rantai pasok itu berjlan, jika sekarang putus maka mempengaruhi keterputusan survivalitas, itu yang mendasar.
Antisipasi menrecovery UMKM sudah mulai, PSBS aturan pendukung nya, stimulus untuk UMKM mengenai reksturisasi credit, credit lancar, otorisasi perbankan menentukan UMKM yg berdampak, penundaan  pembayaran kredit, dsb. Proses penanganan terutama data adalah menyesuaikan karakteristik agar tepat sasaran
Selanjutnya yaitu pemateri kedua Achmad Zaky CEO dari Buka Lapak
Memaparkan langkah-langkah antisipasi, yaitu:
1.      Kondisi didigital ekonomi (e- commerce) sejak kejadian ini malah tumbuh dan hanya terjadi pergeseran, yang tadinya orang-orang belanja non esensial  jadi barang2 yang essensial kesehatan seperti vitamin, masker, makanan menghadapi Covid-19 dengan harga yang berlipat lipat, seperti masker. Ini adalah sebuah trend
2.      Terjadi perubahan yang tadinya langsung, ya online tidak bertatap muka, e-commerce menjadi backbone perekonomian kita. Semua usaha kecil harus mulai pindah dr offline ke online. Trend yg lebih luas ada pake Zoom, Netflix, Youtube semua yang bersifat online menjadi sangat booming. Infrastruktur yang ada buatan luar, ini menjadi tugas kita yg dapat membuat karya untuk fasilitas, maupun untuk komunikasi maupun untuk nnton film
3.      Banyak sekali warung-warung  yang tutup, karena tidak adanya customer. 150.000 karyawan yg ada di Jakarta sudah dipulangkan karena PHK. Ini yang menjadi PR untuk kita
4.      Mall-mall yg online tetap tidak bisa mengimbangi pendapatannya ketika offline, hanya bisa membantu. Tapi pemerintah mulai merencanakan untuk membangun dengan subsidi platform online dengan dana puluhan triliun. Maka unutk teman2 yg berwirausaha juga harus melek digital. Dari yg non essensial menjadi yang essensial sepeerti dari jualan kaos jadi jualan masker, harus lincah untuk menghadapi kondisi ini. UMKM lebih mudah untuk banting stir dari pada perusahan besar, seperti mall menjadi Rumah Sakit itu sangat tidak mungkin dan jika mungkin akan sangat repot.
5.      Buka Lapak bekerja sama dengan BNBP menyediakan banyak promo perlengkapan kesehatan untuk menjaga diri kita berharap ikut menjaga rantai pasok kebutuhan masyarakat di tegah pandemic ini.
Pemateri selanjutnya yaitu Bapak Sandiaga Uno dan Bapak Sutarmo
Situasi yang terjadi di Indonesia saat ini adalah situasi yang tidak pernah terjadi pada era sebelumnya yang pernah dialami masyarakat Indonesia yang masih hidup di era sekarang, seperti kejadian tahun 1998, 2008,2009 dimana krisis ekonomi berbeda dengan krisis yang dihadapi sekarang ini. Belum pernah merasakan krisis yang dimulai dari kesehatan, yang merembet pada ekonomi yang dirasakan langsung oleh UMKM. Krisis sosial, dimana manusia awalnya guyup rukun dan berkumpul, kini diharuskan untuk jaga jarak. Guyup rukun, bersalaman saling bercengkrama satu sama lain adalah budaya Indonesia dan sudah menjadi karakteristik masyarakatnya, maka dari itu semenjak kejadian ini dipastikan akan merubah pola kehidupan masyarakat dari yang sebelumnya.  
Tetapi dengan pola yang berubah tantu terdapat solusi yang dapat diterapkan yaitu dengan adapt to new normal, pertemuan online. Optimalisasi digitalisasi terutama tools yang ada di genggaman kita marketing, payment, produksi (reseller) masker atau bahan-bahan yang sekarang dibutuhkan. 
Peluang lain yang bisa dimanfaatkan yaitu dengan menjual masker, alcohol, handsinitizer, atau menjual makanan dengan sistem online delivery.
Untuk mendongrak pemasaran bisa memfasilitasi program, promosi di sosmed. Gerakan mendorong “ayo beli di warung tetangga” sehingga tercipta juga sistem kemandirian wilayah setempat tanpa bergantung pada pasokan kebutuhan dari luar wilayah.
Pemerintah sendiri menyediakan 65 M setiap daerah untuk menangani Covid-19, pengadaan bahan pokok yg akan diberikan dan warga yg berdampak, dan berbgaai kebutuhan yang dibutuhkan, nilainya 200rb perbulan. Pemerintah pusat melakukan stimulus, ada reksturisasi bank yang umkm punya kredit. Hari ini diumumkan airlangga hartanto, pemerintah membebaskan bunga dan penundaan KUR paling lama 6 bulan. Hal ini dinilai sangat membantu bagi UMKM. 
Dalam forum ini juga dibuka sesi pertanyaan, ada yang menanyakan perihal hutang pemerintah kepada luar negeri yang dikhususkan untuk menangani amsalah Covid-19.  Pemerintah dalam hal ini mengeluarkan surat hutang 400T, saran Bapak Sandiaga Uno adalah harus dialokasikan lebih pada UMKM dan masyarakat langsung. Anggaran yang tidak esenssial bisa ditunda, yang tidak biasa ditunda adalah hajat hidup orang banyak. Indonesia harus mengelola hutangnya, tidak bergantung pada hutang luar negeri saja. Harus bisa survive di tengah pandemic, memilih opsi lainnya.
Selain itu terdapat pertanyaan mengenai terkendala dengan pengiriman bahan baku yang bersifat Impor. Tentu saja bahan baku yang impor, akan berdampak. Akan berdampak pada modal usaha otomatis juga kegiatan rumah tangga. Yang menyebabkan masyarakat ada masalah disitu. Tetapi dalam hal ini dapat diatasi dengan sistem kemandirian daerah agar tak lagi bergantung pada bahan abku impor, solusi-solusi yang ditempuh memang tidak bisa instan tapi melalui proses.
Covid-19 menyebabkan kegiatan ekonomi terdampak dan mengakibatkan dampak psikologis untuk itu perlu untuk memotivasi mereka. Kampanye positif #menyerahbukanpilihan untuk memotivasi UMKM. Memfasilitasi promosi usaha-usaha UMKM dan saling support dengan membeli produk-produk mereka.


Untuk video lengkapnya ada di : bit.ly/videoFIMSolo dan materi dan notulensi ada di: bit.ly/materiFIMSolo

Selasa, 21 April 2020

Bersama?


Katanya ingin jalan bersama
Tapi yang ia ajak untuk jalan bersama tak tau tujuannya
Tapi yang ia ajak untuk jalan bersama tak tau petanya
Petanya kini masih ia sembunyikan
Lalu yang ia ajak untuk jalan bersama bertanya-tanya sepanjang perjalanan
Akan sampai kapan dan kemana arahnya
Waktu yang tak tentu dan arah yang samar
Lelah karena melihat ia yang terlalu fokus, hingga terkadang ia melupakan 
Melupakan yang ia ajak berjalan bersama
Lupa bahwa ia mengajak seseorang dalam perjalanannya
Jika sendiripun tidak masalah tanpa ada yang menemani
Mengapa ia ajak seseorang untuk menemani?
Sampai kapan berjalan dengan peta yang ia sembunyikan
Lalu sampai kapan menebak teka-teki perjalanan ini yang memakan waktu dan tenaga
Jika ia terus memakan ego, bagaimana bisa berjalan bersama?
Yang ia ajak berjalan tertatih sudah pasti, jenuh apalagi
Tidak mudah untuk berjalan bersama jika ia terus penuh dengan teka-teki
Berjalan tanpa tau arah saja sudah lelah apalagi sembari menebak teka-teki yang tidak ada petunjuk didalamnya, petunjuk yang ia genggam tanpa ia beritau
Awalnya yakin, tapi seiring berjalan lelah juga
Andai saja ia memberi tau tujuan yang jelas, menunjukkan peta yang kau genggam, dan waktu yang akan ditempuh
Maka berjalan bersama sejauh apapun, selelah, sepanjang, sejenuh apapun akan tak kenal lelah
Perihal bersama bukan untuk menjadi yang serba tau dan tak tertandingi
Tapi perihal bersama adalah untuk menapaki kata saling agar bisa terus bersama




Senin, 13 April 2020

Sebuah Ambisi Dunia


Terjebak dalam ambisi itu pahit
Ambisi yang terpasung yang dibentuk campur tangan orang lain 
Membuat diri berekspektasi tinggi
Meskipun banyak yang meyakini dan mengaamiini
Tapi, terkadang lupa diri karena terlalu mendengarkan mereka
Lupa bahwa ada hati yang juga ingin didengar
Lupa bahwa diri dipaksa  untuk yakin
Lupa bahwa semua itu bergantung pada keyakinanmu
Ada hati yang ingin menolak tetapi tertutup oleh indahnya ekspektasi
Ada diri yang harus tumbuh tetapi tertutup oleh silaunya dunia
Padahal diri ini terlampau jujur ingin terus belajar
Hidup adalah untuk belajar
Terjatuh, tersungkur berulang kali tidak masalah asal bangkit kembali
Semakin sering terjatuh, semakin lihai untuk jatuh yang indah agar tidak sakit
Jatuh dan bangkit lagi adalah sebuah seni kehidupan yang terus dan harus diasah
Hasilnya tidak bisa diukur dengan kuantitatif, berapa kali kamu jatuh?
Tapi hasilnya bisa diukur dengan kualitatif, bagaimana rasanya?
Memaknai kehidupan tidak bisa diukur dengan angka
Karena hanya dapat diukur dengan rasa




Minggu, 29 Maret 2020

Tentang Covid-19


Awal bulan Maret (2020) adalah bulan dimulainya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Pemberitaan mulai menghiasi layar handphone dan televisi karena salah satu warganya positif terkena virus yang asalnya dari Wuhan, China yang pemberitaannya heboh seluruh dunia lalu kemudian disusul dengan negara-negara lain. Bisa dilihat, warga Indonesia saat muncul pemberitaan kasus yang di Depok (kasus pertama kali) masih belum peduli terkait hal ini mereka masih beraktifitas seperti biasa pun dengan pemerintah juga masih santai menanggapinya, wajar saja jika warganya seperti ini. Acara seminar dan aktifitas khalayak ramai juga masih bisa diselenggarakan, acara seperti ini yang menjadi cikal bakal penyebaran virusnya seperti yang dialami Bupati Karawang dan Wakil Wali Kota Bandung yang sekarang positif terkena virus. Tidak ada yang disalahkan karena masih sama-sama menyepelekan kasus ini.
Seiring berjalannya waktu kasus penyebaran virus semakin bertambah, pemerintah mengumumkan datanya lewat Jubir kasus Covid-19 yang sekitar tiga hari mengumumkan pertambahan jumlah kasus. Pada akhirnya karena setiap hari kasusnya bertambah maka pemerintah memutuskan untuk update data lewat website, tidak lagi lewat konferensi pers seperti awal mula. Pemberitaan tentang penyebaran virus bisa diakses di laman https://covid19.kemkes.go.id dan bahkan setiap daerah juga memiliki website terkait update data di wilayahnya masing masing dari data desa sampai provinsi. 
Kondisi saat pertama kali penyebaran, warga Indonesia mulai panic buying mulai dari masker, handsinitizer, alcohol, alcohol swap sampai handscone yang menyebabkan kelangkaan dan harganya melambung tinggi. Sebenarnya untuk masker harganya sudah meroket sejak satu-dua bulan sebelum kasusnya sampai di Indonesia. Panic buying yang sebenarnya untuk tenaga medis menyebabkan rumah sakit kesulitan memenuhi kebutuhannya karena berlomba-lomba dengan masyarakat yang sibuk meredam keparnoan atau masyarakat yang sebagian berlomba-lomba mencari keuntungan disaat situasi seperti ini.
Disisi lain sampai detik ini pemerintah pusat juga belum mengeluarkan kebijakan untuk lockdown guna meminimalisir kebijakan. Bandara, stasiun dan terminal masih terbuka lebar untuk mengantarkan kemana saja mau pergi. Zona merah sudah digaungkan tapi warga masih bebas bermobilitas, jnagan salahkan diri kalau sering gagal paham dengan pemerintah. Bagaimana mau menghentikan penyebaran sedangkan masyarakat masih bermobilitas tanpa hambatan? Rasanya sulit menghentikan angka positif, PDP, ODP maupun ODR yang semakin hari semakin meroket, bukan lagi angkanya bertambah tapi angkanya berubah menjadi berpangkat.
Lockdown masih menjadi kata yang masih saja membuat ragu atau takut bagi pemerintah. Dalih pemerintah jika lockdown maka rakyat kecil akan sengasara untuk menyambung hidup mereka tapi dua hari atau tiga hari lalu Jubir pemerintah khusus Covid-19 menyatakan kalau rakyat kecil dimohon untuk bisa menjaga orang kaya agar virusnya tidak tersebar, pernyataan yang mencengangkan bagi yang sadar seketika mematahkan asumsi pertama yang seolah menjatuhkan martabat mereka. Keputusan yang seperti apa nanti yang akan dibuat pastinya tetap positif thinking kepada pemerintah karena mereka lebih tau karakter masyarakatnya dan  lebih tau data (katanya). Jika dalih perekonomian menjadi salah satu alasan, bukankah dengan seperti ini juga masih juga hancur tapi secara perlahan dan secara cepat virusnya juga menyebar? Dan tidak ada yang tau berakhir sampai kapan
Kondisi saat ini jalanan sudah mulai sepi karena pembatasan akifitas tetapi masih ada yang lalu lalang karena memang memenuhi kebutuhan, kafe dan tempat nongkrong juga sudah sepi dan tutup karena ada Satpol PP yang mengawasi atau membubarkan jika ada keramaian. Social distancing sekarang berubah menjadi physical distancing karena maknanya memang berbeda, physical distancing dirasa benar karena memang hanya fisik yang berjarak tapi tetap menjunjung kepedulian agar tidak terjadi penyebaran virus. Tapi sangat disayangkan dnegan orang-orang yang masih belum paham akan physical distancing yang menggunakan waktu Work From Home atau #dirumahaja menjadi momen mudik karena memanfaatkan waktu yang lebih luang dari biasanya, tanpa mengidahkan dia sebagai carrier (pembawa virus) atau bukan agaknya kurang peduli atau memang belum paham atau memang mumpung masih bisa bermobilitas karena kendaraan umum masih berlalu lalang yang bisa mengantarkan untuk pulang kampung halaman.  Tidak boleh menutup mata juga dengan usaha-usaha pemerintah yang dilakukan secara perlahan, seperti penyemprotan disenfektan di daerah-daerah meskipun petugas penyemprotan belum paham tentang kandungan bahan yang disemprotkan sehingga leluasa menyemprotkan disenfektan sesuka hati tanpa mengetahui dampaknya (yang menurut WHO disenfektan mengandung bahan klorin yang membahayakan selaput lendir, akan bahaya jika terkena pakaian atau kulit), himbauan surat untuk melapor jika baru datang dari luar kota, melarang kegiatan yang melibatkan banyak orang, menghimbau untuk berdiam diri di rumah atau karantina selama 14 hari bagi mereka yang ODP, melarang warganya yang di perantauan untuk mudik karena untuk menjaga terjadinya penyebaran virus. Disisi lain pemerintah Tegal telah memberlakukan karantina wilayah, yang menyatakan tidak peduli dengan hujatan karena memang demi keselamatan nyawa masyarakatnya. Ketegasan pemerintah Tegal patut dicontoh, jika pemerintah masih bergerak perlahan maka Tegal lebih dulu menyelamatkan daerahnya dengan segala usahanya yang juga tetap memikirkan kebutuhan logistik warganya dan tetap memperdulikan warganya yang kurang mampu. Selain pemerintah banyak juga #orangbaik yang menanggapi kasus ini untuk sekedar membagikan postingan valid tanpa membuat panik, influencer yang menggalang donasi untuk kebutuhan rumah sakit-rumah sakit, influencer yang traktir makan ojol lewat orderan sehingga banyak yang terinspirasi dan melakukan hal yang sama, banyak yang membagikan handsinitizer kepada mereka yang bekerja di luar rumah dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikan yang dilakukan.
Sisi rumit dan pelik adanya kasus Covid-19 harus ada sisi lainnya. Sebagian orang yang menyadari mulai menyuarakan atau menulis tentang hikmah dibalik Covid-19 ini, dengan adanya pembatasan aktifitas maka #dirumahaja menjadikan momen bersama keluarga jadi lebih hangat atau kalau sedang merantau ya waktu luangnya yang biasanya sibuk menjadi ada waktu untuk sekedar melakukan bersih-bersih, solidaritas yang baik melahirkan banyak orang baik yang berdonasi untuk ikut andil menangani kasus ini, jalanan yang macet dan banyak debu kini kian lengang dan udara menjadi bersih, ibadah yang dulu bisa di tempat khusus beribadah untuk berjamaah kini hanya bisa dirumah dan muncul pertanyaan kapan terakhir kali ke tempat ibadah, jika biasanya waktu habis untuk kesibukan yang tidak pernah ada habisnya maka saat ini merenung akan menjadikan pilihan baik untuk menyadari hal-hal yang sudah diperbuat selama ini.
Masih banyak hikmah yang belum disebutkan, mungkin kita harus terus berpikir dan melengkapi hikmah yang belum disebutkan. Jangan berhenti untuk bersyukur dan mulai berhenti untuk mengeluh. Ini hanya sebuah tamparan yang diberikan kepada kita agar tersadar karena selama ini hanya diingatkan dengan berbagai cara tak kunjung bangun, mungkin dengan cara seperti ini manusia lebih tersadarkan.  Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan fisik dan mental, manfaatkan waktu luang untuk berpikir positif dan merenungi apa yang kita lakukan selama ini sudah pada jalur manusia atau sudah terlampau batas kemanusiaan.



Sabtu, 28 Maret 2020

Pasti Berlalu

Kisah yang rumit, berakhir dengan rasa lega
Kisah yang menyesakan, berakhir dengan kelapangan
Kisah yang panjang, berakhir dengan keikhlasan
Kisah yang menyudutkan, berakhir dengan rasa menerima

Memang benar, tidak semua permasalahan selesai dengan sendirinya
Penuh upaya untuk mengusahakan
Butuh waktu yang panjang
Butuh air mata sepanjang malam
Butuh sabar yang menguras tenaga

Hingga akhirnya mulai memahami
Untuk menjadi paham dan menerima, bukan hal yang mudah
Masing-masing punya zona waktu tersendiri
Tanyakan pada diri jika masih berat menjalaninya
Tanyakan pada hati jika banyak beban yang dirasa
Mungkin saja belum menerima yang sudah ditakdirkan
Ada banyak hal yang kita tidak punya kuasa didalamnya
Ada banyak hal yang kita hanya bisa menerima
Ada banyak hal yang menuntut kita untuk paham, agar bisa tetap hidup
Semuanya bukan perihal rasional atau tidak rasional
Ada banyak hal yang harus kita terima diluar kendali kita
Ada banyak hal yang harus kita maklumi
Ada banyak hal yang harus kita nikmati tanpa merasa itu adalah sebuah beban

Saatnya berdamai dengan diri sendiri
Saatnya memahamkan segala yang diluar kendali
Saatnya menerima segala yang ditakdirkan
Saatnya mengusahakan untuk kebermanfaatan
Saatnya meluaskan pandangan perihal hidup
Saatnya melebihkan sabar untuk berjuang

Hidup bukan sekedar meratapi
Hidup juga bukan untuk sebuah perbandingan
Hidupku hidupmu tentu berbeda

Kita berasal dari kisah yang tak sama
Tentu berbeda pula bekal kekuatan yang kita punya
Saling menerima kesedihan dan kesenangan masing-masing
Tidak ada yang paling menderita, yang ada yaitu yang memilih untuk bahagia
Keduanya adalah sebuah pilihan yang bisa kita tentukan.